Aksi mahasiswa bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” yang berlangsung di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026 diwarnai ketegangan setelah ribuan peserta aksi tertahan di kawasan Menara Thamrin Nine, dan belum dapat melanjutkan perjalanan menuju Bundaran HI.
Massa yang terdiri dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi serta sejumlah pengemudi ojek online (ojol) terlihat berkumpul di depan barikade aparat kepolisian yang menutup akses menuju titik utama demonstrasi.
Pantauan di lokasi menunjukkan mahasiswa dari berbagai kampus, antara lain Universitas Indonesia (UI), Universitas Nurul Fikri, dan Universitas Budi Luhur, masih bertahan sambil melakukan orasi secara bergantian. Sejumlah peserta aksi terlihat membawa spanduk dan poster berisi kritik terhadap kondisi ekonomi nasional.
Dalam orasinya, salah satu demonstran meminta aparat tidak menghalangi jalannya aksi karena kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum telah dijamin oleh konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Mahasiswa menilai, aksi yang mereka lakukan merupakan bagian dari hak demokratis warga negara untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi bangsa yang mereka anggap sedang menghadapi berbagai persoalan serius.
Meski telah melakukan negosiasi dengan petugas di lapangan, hingga berita ini diturunkan akses menuju Bundaran HI masih belum dibuka. Akibatnya, ribuan mahasiswa dan peserta aksi lainnya tetap tertahan di sekitar Menara Thamrin Nine.
Situasi di lokasi terpantau berlangsung tegang namun relatif kondusif. Aparat kepolisian masih berjaga di sejumlah titik pengamanan, sementara massa aksi terus menyuarakan tuntutan dan meminta aparat kepolisian membuka jalan.
Aksi “Menuju Indonesia Bangkrut” digelar sebagai bentuk protes mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang mereka nilai sedang dihadapi Indonesia, mulai dari kondisi ekonomi, daya beli masyarakat, hingga isu tata kelola pemerintahan.




