Presiden Prabowo Subianto menantang pihak-pihak yang tidak setuju dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) datang langsung ke hadapannya dan melihat langsung manfaat di lapangan.
Hal tersebut dia lontarkan saat berpidato Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan di Gorontalo, Selasa, 24 Juni 2026. Awalnya Prabowo melihat salah seorang warga membawa spanduk bertuliskan “lanjutkan MBG”.
“Ada yang juga enggak setuju MBG,”
ucap Prabowo menanggapi spanduk warga itu.
Semestinya, kata Prabowo, orang yang menolak program unggulannya itu datang langsung ke depannya dan menemui langsung penerima manfaat MBG.
Prabowo kemudian meminta kepada pengkritik bertanya langsung kepada petani hingga anak-anak penerima manfaat.
“Mereka yang enggak setuju dengan MBG datang kesini. Tanya itu petani (dan) nelayan. Tanya itu anak-anak, MBG perlu atau tidak,”
kata dia.
Vital
Presiden mengaku mendapat bisikan dari pihak yang menyebut ada masalah lain yang lebih genting daripada lapar, tapi Kepala Negara tak setuju dengan itu.
“Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada yang lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada yang lebih penting daripada perut lapar,”
ujar dia.
Masalah kelaparan jadi persoalan serius sebab menyangkut kebutuhan manusia.
“Perut lapar itu harus segera diisi. Kalau tidak, dia mati,”
kata Prabowo.
Prioritas MBG bukan tanpa sebab, karena menurut laporan dari PBB bakal terjadi krisis pangan global. Sehingga pemerintah mengambil langkah lebih dulu untuk mengatasi hal tersebut dengan memperkuat ketahanan pangan.
























