Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan perkembangan terbaru terkait proses naturalisasi dua pemain, yaitu Luke Vickery dan Mitchell Baker, untuk Timnas Indonesia.
Kepastian tersebut disampaikan Erick saat meninjau latihan Timnas Indonesia menjelang pertandingan FIFA Matchday melawan Mozambik di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.
Bismillah, segera suratnya keluar. Ya kita coba lakukan proses. Tentu ada proses-proses yang harus dilalui baik di pemerintah, di DPR kita lakukan,”
ujar Erick Thohir kepada awak media.
Erick menjelaskan bahwa proses naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker akan mengikuti tahapan yang sama seperti pemain-pemain naturalisasi sebelumnya.
Menurutnya, proses tersebut membutuhkan waktu karena harus melewati sejumlah tahapan administrasi dan persetujuan dari berbagai pihak.
Sebelum-sebelumnya juga perlu waktu kok. Tapi yang saya bilang memang kan beberapa pemain kalau kita tarik sampai 2030 mungkin ada beberapa pemain juga yang usianya nanti 38, 39 dan kita mesti isi kekosongan itu,”
kata Erick Thohir.
Persiapan Timnas Indonesia Menuju 2030
Lebih lanjut, Erick menegaskan bahwa program naturalisasi tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai bagian dari persiapan Timnas Indonesia menuju tahun 2030.
PSSI, kata Erick, harus mulai memikirkan regenerasi pemain agar tidak mengalami kekosongan ketika sejumlah pemain senior memasuki usia yang tidak lagi produktif untuk level internasional.
Karena itu, faktor usia menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan pemain yang akan dinaturalisasi.
Meski terus menjalankan program naturalisasi, Erick menegaskan bahwa PSSI juga berupaya memperkuat kompetisi domestik dan mendorong lahirnya pemain-pemain muda dari liga lokal.
Ia tidak ingin Timnas Indonesia sepenuhnya bergantung pada pemain naturalisasi. Menurutnya, pemain lokal juga mulai menunjukkan perkembangan yang positif dan layak mendapatkan kesempatan di level internasional.
Ya tetapi juga kita harapkan dari liga lokal juga kontribusi pemain-pemain kan sekarang sudah mulai ada seperti Doni atau yang U-19 kita lihat juga bisa kontribusi. Ya kita coba dari segala arah semua pemain bisa kita perkuat tim nasional,”
pungkasnya.
PSSI saat ini terus berupaya membangun keseimbangan antara program naturalisasi dan pembinaan pemain muda lokal.
Dengan langkah tersebut, diharapkan Timnas Indonesia memiliki kedalaman skuad yang lebih baik dan mampu bersaing secara konsisten di level internasional dalam beberapa tahun ke depan.

