Kuasa hukum Raffi Ahmad, Hotman Paris, mengkritik keras pihak yang membesar-besarkan keterlibatan kliennya terlibat kasus korupsi Blueray Cargo. Dia menegaskan tuduhan tersebut tidak benar.
“Jadi sekali lagi, (viral di) medsos yang akun itu, apalagi dibesar-besarkan, berarti orang itu sakit jiwa. Enggak tahu fakta seluruhnya (tapi) langsung fitnah sana-sini,”
ujar Hotman saat konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Kamis, 11 Juni 2026.
Hotman bilang, Raffi tidak sengaja bertemu dengan seorang pegawai Blueray di Amerika Serikat. Orang tersebut menawarkan jasa pengiriman barang elektronik secara gratis ke Indonesia. Namun, Utusan Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni itu menolak tawaran bebas biaya itu.
Dugaan Kriminalisasi
Tudingan hoaks yang dilayangkan ke Raffi, Hotman duga ada upaya kriminalisasi di luar persidangan kasus Blueray. Sebab keterlibatan Raffi dalam kasus itu pertama kali santer di meja hijau.
“Jadi sekarang kriminalisasi ternyata bukan hanya terjadi pada oknum aparat di persidangan, tapi paling banyak sekarang kriminalisasi terjadi di luar pengadilan,”
kata Hotman.
Diduga, pegawai Blueray Cargo AS berkomunikasi dengan rekannya yang ada di Indonesia kalau Raffi menitipkan barang pesanannya, meski suami Nagita Slavina itu tidak sama sekali berkunjung ke kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat.
Kedatangannya ke Amerika untuk kegiatan maraton lalu berkunjung ke sebuah restoran khas Indonesia di kawasan New York. Hotman lantas mengultimatum pihak-pihak yang mengaitkan kliennya dalam kasus Blueray.
“Sekali lagi, bagi medsos yang mengaitkan Raffi Ahmad sebagai bagian dari Blueray, menyogok Bea Cukai, tapi (pihak itu) tidak berani datang, berarti kamu adalah bajingan pengecut yang sakit jiwa,”
tegas Hotman.


