Kasus yang menjerat Sony Sonjaya kembali memunculkan babak baru. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, mantan kuasa hukumnya, Elza Syarief, mengungkapkan bahwa kliennya sempat mengeluhkan adanya tudingan yang menurutnya mengaitkan dirinya dengan sejumlah pihak di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).
Elza mengaku tidak memperoleh penjelasan secara rinci dari Sony, karena keterbatasan waktu pertemuan selama proses pendampingan hukum berlangsung.
Dia enggak menjelaskan detail karena kita waktunya sangat sempit. Bapak bisa hitung aja ya. Yang pertama hari rabu itu cuma enam menit kita,”
kata Elza Syarief kepada Owrite, Rabu, 17 Juni 2026.
Dikatakannya, akses untuk bertemu klien saat itu sangat terbatas, sehingga banyak hal yang tidak sempat dibahas secara mendalam.
Sangat minim sekali di ruang tahanan itu. Kedua setengah lima sampai jam delapan. Itu hanya mengungkapkan, aduh saya difitnah deh, dia bilang begitu,”
ungkapnya.
Menurut Elza, saat itu Sony sempat menyampaikan keluhan bahwa dirinya merasa menjadi pihak yang paling banyak disalahkan dalam perkara yang sedang bergulir.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai tudingan yang dimaksud, Elza mengaku hanya memperoleh penjelasan singkat yang menyebut nama seorang pejabat di lingkungan BGN.
Tapi kan fitnahnya kayak apa? Ya katanya dengan Ibu itu (Nanik S Deyang-red). Tapi saya enggak tahu kayak apa. Jadi hanya kata-kata itu saja yang bisa saya sampaikan,”
ucapnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah berkembangnya berbagai spekulasi mengenai pihak-pihak yang disebut dalam proses pemeriksaan, dan penyidikan kasus yang menyeret Sony Sonjaya.
Elza menambahkan, kekecewaan Sony karena merasa tidak pernah diberi kesempatan untuk menjelaskan langsung kepada Presiden, terkait dengan sistem dan mekanisme yang menurutnya perlu diketahui secara utuh.
Terus dia juga ada mengeluh begini. Ya kalau saya enggak salah ya. Rasanya, ucapannya bahwa waktu mantan kepala BGN ini dipanggil Bapak Presiden, ditegur segala rupa. Beliau enggak bisa jawab. Terus semuanya seolah-olah ditimpakan ke Pak Sony,”
katanya.
Kekecewaan itu, sambung Elza, membuat Sony merasa perlu menjelaskan langsung versinya kepada Presiden. Tetapi, kesempatan tersebut tidak pernah ia peroleh.
Pak Sony kecewa. Pak Sony bilang harusnya kan panggil saya untuk menjelaskan bagaimana sistem itu. Kalau saya bisa punya jalur aja ke Bapak Presiden, saya menjelaskan mungkin enggak seperti ini,”
ujar Elza menirukan pernyataan kliennya.
Sebagaimana diketahui, Elza Syarief mengundurkan diri sebagai kuasa hukum mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dalam kasus dugaan korupsi program MBG pada Senin, 15 Juni 2026. Keputusan tersebut diambil setelah Elza merasa dibohongi terkait komitmen awal kejujuran kliennya.
Karena pak Sony tidak jujur dan sebelum bersumpah bersih tapi info beberapa orang terutama Asep dia menerima uang dari Asep secara rutin,”
ujar Elza.


