Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 22 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Kemenkeu dan Bappenas Sepakati Pagu DAK Rp160 Triliun di 2027, Dipakai Buat Ini…
Ekonomi Bisnis

Kemenkeu dan Bappenas Sepakati Pagu DAK Rp160 Triliun di 2027, Dipakai Buat Ini…

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Juni 18, 2026 9:39 am
Natania Longdong
Dusep Malik
Share
Gedung kantor Bappenas
Gedung kantor Bappenas (sumber foto: bappeda.bulelengkab.go.id)
SHARE

Pemerintah menetapkan pagu indikatif Dana Alokasi Khusus (DAK) 2027 sebesar Rp160,07 triliun. Angka tersebut terdiri atas DAK Fisik Rp5 triliun, DAK Nonfisik Rp150,83 triliun, serta hibah kepada daerah Rp4,24 triliun.

Daftar isi Konten
  • Pertimbangkan Layanan Publik
  • Biayai Kebutuhan Pegawai dan Operasional Layanan Publik

Pagu indikatif tersebut telah ditetapkan melalui surat bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan mengenai pagu indikatif belanja kementerian/lembaga serta DAK tahun anggaran 2027.

Direktur Alokasi Anggaran Pembangunan Pusat dan Daerah Kementerian PPN/Bappenas Nursyaf Rullihandia mengatakan, besaran DAK 2027 masih bersifat sementara dan akan disesuaikan mengikuti pembahasan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ini angka sementara dan akan dimutakhirkan sesuai siklus RKP dan APBN. Bisa dikatakan DAK 2027 ini menggunakan acuan pagu DAK 2026,”

papar Nursyaf dalam Sosialisasi Kebijakan Dana Alokasi Khusus Tahun 2027, dikutip Kamis, 18 Juni 2026.
Baca juga:
Pemerintah Belum Juga Tetapkan Asumsi ICP 2027, Bahlil Tegaskan Tunggu… Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa pihaknya…
Terbang ke China, Purbaya Bahas Pembiayaan Lewat Panda Bond dengan… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan terbang ke China pada Selasa, 16…
Terungkap di DPR, Kemenkeu Pastikan Belum Ada Aset Negara yang… Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan, belum ada aset negara berupa Barang Milik Negara…
  • Pemerintah Belum Juga Tetapkan Asumsi ICP 2027, Bahlil Tegaskan Tunggu Hal Ini
  • Terbang ke China, Purbaya Bahas Pembiayaan Lewat Panda Bond dengan Investor
  • Terungkap di DPR, Kemenkeu Pastikan Belum Ada Aset Negara yang Diserahkan ke…

Pertimbangkan Layanan Publik

Menurut Nursyaf, penyusunan pagu DAK Nonfisik dan hibah daerah mempertimbangkan kebutuhan layanan publik dan target keluaran penerima manfaat. Salah satu komponen yang menjadi pertimbangan adalah DAK Nonfisik Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).

Ia menegaskan alokasi DAK tetap diarahkan untuk mendukung pencapaian prioritas nasional, terutama penguatan ekonomi daerah serta pemerataan kualitas layanan dasar di berbagai wilayah.

Dalam paparannya, Nursyaf juga mengungkapkan tren anggaran DAK yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, total DAK mencapai Rp188,1 triliun. Nilai tersebut kemudian turun menjadi Rp166,9 triliun pada 2025 dan kembali menyusut menjadi Rp155,1 triliun pada 2026.

Perbaikan Jalan Berluban di Jalan Nasional. (Sumber: Kementerian PU)
Perbaikan Jalan Berluban di Jalan Nasional. (Sumber: Kementerian PU)

Penurunan terbesar terjadi pada 2025 setelah pemerintah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran yang memangkas alokasi DAK dari semula Rp185,2 triliun menjadi Rp166,9 triliun.

Dampak efisiensi tersebut masih terasa pada penyusunan DAK tahun berikutnya, terutama untuk DAK Fisik yang kini bertahan pada level yang jauh lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pasca efisiensi pagu DAK fisik turun signifikan menjadi sekitar Rp5 triliun,”

paparnya.

