Pemerintah menegaskan Koperasi Desa/Keluarahan Merah Putih (KDKMP), tidak dibentuk sekadar menjadi simbol ekonomi kerakyatan.
Program yang digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi desa itu justru dituntut menghasilkan keuntungan besar agar mampu memberi manfaat nyata bagi para anggotanya.
Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono mengatakan, keuntungan menjadi syarat utama keberhasilan koperasi, karena tanpa keuntungan koperasi hanya akan menjadi organisasi administratif yang sulit memberikan nilai tambah kepada masyarakat.
Koperasi Desa Merah Putih memiliki satu indikator utama, harus untung. Inilah yang membuatnya berbeda. Karena hanya dengan keuntungan, koperasi dapat memberikan manfaat kepada anggotanya,”
kata Ferry di Kampus Paramadina, Jakarta, yang dikutip, Kamis, 11 Juni 2026.
Ketegasan ini memperlihatkan, bahwa pemerintah tidak ingin KDKMP hanya bergantung pada bantuan negara. Sebaliknya, koperasi didorong menjadi entitas bisnis yang mampu menghasilkan pendapatan, dan menggerakkan ekonomi lokal secara mandiri.
Meski begitu, Pemerintah memastikan KDKMP tidak dibangun untuk mematikan usaha masyarakat. Menko Ferry menyebut, koperasi justru diberi ruang untuk berkembang sesuai karakteristik ekonomi masing-masing wilayah.
Koperasi Desa Merah Putih tetap dapat mengembangkan kegiatan usaha lain yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing desa,”
ucapnya.
Pemerintah berharap, kata Menkop Ferry, koperasi mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang menghubungkan produksi, distribusi, pemasaran, hingga pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Harapannya, koperasi desa dapat menjadi instrumen yang menggerakkan aktivitas ekonomi pedesaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dari bawah,”
jelasnya.
Meski demikian, Menkop Ferry mengakui proyek besar tersebut bukan pekerjaan sederhana. Pemerintah sedang membangun model ekonomi baru yang akan diuji langsung di ribuan desa dengan karakteristik yang berbeda-beda.
Memang ini bukan pekerjaan yang mudah. Kita sedang memulai sesuatu yang baru, meskipun sebenarnya gagasan dasarnya sudah pernah ada sebelumnya,”
tutupnya.


