Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 14 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Opini / Danantara: Kekayaan atau Risiko Negara?
Opini

Danantara: Kekayaan atau Risiko Negara?

dusep-malik
Last updated: Juni 14, 2026 3:28 pm
Dusep Malik - Redaktur
Share
Ekonom Core Indonesia, Dipo Satria Ramli. (Sumber: Yotube/Dipo Satria Ramli)
Ekonom Core Indonesia, Dipo Satria Ramli. (Sumber: Yotube/Dipo Satria Ramli)
SHARE

Indonesia sedang mempertaruhkan masa depan peringkat investasinya pada sebuah “black box” senilai US$900 miliar. Di tengah harga minyak global yang menekan batas fiskal Indonesia, Presiden Prabowo Subianto telah merancang strategi “State Capitalism 2.0″.

Daftar isi Konten
  • Ketidakterbukaan Danantara
  • Distorsi Pasar

Inti dari strategi ini adalah Danantara, sebuah superholding yang dirancang mengonsolidasikan aset-aset BUMN, setara dengan sekitar 60 persen PDB negara, menjadi satu mesin penggerak kelangsungan hidup nasional.

Dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) ini sekarang memiliki dan mengawasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di berbagai bidang, mulai dari perbankan hingga telekomunikasi serta minyak dan gas, dengan total aset kelolaan (AUM) melebihi US$900 miliar.

Baca juga:
Viral Respons Prabowo ke Korban Bullying Tuai Sorotan, Netizen: Malah… Momen reaksi Presiden Prabowo saat mendengar korban bullying curhat viral di media…
Guru Besar UII Semprot Program Prabowo, Ingatkan Ancaman Revolusi Bila… Kritik keras terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali mencuat di tengah…
Danantara Janji Tak Ada PHK, Imbas Perampingan BUMN dari 1.077… Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melakukan perampingan BUMN dari 1.077…
  • Viral Respons Prabowo ke Korban Bullying Tuai Sorotan, Netizen: Malah Adu Nasib
  • Guru Besar UII Semprot Program Prabowo, Ingatkan Ancaman Revolusi Bila Aspirasi Diabaikan
  • Danantara Janji Tak Ada PHK, Imbas Perampingan BUMN dari 1.077 ke 200…

Danantara diluncurkan pada Februari 2025. Namun, hingga pertengahan April 2026— setelah melewati periode laporan keuangan Maret—absennya laporan konsolidasi mulai mengubah citra raksasa ini dari sumber kemakmuran menjadi risiko negara.

Ketidakterbukaan Danantara

Wisma Danantara Indonesia. (Sumber: Google/Amalia Ayuningtyas)
Wisma Danantara Indonesia. (Sumber: Google/Amalia Ayuningtyas)

Ketidakterbukaan Danantara mengenai kondisi finansialnya menandakan masalah tata kelola yang mendalam. Meskipun banyak anak perusahaanya yang telah memenuhi kewajiban regulasi, lembaga induknya tetap vakum transparansi. Karena tidak adanya data keuangan, Danantara malah mempublikasikan “Danantara Diaries”, sebuah seri resmi yang menukar laporan keuangan dengan dongeng untuk menjelaskan industrialisasi kompleks yang dipimpin negara.

Pasar internasional sudah memperhitungkan diskon tata-kelola ini. Pada Februari 2026, Moody’s Ratings mengubah prospek (outlook) Indonesia menjadi negatif, mengutip “melemahnya kekuatan institusional” yang salah satunya dipicu oleh mandat Danantara yang tidak transparan.

Perluasan mandat Danantara ke berbagai sektor yang tidak terkait, mulai dari peternakan ayam hingga energi dari limbah (waste-to-energy), menunjukkan bahwa pengelolaan dana ini kurang fokus pada industrialisasi strategis dan lebih berfungsi sebagai pembiayaan segala keperluan mandat politik.

Dengan mengintegrasikan rantai pasokan vertikal untuk program-program seperti MBG, Danantara meminggirkan produsen swasta yang tidak memiliki akses istimewa ke modal negara (crowding out).

Tata kelola ini diperburuk oleh peran ganda Rosan Roeslani sebagai Menteri BKPM sekaligus CEO Danantara, sebuah tumpang tindih antara regulator dan pemain yang berpotensi menghambat investasi asing langsung (FDI). Sementara itu, kekuasaan operasional berada di tangan COO Dony Oskaria, yang mengelola saham veto “kekuatan super” milik negara. 

Struktur yang berbelit-belit ini menciptakan lingkaran rekursif di mana para pejabat harus menyeimbangkan mandat regulasi dan komersial yang saling bertentangan, sehingga semakin mengaburkan akuntabilitas.

Distorsi Pasar

Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). ( ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/tom.)

Risiko dari ketidakterbukaan ini telah mendistorsi mekanisme pasar. Selama volatilitas rebalancing MSCI pada awal 2026, Danantara diberitakan turun tangan sebagai “stabilisator”, dengan membeli saham untuk mencegah kemerosotan harga ekuitas BUMN. Ketika negara bertindak sebagai pembeli terakhir (buyer of last resort) bagi perusahaan-perusahaan unggulannya sendiri, penemuan harga (price discovery) yang jujur akan mati. 

