Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 24 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / 2 Peserta SPPI Meningggal saat Latihan Militer, Pakar: Koperasi Butuh Manajer, Bukan Disiplin Barak
Nasional

2 Peserta SPPI Meningggal saat Latihan Militer, Pakar: Koperasi Butuh Manajer, Bukan Disiplin Barak

Hardani TriyogaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juni 24, 2026 11:49 am
By
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
4 jam lalu
Share
Pekerja menyelesaikan pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Mangasa, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (6/2/2026). Pemerintah menargetkan 60 ribu Koperasi Merah Putih dapat beroperasi hingga akhir Desember 2026.
Pekerja menyelesaikan pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Mangasa, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (6/2/2026). Pemerintah menargetkan 60 ribu Koperasi Merah Putih dapat beroperasi hingga akhir Desember 2026. (ANTARA FOTO/Arnas Padda/nz)
SHARE

Insiden dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang meninggal dunia jadi sorotan luas. Dua orang itu dilaporkan meninggal dunia saat Latihan militer.

Daftar isi Konten
  • Pemicu Meninggal
  • Batas yang Jelas

Pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat, mengkritisi proses calon pengelola koperasi desa harus kehilangan nyawa saat latihan dasar kemiliteran. Bagi dia, polemik yang jadi pertanyaan itu harus diajukan dengan jernih.

Namun bukan untuk meremehkan kedisiplinan, bukan pula untuk menolak pentingnya kepemimpinan.

Achmad menyoroti demikian, karena dua peserta yang meninggal merupakan putra putri bangsa Indonesia yang punya masa depan cerah.

Pemicu Meninggal

Dia mengutip penjelasan Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang menyebut Anisa Muyassaroh mengalami heat stroke saat mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.

Lalu, Yonanda Muhammad Taufiq meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung saat mengikuti pelatihan di Satdik Puslatpur Kodiklatad, Baturaja.

Dari penjelasan Kemhan, keduanya sudah melalui seleksi termasuk pemeriksaan Kesehatan, termasuk sudah memenuhi syarat mengikuti rangkaian pendidikan.

Kemhan juga menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh atas mekanisme seleksi kesehatan, pengawasan medis, penanganan peserta dengan kondisi khusus, serta sistem komunikasi dan pelaporan,”

kata Achmad, dalam keterangannya, Rabu, 24 Juni 2026.
Baca juga:
Usai 2 Peserta SPPI Meninggal, Latihan Militer untuk Kopdes Didesak… Latihan dasar militer atau Latsarmil dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI)…
2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latihan… Dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih…
BEM Persatuan Indonesia Desak Prabowo Evaluasi Total MBG dan Koperasi… Aliansi BEM Persatuan Indonesia yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa lintas perguruan…
  • Usai 2 Peserta SPPI Meninggal, Latihan Militer untuk Kopdes Didesak Dihentikan
  • 2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latihan Militer, Begini…
  • BEM Persatuan Indonesia Desak Prabowo Evaluasi Total MBG dan Koperasi Merah Putih

Namun, ia menekankan di titik itulah pertanyaan publik harus dimulai. Bila dua peserta yang disebut telah lolos seleksi kesehatan, tapi tetap meninggal dalam rentang awal pelatihan.

Apakah yang perlu diaudit hanya kondisi medis personal, atau desain kebijakan pelatihannya sejak awal?”

ujar Achmad.

Achmad mengingatkan koperasi desa seharusnya jadi instrumen ekonomi rakyat. Ia lahir dari semangat demokrasi ekonomi, partisipasi anggota, akuntabilitas usaha, dan kemampuan membaca kebutuhan lokal.

Ditambahkannya, koperasi yang sehat membutuhkan manajer yang paham pembukuan, rantai pasok, tata kelola anggota. Selain itu, mesti paham mitigasi kredit macet, logistik desa, pemasaran hasil tani dan nelayan.

Serta perlindungan terhadap kelompok kecil agar tidak kembali dikendalikan tengkulak,”

jelas Achmad.

Tapi, ia mengkritik alasan negara menempatkan calon pengelola koperasi dalam latihan dasar militer.

Ketika calon pengelola koperasi ditempatkan dalam kerangka latihan dasar kemiliteran, negara sedang mengirim sinyal yang membingungkan,”

ujarnya.
2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latihan Militer, Begini Penjelasan Kemhan

Dia juga menekankan masalah koperasi bukan terutama kurang baris berbaris. Tapi, masalah koperasi adalah lemahnya kelembagaan, rendahnya kapasitas manajerial, buruknya pengawasan, hingga rapuhnya integritas tata kelola.

Disiplin memang penting, tetapi disiplin ekonomi rakyat bukan disiplin barak. Disiplin koperasi adalah disiplin laporan keuangan, disiplin rapat anggota, disiplin pengadaan,”

tutur Achmad.

Diungkapkannya, koperasi juga membutuhkan disiplin transparansi harga, disiplin membayar kewajiban, dan disiplin melindungi anggota dari eksploitasi.

Achmad memahami Pemerintah punya target besar melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hal itu merujuk Inpres Nomor 9 Tahun 2025 yang ditetapkan pada 27 Maret 2025 menargetkan percepatan pembentukan, pengembangan, dan revitalisasi 80.000 koperasi desa/kelurahan.

Tujuannya dikaitkan dengan swasembada pangan, pembangunan dari desa, dan pemerataan ekonomi. Itu tujuan yang secara normatif penting,”

ujar Achmad.

