Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 18 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • Purbaya
  • DPR
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Core Indonesia Warning Pemerintah Soal UU P2SK: Pasar Bisa Tak Percaya, Inflasi Meroket
Ekonomi Bisnis

Core Indonesia Warning Pemerintah Soal UU P2SK: Pasar Bisa Tak Percaya, Inflasi Meroket

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Juni 18, 2026 7:39 pm
Natania Longdong
Dusep Malik
Share
Gedung Bank Indonesia. (Sumber: Dok. BI)
Gedung Bank Indonesia. (Sumber: Dok. BI)
SHARE

Center of Reform on Economics (Core) Indonesia memperingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam menerapkan perubahan kewenangan Bank Indonesia (BI) melalui revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). 

Daftar isi Konten
  • Belajar dari Turki
  • Ketidakjelasan Mandat BI Pengaruhi Persepsi Pasar

Core Indonesia pun menilai pengalaman Turki menunjukkan bahwa campur tangan politik terhadap bank sentral dapat berujung pada lonjakan inflasi dan menurunnya kepercayaan pasar.

Ekonom Core Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, sejumlah negara memang menerapkan mandat tambahan bagi bank sentral untuk menjaga stabilitas harga. Namun, perlu ada prioritas yang jelas serta perlindungan terhadap independensi lembaga tersebut.

Kalau kita bicara konteks Indonesia, tentu kita perlu menjelaskannya lebih hati-hati, karena banyak hal yang perlu dikritisi dari pemberian mandat dari bank sentral. Selain harga yang menjadi mandat sebelumnya, ada yang lain terkait upaya mendorong pertumbuhan,” 

kata Yusuf dalam diskusi media Kawal Kredibilitas Bank Central, Kamis, 18 Juni 2026.
Baca juga:
Revisi UU P2SK Dikritik, Ekonom Sebut Bisa Ganggu Kredibilitas BI Center of Reform on Economics (Core) Indonesia menilai, revisi Undang-Undang Pengembangan dan…
Mulai Menguat Tipis-tipis, Bank Indonesia Bongkar Resep Jinakkan Rupiah Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut nilai tukar rupiah sudah mulai menguat…
Efek Perang Timur Tengah Panjang, BI Perkirakan Inflasi Global Naik… Bank Indonesia (BI) memproyeksikan, inflasi global naik ke 4,4 persen dari perkiraan…
  • Revisi UU P2SK Dikritik, Ekonom Sebut Bisa Ganggu Kredibilitas BI
  • Mulai Menguat Tipis-tipis, Bank Indonesia Bongkar Resep Jinakkan Rupiah
  • Efek Perang Timur Tengah Panjang, BI Perkirakan Inflasi Global Naik ke 4,4…

Belajar dari Turki

Dalam kajiannya, Yusuf menyoroti pengalaman Turki yang secara hukum menempatkan stabilitas harga sebagai mandat utama bank sentral. Namun, dalam praktiknya, intervensi politik membuat kebijakan moneter kehilangan independensi.

Pada kenyataannya, karena Gubernur Bank Sentral Turki diangkat oleh Presiden, Presiden ini sering kali menekan untuk menurunkan suku bunga. Sampai beberapa kali kemudian karena ada intervensi politik untuk menurunkan suku bunga, pada akhirnya inflasinya meningkat sampai 80 persen dan nilai Lira (mata uang Turki) jatuh,”

ujar Yusuf.

Menurut dia, pelajaran penting dari Turki adalah independensi bank sentral tidak cukup hanya dijamin dalam aturan hukum, tetapi juga harus terlindungi dalam praktik pengambilan kebijakan sehari-hari.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari Turki adalah, walaupun secara hukum itu ada, tapi kalau misalkan tidak dilindungi dari tekanan politik yang nyata, maka independensinya akan terganggu,”

bebernya.
Bursa Saham Global. (Sumber: Unsplash/Anne Nygård)
Bursa Saham Global. (Sumber: Unsplash/Anne Nygård)

Ketidakjelasan Mandat BI Pengaruhi Persepsi Pasar

Core Indonesia pun menilai hal tersebut relevan bagi Indonesia di tengah revisi UU P2SK yang memperluas mandat BI sekaligus membuka ruang evaluasi oleh DPR. Ketidakjelasan prioritas antara menjaga inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi dikhawatirkan dapat memengaruhi persepsi pasar terhadap kredibilitas bank sentral.