Biayai Kebutuhan Pegawai dan Operasional Layanan Publik

Nursyaf menjelaskan, meski alokasi DAK Fisik tidak mengalami perubahan, nilai DAK Nonfisik dan hibah daerah tetap meningkat. Namun, sebagian besar tambahan anggaran tersebut digunakan untuk membiayai kebutuhan pegawai dan operasional layanan publik.

Oleh sebab itu, pemerintah mengingatkan pemerintah daerah untuk mulai memperluas sumber pembiayaan pembangunan di luar Transfer ke Daerah (TKD) dan APBD. Langkah tersebut dinilai penting agar percepatan pembangunan daerah tetap berjalan di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas.

Baca juga:
Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,80 Triliun di 2027, Buat Apa? Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pagu indikatif Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tahun…
DPR Bongkar Dugaan Pansel Formalitas, Pejabat Daerah Disebut Bisa Diatur… Komisi II DPR RI menyoroti praktik penempatan pejabat di daerah yang dinilai…
Target Bawah Penerimaan Negara di 2027 Naik Jadi 12,01 Persen,… Panitia Kerja Penerimaan pada pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal…
  • Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,80 Triliun di 2027, Buat Apa?
  • DPR Bongkar Dugaan Pansel Formalitas, Pejabat Daerah Disebut Bisa Diatur Sesuai Kedekatan…
  • Target Bawah Penerimaan Negara di 2027 Naik Jadi 12,01 Persen, Ada Apa?
Tag:APBN 2027bappenasDana Alokasi KhususKemenkeuPelayanan Publiktransfer daerah
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Jokowi ‘Curi Start’ Pilpres 2029, Ada Misi Mengunci Kursi Cawapres untuk Gibran
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) bersiap memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
1
Janji Kompensasi Mandalika Diduga Zonk, ITDC dan Dinas Perkim Loteng Dilaporkan ke KPK
By Rahmat Baihaqi
LSBH NTB melaporkan dugaan korupsi relokasi pemukiman Mandalika kepada KPK, 22 Juni 2026.
2
Golkar Tuduh PDIP Main Dua Kaki, Pengamat Curiga Ada Data yang Belum Dibuka ke Publik
By Rahmat Tunny
Pengamat politik, Ujang Komaruddin.
3
Teriak Takbir Pakai Baju Tahanan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
By Rahmat Baihaqi
Roy Suryo dan dr. Tifa dilimpahkan kepada Kejari Jaksel dari Rutan Polda Metro Jaya, Senin, 22 Juni 2026.
4
Usai Bikin Geger Pemadaman Bergilir, PLN Klaim Gangguan Listrik Jawa Berangsur Pulih
By Natania Longdong
Direktur Utama PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dalam konferensi pers di PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Depok, Jawa Barat. (Sumber: Dok. PLN)
5

BERITA LAINNYA

Solar Panel (PLTS) dan Pembangkit LIstrik Tenaga Bayu (angin). (Sumber: Unsplash/Arno Senoner)
Ekonomi Bisnis

UMKM Keluhkan Mati Listrik PLN Bergilir, Benarkan PLTS Bisa Jadi Solusi Baru?

Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) mengaku telah menerima keluhan dari pelaku usaha mikro,…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
7 menit lalu
Ilustrasi 7.000 Pekerja Otomotif Terancam PHK. (Gambar dibuat AI)
Ekonomi Bisnis

Alarm PHK, 7.000 Pekerja Otomotif Terancam Nganggur Gegara Investor Cabut ke Vietnam

Indonesia terancam mengalami badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Sebanyak 7.000 pekerja di…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
27 menit lalu
Pedagang soto mempersiapkan dagangannya dibantu penerangan lilin saat mati listrik di Kelurahan Tamanan, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (19/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Prasetia Fauzani/kye)
Ekonomi Bisnis

Asosiasi UMKM Warning, Pemadaman Listrik PLN Lebih Menakutkan dari Sepi Pembeli

Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) menilai pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
42 menit lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Dunia Melandai, Purbaya Pede BBM Pertamax Turun di Semester II-2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up