Nama Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Sitorus ikut terseret dalam pusaran polemik dugaan keterlibatan pengelolaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Deddy Sitorus disebut-sebut muncul dalam daftar yang beredar di media sosial yang diklaim bersumber dari eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya. Daftar tersebut memuat sejumlah nama tokoh politik yang dituduh memiliki atau mengelola dapur MBG di berbagai daerah.
Namun, Deddy membantah keras tudingan tersebut. Ia bahkan melontarkan respons keras kepada pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut.
Kata buzzer preman sampah itu saya dan Adian punya dapur MBG??? Kasih tahu di mana, saya hibahkan buat bapak ibu kalian,”
tulis Deddy melalui akun media sosial Facebook pribadinya yang dikutip, Kamis, 11 Juni 2026.
Pernyataan itu langsung menjadi sorotan, karena disampaikan secara terbuka di tengah ramainya perdebatan publik mengenai semrawutnya tata kelola program MBG.
Tak berhenti di situ, Deddy kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki dapur MBG sebagaimana yang dituduhkan. Saat menanggapi salah satu pengguna media sosial, ia menyampaikan bantahan dengan nada satir.
Saya gak punya dapur, cuma punya kitchen,”
tulis Deddy.
Politikus asal Kalimantan Utara itu menilai, pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan tersebut tengah berada dalam posisi terdesak. Kondisi itu membuat pihak tersebut mencari berbagai cara untuk menyerang pihak lain.
Orang yang megap mau tenggelam, memang biasanya nendang ke sana kemari mencari oksigen,”
jelasnya.
Polemik mengenai daftar nama pengelola dapur MBG belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah tiga pimpinan BGN ditangkap oleh Kejaksaan Agung atas tindakan dugaan korupsi tata kelola MBG. Eks pimpinan BGN Sony Sanjaya melalui kuasa hukumnya melempar daftar 26 nama yang diduga terlibat dalam dugaan kasus pengaturan dapur MBG.
Sony pun sudah mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) demi membongkar kasus tersebut.


