Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani blak-blakan mengenai pihaknya yang belum juga mengumumkan laporan keuangan.
Rosan menekankan bahwa laporan keuangan Danantara berbeda dengan perusahaan pada umumnya, dikarenakan hasil konsolidasi seluruh laporan keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah pengelolaannya.
Menurutnya, sebagian BUMN yang bersifat terbuka (Tbk) alias terdaftar di bursa saham sudah menyampaikan laporan keuangannya terakhir pada Maret 2026 sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, untuk BUMN yang bersifat tertutup, laporan keuangan paling lambat baru dilaporkan akhir bulan ini.
Kan kita konsolidasikan, itu seribu perusahaan lebih, itu yang pertama ya. Nah, sesuai undang-undang PT, bahwa laporan keuangan itu, kalau itu bukan perusahaan Tbk. adalah sampai akhir Juni,”
jelas Rosan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
Himpun Laporan dari Perusahaan Non Tbk
Dengan demikian, sampai saat ini Danantara masih harus menghimpun seluruh laporan keuangan dari BUMN yang bersifat tertutup. Selain itu, tetap dilakukan konsolidasi atau penggabungan menjadi satu laporan utuh milik Danantara.
Kalau perusahaan Tbk., ya memang akhir Maret sudah harus melakukan laporan keuangan. Jadi, kita dikonsolidasi seribu perusahaan dan secara peraturan memang akhir Juni kan harus baru memberikan laporan keuangan,”
beber Rosan.
CEO Danantara itu juga menegaskan seluruh data keuangan, yang diperlukan juga telah diserahkan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang nantinya akan melakukan proses audit terhadap Danantara.
Kemudian ini kita juga sudah serahkan datanya juga semua itu ke BPK karena BPK adalah yang akan melakukan audit di kami,”
bebernya.

Klaim Telah Jalankan Transparansi
Meski laporan keuangan masih dalam proses, namun ia menegaskan bahwa Danantara selama telah menjalankan transparansi informasi kepada para investor atau calon investor baru dalam berbagai pertemuan dan roadshow.
Tapi ini kan kalau pada saat kita melakukan roadshow, data-data kita kasih tahu mereka. Mereka juga nggak mungkin investasi tanpa melihat keuangan kita. Tapi mereka juga memahami sekali bahwa ini (audit) untuk Danantara dilakukan oleh BPK,”
tuturnya.
Selama ini saya tekankan transparansi kok. Jadi kita tampilkan data-data kita, dan mereka (investor) juga bisa melihat, mereka juga bisa menghitung, mereka bisa menganalisa mengenai laporan keuangan yang kita keluarkan, kita laporkan, walaupun itu belum diaudit oleh BPK,”
pungkas Rosan.


