Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 10 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Pakar IPB Ingatkan Bahaya Paralon pada Kue Putu, Berisiko Picu Gangguan Ginjal hingga Kanker
Kesehatan

Pakar IPB Ingatkan Bahaya Paralon pada Kue Putu, Berisiko Picu Gangguan Ginjal hingga Kanker

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Juni 23, 2026 4:23 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ilustrasi kue putu
Ilustrasi kue putu (Foto: unsplash.com)
SHARE

Kue putu merupakan jajanan tradisional masyarakat Indonesia. Terbuat dari tepung beras, jajanan ini memiliki cita rasa yang manis dan gurih.

Selain suara khas dari penjual kue putu, cara pembuatannya pun cukup unik. Pasalnya adonan kue putuh dimasukkan ke dalam batang bambu, kemudian dikukus di lubang-lubang alat kukus sederhana.

Seiring berkembangnya zaman, beberapa pedagang kini menggunakan pipa polyvinyl chloride (PVC) atau paralon sebagai cetakan sekaligus alat pengukus kue putu. Namun tahu kah kamu, bahwa penggunaan paralon untuk makanan itu berbahaya.

Pakar dari Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Eko Hari Purnomo, menyampaikan bahwa pipa PVC sebaiknya tidak digunakan untuk mencetak dan mengukus kue putu.

Baca juga:
Pakar IPB Ungkap Gizi Telur Asin Turun, Protein Bisa Berkurang… Di balik rasanya yang gurih dan daya simpannya yang lebih lama, telur…
Pakar IPB Sebut Dampak Sosial Pascabencana Sumatera Lebih dari Sekadar… Bencana alam yang melanda wilayah Sumatera tidak hanya merusak fisik rumah warga,…
  • Pakar IPB Ungkap Gizi Telur Asin Turun, Protein Bisa Berkurang hingga 30…
  • Pakar IPB Sebut Dampak Sosial Pascabencana Sumatera Lebih dari Sekadar Kerusakan Fisik

Fenomena pedagang yang beralih dari batang bambu ke pipa paralon ini dinilai sangat berbahaya karena dapat memicu perpindahan komponen plastik beracun ke dalam makanan.

Pipa paralon pada dasarnya dikembangkan untuk mengalirkan bahan dalam kondisi dingin, terutama jenis unplasticized PVC yang hanya bisa digunakan pada suhu di bawah 50 derajat celcius, sehingga tidak didesain untuk digunakan pada suhu tinggi,”

ungkap Eko dalam keterangannya.

Menurut Eko, proses pembuatan kue putu justru membutuhkan suhu tinggi. Pengukusan dilakukan menggunakan uap air bersuhu 100 derajat celcius agar terjadi gelatinisasi pati beras sebagai bahan utama pada suhu sekitar 80 derajat celcius.

Suhu ini dapat mengakibatkan migrasi/perpindahan komponen plastik dari pipa paralon ke dalam kue putu. Pipa paralon umumnya dibuat dari plastik PVC terutama jenis unplasticized PVC yang hanya bisa digunakan pada suhu di bawah 50 derajat celcius,”

ucapnya.

Ia menjelaskan, paparan suhu tinggi dapat memicu perpindahan berbagai zat kimia dari pipa PVC ke makanan. Salah satunya adalah stabiliser yang mengandung Pb (timbal), yang berpotensi menyebabkan gangguan pada ginjal.

Hasil Tes Mengejutkan! Mie Kuning di Pasar Diduga Mengandung Formalin, Ini Faktanya

Selain itu, terdapat kemungkinan migrasi monomer pembentuk PVC yang bersifat karsinogenik atau dapat memicu kanker.

Di tengah kekhawatiran tersebut, Eko menilai penggunaan bambu sebagai alat cetak dan pengukus tradisional tetap menjadi pilihan yang lebih aman.

Selain ramah lingkungan, penggunaan bambu juga membantu menjaga keaslian dan nilai budaya kuliner tradisional Indonesia.

Menurutnya, alat cetak dan kukus tradisional dari bambu merupakan alternatif yang aman dan lebih ramah lingkungan, dengan tetap memastikan proses pencucian dilakukan dengan baik. Hal tersebut sekaligus mempertahankan nilai kultural kuliner tradisional.

Kalaupun menggunakan cetakan plastik, harus dipilih jenis yang aman untuk pangan pada suhu tinggi,”

tambahnya.

Lebih lanjut, Eko menegaskan bahwa isu keamanan pangan tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Diperlukan peran bersama dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengenai penggunaan peralatan yang aman dalam proses pengolahan makanan.

Masalah keamanan pangan adalah menjadi tanggung jawab dari pemerintah, produsen, dan konsumen. Terkait keamanan pangan, maka otoritas keamanan pangan (BPOM), pemerintah daerah, dan perguruan tinggi dapat mengambil peran aktif untuk mengedukasi masyarakat,”

tutupnya.
Tag:Gangguan GinjangKue PutuPakar IPB
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Buntut Pasien BPJS Telantar Berjam-jam: PB IDI Minta Rumah Sakit Diaudit
By Syifa Fauziah
Ilustrasi koridor rumah sakit penuh sesak.
1
Cibir Keluhan Pasien BPJS dan Diduga Langgar Sumpah: IDI Bakal Panggil Dokter Nirempati
By Syifa Fauziah
Ilustrasi kritik sikap nirempati tenaga medis terhadap keluhan pasien BPJS.
2
Wasit Jadi Sorotan! Keputusan VAR di Laga Indonesia vs Singapura Tuai Polemik
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
3
Anak Sering Bawa Pulang MBG untuk Ibunya, BGN Kini Perketat Larangan
By Rika Pangesti
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 106162, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
4
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
5

BERITA LAINNYA

Saus Sachet (Foto: Magnific)
Kesehatan

Menkes Ingatkan Bahaya Saus Sachet, Bisa Picu Risiko Hipertensi

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh…

Hilwa UrwatulIvan OWRITE
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan
Kesehatan

Kemenkes Temukan 1 Juta Kasus Hipertensi Baru dari Pemeriksaan Ulang CKG

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan sekitar 1 juta kasus baru hipertensi dari pemeriksaan…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
BPJS Kesehatan
Kesehatan

Yurizal Tunggu 8 Jam di IGD Sebelum Meninggal, Pakar: Jangan Campuradukkan Tunggu Ruangan dan Tak Ditangani  

Kasus pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan, yang disebut menunggu hingga delapan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Ilustrasi rokok elektronik atau vape.
Kesehatan

Kemenkes Cuma Beri Peringatan Soal Kontroversi Konten Bigmo, Vape Disebut Tak Aman untuk Anak

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyoroti konten YouTuber Bigmo yang diduga melibatkan anak dalam…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up