Lebih krusial lagi, hal ini memicu kekhawatiran tentang potensi perdagangan orang dalam (insider trading): batas antara “pertahanan pasar” dan manipulasi menjadi kabur ketika satu entitas memiliki pengetahuan regulasi sekaligus modal untuk menggerakkan indeks.

Hal ini juga merambah ke pembiayaan: penerbitan Obligasi Patriot Bond senilai Rp50 triliun dengan kupon 2 persen (jauh di kupan negara sekitar 6,5 persen) berfungsi sebagai “uji loyalitas wajib.” Dengan kata lain, para elit bisnis yang menempatkan uang mereka pada obligasi ini melakukannya bukan untuk imbal hasil finansial, melainkan demi janji implisit akan itikad baik politik.

Dengan menyedot likuiditas melalui penempatan swasta (private placement), Danantara tidak hanya mendanai mandat politik; ia juga melakukan represi finansial yang menyingkirkan perusahaan swasta dan memberi sinyal kepada lembaga pemeringkat bahwa transparansi fiskal Indonesia sedang mundur kembali ke dalam “black box“.

Peringkat kredit Indonesia tidak akan mampu bertahan dengan misteri senilai US$900 miliar. Kurangnya keterbukaan informasi dan strategi berkelanjutan—yang sangat kontras dengan pengumuman proyek yang bersifat seremonial—memperkuat persepsi “kotak hitam” mengenai kesehatan lembaga tersebut. 

Untuk menjadi mesin pertumbuhan yang kredibel, Danantara harus bertransformasi dari “black-box” menjadi “glass box”.

Oleh: Dipo Satria Ramli

Ekonom dari CORE Indonesia

Baca juga:
Danantara Bantah Jadi “Calo” Ekspor SDA, Dony Oskaria: Kami Tak… Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria memberikan klarifikasi bahwa pembentukan…
Ternyata Ini Penyesalan Terbesar Ayah Prabowo Sebelum Meninggal Sebuah kisah pribadi yang jarang terungkap dari keluarga Presiden Prabowo Subianto kembali…
Budiman Bongkar Jurus Prabowo Kuatkan APBN dan Danantara, Yakin Ampuh? Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko, melontarkan pujian kepada…
  • Danantara Bantah Jadi “Calo” Ekspor SDA, Dony Oskaria: Kami Tak Mau Rugikan…
  • Ternyata Ini Penyesalan Terbesar Ayah Prabowo Sebelum Meninggal
  • Budiman Bongkar Jurus Prabowo Kuatkan APBN dan Danantara, Yakin Ampuh?
Tag:BUMNDanantaraopiniPrabowo SubiantoRosan Perkasa Roeslanisovereign wealth fundSuperholding
Share This Article
Email Salin Tautan Print
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Kejutan di Piala Dunia 2026, Maroko Bikin Brasil Frustrasi Laga Berakhir Imbang
By Hadi Febriansyah
Pertandingan antara Brasil melawan Maroko di Piala Dunia 2026. (Sumber: FIFA)
1
Alasan Harga Emas Global Terus Merosot di Tengah Konflik Iran-Israel
By Dusep Malik
Emas batangan global. (Sumber: unsplash/Zlaťáky.cz)
2
DPR Minta Warga Tak Lagi Berobat ke Luar Negeri, Sebut Layanan Rumah Sakit di Dalam Negeri Sudah Canggih
By Rika Pangesti
Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Indah Kurniawati saat mengikuti kunjungan BURT DPR RI ke National Hospital Surabaya
3
DPR Bongkar Dugaan Pansel Formalitas, Pejabat Daerah Disebut Bisa Diatur Sesuai Kedekatan Politik
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI, Fauzan Khalid
4
Zaskia Adya Mecca Turun ke Jalan, Bagikan Logistik Gratis untuk Mahasiswa Demo di Bundaran HI
By Syifa Fauziah
Zaskia Adya Mecca
5

BERITA LAINNYA

Presiden China Xi Jinping (kanan) bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Busan, Korea Selatan, Kamis (30/10/2025).
Opini

Pertemuan Trump-Xi Jinping di Beijing dan Kebangkitan Diplomasi Korporat

Siapa sebenarnya yang mengatur dunia hari ini: negara atau pasar? Atau hanya…

owrite-adi-briantika
By
Adi Briantika
3 minggu lalu
Hendry Ch Bangun, salah satu pendiri Forum Wartawan Kebangsaan
Opini

Ramadan dan Kondisi Pers Kita

Bulan Ramadan kini memasuki hari-hari akhir menuju Idul Fitri. Dalam beribadah, agar…

Amin-Suciady-Owrite
By
Amin Suciady
3 bulan lalu
Pelanggan restoran Bibi Kelinci yang masuk ke dalam dapur untuk memprotes dan mengancam karyawan restoran karena lama menunggu.
Opini

Kasus Ngemplang Makanan di Bareskrim Polri

Pengusaha restoran kecil itu hanya mencoba mempertahankan haknya. Ia tidak merampok negara.…

Amin-Suciady-Owrite
By
Amin Suciady
3 bulan lalu
Sayid Iskandarsyah
Opini

Jurnalisme Berkualitas Adalah Hak Warga Negara

Oleh: Sayid Iskandarsyah Hak warga negara  untuk memperoleh informasi dan berita yang…

Iskandar
By
Iskandar
3 bulan lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up