Namun, sambungnya, perlu membedakan antara membangun karakter dan memindahkan logika militer ke urusan sipil. Achmad menilai, karakter kepemimpinan bisa dibangun melalui pelatihan tata kelola, simulasi krisis bisnis, pendampingan koperasi, magang di koperasi sukses, hingga pembelajaran rantai pasok pangan, dan pendidikan antikorupsi.

Semua itu jauh lebih relevan bagi calon manajer koperasi desa daripada latihan yang berisiko mengutamakan kepatuhan fisik,”

ujarnya.
Baca juga:
Teddy Bilang Harga Pertamax di RI Jauh Lebih Murah, Pakar:… Pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya soal harga Bahan Bakar Minyak (BBM)…
Puluhan Minimarket Disikat, Kebijakan Baru Picu Ancaman ‘Perang Dagang’ Lokal Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menutup 25 gerai minimarket…
Viral Seleksi Manajer Koperasi Desa di Stadion, Netizen: Ini Audisi… Baru-baru ini viral di media sosial momen diduga calon peserta yang mengikuti…
  • Teddy Bilang Harga Pertamax di RI Jauh Lebih Murah, Pakar: Bagi Rakyat…
  • Puluhan Minimarket Disikat, Kebijakan Baru Picu Ancaman ‘Perang Dagang’ Lokal
  • Viral Seleksi Manajer Koperasi Desa di Stadion, Netizen: Ini Audisi atau Interview…

Batas yang Jelas

Achmad menyampaikan, jika negara hendak melibatkan TNI dalam pelatihan sipil maka batasnya harus jelas. Meskipun secara legalitas program ini ditujukan untuk pengelola koperasi sipil.

Dan, bukan rekrutmen Komponen Cadangan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2019, adopsi penuh metode latihan dasar kemiliteran tetap memerlukan batas operasional yang jelas,”

lanjut Achmad.

Dia menyoroti dasar hukum pelibatan TNI. Begitu pun kurikulum latihan fisik disesuaikan dengan status peserta sebagai warga sipil.

Apakah ada protokol penghentian latihan saat indeks panas membahayakan? Apakah ada dokter, ambulans, alat pendinginan darurat, dan jalur rujukan rumah sakit yang cukup?”

jelas Achmad.

Baginya, deretan pertanyaan itu bukan sentimen antimiliter. Ia mengatakan pertanyaan itu menyangkut akuntabilitas kebijakan publik.

TNI memiliki fungsi pertahanan. Koperasi memiliki fungsi ekonomi rakyat. Ketika keduanya dipertemukan dalam satu program, negara wajib menjelaskan batas, tujuan, risiko, dan pertanggungjawaban,”

tuturnya.

Dia mengingatkan, jangan sampai bahasa bela negara malah jadi payung terlalu lebar untuk membenarkan semua bentuk pelatihan,

Bahkan ketika manfaatnya terhadap pengelolaan koperasi belum terbukti secara memadai,”

sebut Achmad.

Tag:KNPMKoperasiKoperasi Desa Merah PutihPakarSPPI
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Sadis Aniaya Pacar, Taufik Akan Diperiksa Kejiwaan dan Ditahan di Sel Khusus
By Rahmat Baihaqi
Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung.
1
Harga Gas Industri Meroket, DPR Turun Tangan Usai 55 Ribu Buruh Terancam PHK
By Rika Pangesti
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco (kedua kanan) dan Cucun Ahmad Syamsurijal (kanan) tiba untuk menyampaikan keterangan pers terkait potongan komisi untuk layanan ojek online (ojol) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
2
Prabowo Murka Lagi Bahas Korupsi: Kekayaan Negara Terlalu Banyak yang Hilang
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto berpidato saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syachona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Moch Asim/bar)
3
Penasihat Presiden Minta Dipahami, Malah Disindir Tak Selevel Mahasiswa
By Rahmat Tunny
Hasan Nasbi, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi. (Sumber: Youtube/Setpres)
4
2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latihan Militer, Begini Penjelasan Kemhan
By Rahmat Baihaqi
Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara
5

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo berpidato pada Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan di Gorontalo pada Selasa, 24 Juni 2026.
Nasional

Prabowo Sindir Kritikus MBG: Sini Datang, Tanya Langsung ke Bocah

Presiden Prabowo Subianto menantang pihak-pihak yang tidak setuju dengan program Makan Bergizi…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
4 menit lalu
Anggota Komnas HAM, Amiruddin Al Rahab.
Nasional

Negara Dinilai Belum Punya Pegangan Kuat untuk Pulihkan Hak Korban HAM Berat

Skema pemulihan hak korban pelanggaran HAM berat dinilai belum punya kepastian hukum…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
40 menit lalu
Presiden Prabowo hadir dalam Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan, di Gorontalo, 24 Juni 2026.
Nasional

Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Urus Pertanian, Tentara Sering di Sawah

Presiden Prabowo Subianto menyinggung fenomena unik yang menurutnya hanya bisa ditemukan di…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
56 menit lalu
Presiden Prabowo hadir dalam Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026, di Gorontalo, 24 Juni 2026.
Nasional

Rasuah Merajalela: Prabowo Tak Punya Tongkat Nabi Musa buat Musnahkan Koruptor

Presiden Prabowo Subianto mengakui tidak mudah mengentaskan korupsi di Indonesia. Sebab itu…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
57 menit lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up