Sebuah kisah pribadi yang jarang terungkap dari keluarga Presiden Prabowo Subianto kembali mencuat ke publik.
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengungkapkan, cerita yang disebut berasal dari adik Presiden Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, mengenai penyesalan terbesar ekonom senior Soemitro Djojohadikusumo sebelum wafat.
Menurut Budiman, cerita itu disampaikan Hashim saat dirinya baru bergabung ke lingkungan Prabowo. Kisah tersebut berkaitan dengan percakapan terakhir keluarga kepada Soemitro menjelang akhir hayatnya.
Budiman menuturkan, Hashim dan Prabowo pernah menanyakan satu pertanyaan penting kepada ayah mereka: apa hal yang paling disesali sepanjang hidupnya.
Saya ingat pada waktu saya baru bergabung dengan Pak Prabowo, Pak Hasim. Pak Hasim pernah bercerita pada saya, Pak Budiman, dalam sakratul mautnya Pak Soemitro, ditanya oleh saya dan Pak Prabowo, apa hal yang paling Papi sesali selama hidup?,”
kata Budiman di Kampus Paramadina, Jakarta, yang dikutip, Kamis, 11 Juni 2026.
Jawaban yang diberikan Soemitro, menurut Budiman, mengejutkan sekaligus sarat makna politik dan sejarah.
Ini pertanyaan Pak Hasim dan Pak Prabowo pada Pak Soemitro dan jawabannya. Saya pernah meninggalkan Bung Karno,”
ucapnya.
Budiman mengatakan, jawaban tersebut menunjukkan bahwa pilihan politik dan ideologi bukan sekadar persoalan kekuasaan sesaat, melainkan jejak panjang yang terus membekas hingga akhir kehidupan seseorang.
Itu yang paling sesali dalam hidup. Jadi kita bicara ideologi, gak lepas dari jejak. Karena pilihan ideologi itu bukan pilihan dogmatis, harus jelas sepanjang waktunya,”
tutup Budiman.



