PT Pertamina Patra Niaga membuka peluang untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi apabila tren pelemahan harga minyak dunia berlanjut dalam beberapa waktu ke depan dan didukung membaiknya kondisi geopolitik global.
Corporate Secretary Roberth MV Dumatubun, mengatakan harga BBM nonsubsidi pada dasarnya bersifat fluktuatif karena mengikuti perkembangan kondisi pasar dan berbagai faktor yang memengaruhi pembentukan harga.
Tentunya karena Pertamax adalah BBM nonsubsidi, maka kemungkinan/posibility harga akan fluktuatif adalah benar. Bisa juga turun harga,”
kata Roberth pada Owrite, Rabu, 17 Juni 2026.
Faktor Timur Tengah

Menurut Roberth, salah satu faktor utama yang akan menjadi perhatian adalah perkembangan konflik geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang selama ini turut memengaruhi harga energi global.
Ia menjelaskan, membaiknya kondisi geopolitik berpotensi mendorong normalisasi harga minyak dunia. Selain itu, stabilitas global juga dapat berdampak positif terhadap nilai tukar mata uang, yang menjadi salah satu komponen dalam penentuan harga BBM di dalam negeri.
Pertamina tentunya juga mengharapkan bahwa kondisi konflik di Timur Tengah dan kondisi geopolitik dapat segera membaik, hal ini akan dapat berdampak pada kembali normalnya kondisi harga minyak dunia yang akan berdampak pada penurunan harga minyak dunia, menguatnya posisi mata uang, dan harga jual BBM nonsubsidi dapat sesuai harga normal dan dapat diturunkan sesuai kondisi harga pasar,”
ujarnya.
Dampak Nilai Tukar Rupiah
Selain harga minyak mentah global, faktor lain yang akan menjadi pertimbangan adalah perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta kondisi geopolitik yang memengaruhi biaya energi secara keseluruhan.
Sebelumnya, Pertamina menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi tidak ditentukan berdasarkan harga minyak dunia pada hari yang sama, melainkan mengacu pada tren harga pasar internasional dalam periode sebelumnya serta memperhitungkan biaya pengadaan, pengolahan, dan distribusi.
Karena itu, perubahan harga minyak global umumnya baru tercermin pada harga BBM domestik setelah melalui periode evaluasi tertentu.