Oleh sebab itu, Core Indonesia merekomendasikan agar target inflasi tetap menjadi tujuan utama BI dalam aturan turunan UU P2SK. Menurut lembaga tersebut, dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi sebaiknya dilakukan sepanjang sasaran stabilitas harga tetap terjaga.

Prioritas harus jelas. Stabilitas harga itu adalah yang menjadi catatan utama untuk kebijakan bank sentral,”

imbuh Yusuf.
Baca juga:
BI Waspada Harga Pertamax Kerek Inflasi 0,25 Persen, 13 Provinsi… Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, kenaikan harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green…
Rupiah dan IHSG Malah Kompak Loyo Usai BI Naikkan Suku… Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak loyo pada…
Perkuat Nilai Tukar Rupiah, BI Kembali Naikkan Suku Bunga ke… Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar…
  • BI Waspada Harga Pertamax Kerek Inflasi 0,25 Persen, 13 Provinsi Dipantau Khusus
  • Rupiah dan IHSG Malah Kompak Loyo Usai BI Naikkan Suku Bunga
  • Perkuat Nilai Tukar Rupiah, BI Kembali Naikkan Suku Bunga ke Level 5,75…
Tag:Bank IndonesiaBank SentralCore IndonesiaIndependensi BIinflasiTurkiUU P2SK
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Babak Baru Timur Tengah: Trump Teken Memorandum Damai dengan Iran
By Natania Longdong
Presiden AS Donald Trump teken kesepakatan perdamaian dengan Iran disaksikan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
1
BEM Bersatu Dukung MBG, Ada Dugaan Skenario Pecah Belah Gerakan Mahasiswa
By Rika Pangesti
Kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan BEM Bersatu.
2
Sindir Tokoh yang Berubah Haluan Usai Dapat Jabatan, Islah Bahrawi: Jijik Lihatnya!
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berjalan di ruangan untuk memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
3
Bahlil Akui Pasokan Batu Bara PLN Menipis, Janji Tak Ada Pemadaman Listrik
By Anisa Aulia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kantor Kemenko Perekonomian (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
4
Baru Rilis, Lagu “Follow Me” yang Melibatkan Jihyo TWICE Langsung Bikin Fans Kaget
By Ossid Duha Jussas Salma
Jihyo TWICE
5

BERITA LAINNYA

Ekonom Core Indonesia Yusuf Rendy Manilet dalam acara diskusi media terkait Kawal Kredibilitas Bank Sentral, di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026
Ekonomi Bisnis

Revisi UU P2SK Dikritik, Ekonom Sebut Bisa Ganggu Kredibilitas BI

Center of Reform on Economics (Core) Indonesia menilai, revisi Undang-Undang Pengembangan dan…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
3 jam lalu
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan keterangan pers hasil Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kuartal I 2026 di Jakarta, Kamis (7/5/2026). KSSK menilai bahwa kondisi fiskal, moneter dan sektor keuangan selama triwulan I 2026 tetap dalam kondisi terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global seiring eskalasi konflik di Timur Tengah. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Ekonomi Bisnis

Mulai Menguat Tipis-tipis, Bank Indonesia Bongkar Resep Jinakkan Rupiah

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut nilai tukar rupiah sudah mulai menguat…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
Ilustrasi Dunia. (Sumber: Unsplash/Greg Rosenke)
Ekonomi Bisnis

Efek Perang Timur Tengah Panjang, BI Perkirakan Inflasi Global Naik ke 4,4 Persen 

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan, inflasi global naik ke 4,4 persen dari perkiraan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
Petugas bersiap melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/nz)
Ekonomi Bisnis

BI Waspada Harga Pertamax Kerek Inflasi 0,25 Persen, 13 Provinsi Dipantau Khusus

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, kenaikan harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up