Pernah nggak, setelah berhasil menyelesaikan sesuatu, kamu langsung bilang, “ah, itu mah biasa aja”?
Dapat nilai bagus dibilang karena beruntung. Berhasil menyelesaikan proyek dianggap bukan pencapaian besar. Bahkan ketika orang lain memuji hasil kerja kamu, respons pertama yang muncul justru meremehkannya.
Kalau ini sering terjadi, mungkin masalahnya bukan rendah hati. Bisa jadi kamu masih kesulitan menghargai diri sendiri.
Banyak orang mengira self-respect atau menghargai diri sendiri hanya soal percaya diri. Padahal, self-respect juga terlihat dari bagaimana kita memperlakukan pencapaian dan usaha yang sudah dilakukan.
Psikolog Albert Bandura dalam bukunya Self-Efficacy: The Exercise of Control (1997) menjelaskan bahwa keyakinan seseorang terhadap kemampuannya sangat dipengaruhi oleh pengalaman keberhasilan yang diakui dan dihargai. Ketika seseorang terus-menerus mengabaikan keberhasilannya sendiri, ia kehilangan kesempatan untuk membangun rasa percaya terhadap dirinya.
Masalahnya, kebiasaan meremehkan pencapaian sering dianggap normal.
Mungkin kamu berpikir bahwa mengakui keberhasilan adalah bentuk kesombongan. Akhirnya, setiap kali berhasil mencapai sesuatu, kamu buru-buru mencari alasan kenapa itu sebenarnya tidak istimewa.
Padahal, menghargai pencapaian bukan berarti merasa lebih hebat dari orang lain. Itu hanya bentuk pengakuan bahwa usaha yang sudah kamu lakukan memang memiliki nilai.
Hal ini juga sejalan dengan penelitian yang dipublikasikan oleh Jennifer Crocker dan Connie Wolfe dalam jurnal Contingencies of Self-Worth (2001). Mereka menemukan bahwa banyak orang menilai harga dirinya berdasarkan standar yang terus berubah dan sulit dipenuhi. Akibatnya, pencapaian yang sebenarnya layak diapresiasi terasa tidak pernah cukup.
Lama-kelamaan, pola ini bisa membuat seseorang lebih fokus pada kekurangan dibanding kemajuan yang sudah dicapai.
Coba perhatikan, kapan terakhir kali kamu benar-benar memberi apresiasi pada diri sendiri setelah berhasil melakukan sesuatu?
Kalau jawabannya sulit diingat, mungkin ini saat yang tepat untuk mulai berubah.
Menghargai diri sendiri tidak selalu harus dalam bentuk hadiah besar atau perayaan mewah. Kadang cukup dengan mengakui bahwa kamu sudah berusaha, sudah berkembang, dan sudah berhasil melewati sesuatu yang dulu terasa sulit.
Karena orang yang memiliki self-respect yang sehat tidak hanya mampu menerima kritik, tetapi juga mampu menerima bahwa dirinya memang layak diapresiasi.
Kalau kamu pernah mengalami hal ini, share artikel ini ke temanmu. Dan jangan lupa follow Instagram @sefruitmedia untuk konten psikologi dan self-development lainnya!










