Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 23 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Listrik Padam Bergilir, Ekonom Sentil PLN: Ibarat Punya Beras tapi Salah Jenis
Ekonomi Bisnis

Listrik Padam Bergilir, Ekonom Sentil PLN: Ibarat Punya Beras tapi Salah Jenis

iren natania longdongowrite-adi-briantika
Last updated: Juni 23, 2026 3:43 pm
Natania Longdong
Adi Briantika
Share
Dua anak mengaji menggunakan penerangan lilin saat pemadaman listrik bergilir di Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).
Dua anak mengaji menggunakan penerangan lilin saat pemadaman listrik bergilir di Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/kye)
SHARE

Pemadaman listrik bergilir yang berulang kali tak dipandang sebagai gangguan teknis semata. Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat berpendapat pemadaman listrik bergilir sejak 8 Juni, justru mencerminkan persoalan yang lebih mendasar dalam tata kelola sektor ketenagalistrikan nasional.

Daftar isi Konten
  • Monopoli
  • Stok dan Kualitas Batu Bara Jadi Penilaian
  • Sasar Kelompok Bawah
  • Ketergantungan

“Pemadaman bergilir memang bisa dipicu gangguan pembangkit, beban sistem, pemeliharaan jaringan, atau persoalan pasokan energi primer. Namun jika pemadaman terjadi berulang dan berdampak luas, ia tidak boleh berhenti disebut sebagai masalah teknis,”

kata Achmad pada Owrite, Selasa, 23 Juni 2026.

Menurut dia, dalam sektor yang bersifat vital, gangguan teknis yang berulang merupakan gejala persoalan tata kelola yang perlu mendapat perhatian serius.

Baca juga:
Demi Kejar Target Biodiesel B50, RI Bakal Kehilangan Cuan Ekspor… Kebijakan mandatori biodiesel B50 yang akan mulai diterapkan pada 1 Juli berpotensi…
Menteri Maman Ungkap Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa Pukul UMKM Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengakui pemadaman listrik bergilir…
Listrik Bergilir Bikin UMKM Menjerit, Pakar Ungkap Dampak yang Tak… Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Pulau Jawa sejak 8 Juni 2026…
  • Demi Kejar Target Biodiesel B50, RI Bakal Kehilangan Cuan Ekspor Sawit Rp67…
  • Menteri Maman Ungkap Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa Pukul UMKM
  • Listrik Bergilir Bikin UMKM Menjerit, Pakar Ungkap Dampak yang Tak Bisa Diremehkan

Monopoli

Achmad pun menyoroti posisi PT PLN (Persero) yang berada dalam struktur monopoli alamiah yang ditopang negara. Kondisi tersebut membuat masyarakat tidak bisa beralih pilihan ketika kualitas layanan mengalami gangguan.

“Konsumen tidak mudah berpindah kepada penyedia listrik lain ketika layanan buruk. Oleh sebab itu, akuntabilitas PLN dan pemerintah harus lebih tinggi daripada perusahaan biasa,”

ujar dia.

Ketiadaan mekanisme persaingan pasar seharusnya diimbangi dengan penguatan pengawasan dan akuntabilitas penyelenggara layanan listrik.

Stok dan Kualitas Batu Bara Jadi Penilaian

Achmad mencontohkan persoalan pasokan batu bara sebagai salah satu aspek yang menunjukkan kompleksitas tata kelola ketenagalistrikan. Kebutuhan batu bara PLN pada 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 154 juta ton, sementara kontrak yang tersedia sekitar 134 juta ton.

Selain persoalan volume, menurut Achmad, kualitas batu bara juga menjadi faktor penting karena tidak seluruh pembangkit dapat menggunakan spesifikasi yang sama.

“Ini artinya, pasokan aman di tingkat nasional belum tentu berarti aman di pembangkit tertentu. Ibarat dapur besar, memiliki beras di gudang tidak menjamin makanan matang jika beras yang datang salah jenis, terlambat, atau tidak sesuai kebutuhan dapur,”

terang dia.

Sasar Kelompok Bawah

Achmad mengkritik pula dampak pemadaman listrik paling besar justru dirasakan kelompok masyarakat berkemampuan paling terbatas untuk menghadapi gangguan tersebut.

“Kelompok paling terdampak bukan selalu yang paling keras bersuara. Mereka adalah rumah tangga berpendapatan rendah, pelaku usaha mikro dan kecil, pedagang makanan, pekerja informal, pasien yang bergantung pada alat listrik, serta warga di kawasan padat yang tidak memiliki cadangan energi,”

ucap dia.

