Penulis buku Tere Liye melontarkan kritik terhadap pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang menyebut dirinya masih seperti dahulu sebagai orang kampung dan orang desa.
Menurut Tere Liye, pernyataan tersebut bertolak belakang dengan penilaiannya terhadap dinamika politik selama satu dekade kepemimpinan Jokowi.
Dalam unggahan di media sosialnya, Tere Liye menyoroti berbagai hal yang menurutnya menjadi warisan selama pemerintahan Jokowi, mulai dari menguatnya politik keluarga, kondisi penegakan hukum, hingga praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Aku masih seperti yang dulu. Masih orang kampung. Masih orang desa. Sungguh amazing yang masih percaya bualan ini,”
tulis Tere Liye yang dikutip dari lama Facebook pribadinya, Senin, 29 Juni 2026.
Dikatakan Tere Liye, publik seharusnya menilai kepemimpinan berdasarkan dampak yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar narasi yang disampaikan oleh seorang pemimpin.
Ia kemudian mengaitkan penilaiannya dengan posisi sejumlah anggota keluarga Jokowi yang kini menduduki jabatan publik maupun memiliki pengaruh politik.
Sepuluh tahun jadi presiden, orang ini dengan suksesnya membuat anak, mantu, keluarganya menjadi pejabat, kaya raya,”
tulisnya.
Tere Liye juga mengajak masyarakat membandingkan kondisi kehidupan mereka selama sepuluh tahun terakhir dengan perkembangan yang dialami keluarga mantan presiden tersebut.
Sepuluh tahun itu keluarga kalian apa kabarnya? Kalian dapat apa? Jika belum semua, berhentilah menjilati keluarga ini,”
tulis Tere Liye dalam unggahannya.
Selain menyinggung persoalan politik keluarga, Tere Liye juga menyampaikan kritik terhadap penegakan hukum selama pemerintahan Jokowi.
Yang saya tahu persis, sepuluh tahun orang ini berkuasa, buku bajakan benar-benar menggila. Penegakan hukum yang lain kacau balau, KKN menggila, etika jungkir balik,”
tutup Tere Liye salam unggahan itu.





