Kemudian, masyarakat mampu dan perusahaan besar umumnya masih memiliki pilihan seperti genset, baterai cadangan, atau sistem back-up power. Sebaliknya, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah tidak memiliki bantalan yang sama.

“Di sinilah pemadaman listrik memperlihatkan wajah ketimpangan. Gangguan yang secara teknis sama dapat menimbulkan beban ekonomi yang berbeda. Satu jam listrik padam bagi rumah tangga mapan mungkin hanya berarti pendingin udara mati. Bagi pedagang kecil, satu jam itu bisa berarti pendapatan harian hilang,” .

kata dia

Ia menegaskan bahwa dampak pemadaman seharusnya tidak hanya diukur dari berapa lama gangguan berlangsung, tetapi juga dari kelompok masyarakat yang harus menanggung kerugian terbesar.

Ketergantungan

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa ketergantungan masyarakat terhadap listrik saat ini sudah sangat tinggi. Kapasitas terpasang pembangkit nasional pada akhir 2025 dilaporkan mencapai sekitar 107,51 gigawatt. Sementara konsumsi listrik per kapita meningkat dari 1.411 kWh pada 2024 menjadi 1.584 kWh pada 2025.

Merujuk data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah pelanggan PLN pada 2024 mencapai 92,87 juta pelanggan, dengan sekitar 84,66 juta di antaranya merupakan pelanggan rumah tangga.

“Angka ini menunjukkan bahwa listrik bukan lagi fasilitas tambahan, melainkan fondasi utama kehidupan sosial ekonomi,”

tutup Achmad.
Baca juga:
Negara Kalah dari Oligarki Batu Bara, PLN dan Rakyat Jadi… Wacana pemerintah untuk merevisi dan menaikkan harga batu bara untuk kebutuhan dalam…
Main di 'Dua Jalur', Pengamat Akui Nilai Tawar PDIP Makin… Kritik terkait sikap politik yang belakangan diarahkan kepada PDI Perjuangan terkait tudingan…
Pemadaman Listrik Bergilir Beri Efek Negatif ke Ekonomi, Airlangga Minta… Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui pemadaman listrik bergilir di berbagai…
  • Negara Kalah dari Oligarki Batu Bara, PLN dan Rakyat Jadi Korban
  • Main di 'Dua Jalur', Pengamat Akui Nilai Tawar PDIP Makin Mahal Jelang…
  • Pemadaman Listrik Bergilir Beri Efek Negatif ke Ekonomi, Airlangga Minta Ini ke…
Tag:Batu baraBerita PentinglistrikPemadaman ListrikPLNTata Kelola
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode di Tengah Kesulitan Rakyat: Tak Punya Nurani dan Mabuk Kekuasaan!
By Hardani Triyoga
pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara.
1
Viral! BEM UBK Ngaku Terima Uang Usai Temui Gibran di Istana, Mahasiswa Murka
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].
2
Pakar Bongkar Siapa yang Paling Diuntungkan dari Isu Prabowo-Gibran 2 Periode
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
3
Dilaporkan Soal Dugaan Korupsi Rp20 M, ITDC Ngaku Cuma Sediakan Lahan di Mandalika
By Rahmat Baihaqi
Kawasan Sirkuit Mandalika.
4
Episode Drama Baru Kasus MBG: Kepala BGN Nanik Deyang Masuk ‘Bidikan’ Kejagung
By Rahmat Baihaqi
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) berbincang dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kanan) saat mengikuti rapat koordinasi peningkatan kualitas program Makan Begizi Gratis (MBG) dan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Ekonomi Bisnis

Pemerintah Akui Mau Tarik Dana dari Himbara, Ini Kata Purbaya dan OJK

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait kabar penarikan bertahap Saldo Anggaran…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
7 menit lalu
Petugas mengalirkan bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) ke dalam drum penyimpanan di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026).
Ekonomi Bisnis

Demi Kejar Target Biodiesel B50, RI Bakal Kehilangan Cuan Ekspor Sawit Rp67 Triliun

Kebijakan mandatori biodiesel B50 yang akan mulai diterapkan pada 1 Juli berpotensi…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
27 menit lalu
Wisma Danantara Indonesia.
Ekonomi Bisnis

Benarkah Patriot-Merah Putih Bond Bisa Bikin ‘Pencuci Uang’ Kebal Hukum?

Investor yang membeli surat utang khusus berupa Patriot Bond dan Merah Putih…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
28 menit lalu
Nasabah melihat pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing di Kantor Cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Ekonomi Bisnis

Rupiah Amblas ke Rp17.859 dan IHSG Merosot ke 6.101, Pasar Ketar-ketir Nunggu MSCI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak melemah pada…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
44 menit lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up