Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 18 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Suhu Tembus 41 Derajat Bikin Eropa Jadi ‘Oven’, 1.300 Orang Tewas Akibat Silent Killer
Internasional

Suhu Tembus 41 Derajat Bikin Eropa Jadi ‘Oven’, 1.300 Orang Tewas Akibat Silent Killer

iren natania longdongowrite-adi-briantika
Last updated: Juni 29, 2026 3:55 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Fenomena 'Heat Dome'.
Fenomena 'Heat Dome'. (severe-weather.eu)
SHARE

Gelombang panas di Eropa mengakibatkan ribuan kematian. Hal itu disampaikan oleh Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Daftar isi Konten
  • Kewalahan
  • Sengatan Sang Surya

Rekor suhu panas kembali dipecahkan di berbagai negara Eropa, termasuk di Jerman, Polandia, dan Republik Ceko, pada Minggu, 28 Juni 2026, seiring gelombang panas ekstrem yang terus bergerak ke arah timur.

Dalam unggahannya di platform X, Tedros mengatakan lebih dari 1.300 kematian tambahan telah tercatat sejak 21 Juni terkait dengan suhu tinggi di Eropa.

“Stres terhadap panas sering disebut sebagai ‘silent killer‘ sementara rumah, tempat kerja, dan sekolah di Eropa tidak dibangun untuk suhu (panas) seperti ini,”

kata Tedros, dilansir dari BBC Internasional, Senin, 29 Juni 2026.
Baca juga:
Hukum Kaku ala Londo: Megawati Pertanyakan Keadilan Pencuri Labu vs.… Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengkritik penegakan hukum di Indonesia lantaran kerap…
Xavi Hernandez Resmi Jadi Pelatih Belanda, Debut Perdana Sudah Menanti… Federasi sepakbola Belanda resmi menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih kepala De Oranje.…
Panas Ekstrem Mengintai Pekerja Lapangan, Heat Stress Bisa Berujung Heat… Epidemiolog sekaligus pakar Global Health Security dari Griffith University dan Universitas YARSI,…
  • Hukum Kaku ala Londo: Megawati Pertanyakan Keadilan Pencuri Labu vs. Si Hobi…
  • Xavi Hernandez Resmi Jadi Pelatih Belanda, Debut Perdana Sudah Menanti Lawan Jerman
  • Panas Ekstrem Mengintai Pekerja Lapangan, Heat Stress Bisa Berujung Heat Stroke

Pada Minggu pagi, Kementerian Kesehatan Prancis juga melaporkan sekitar 1.000 kematian lebih banyak dari yang diperkirakan sejak minggu lalu.

Badan tersebut menyebut sebagian besar kematian tambahan terjadi pada kelompok usia 65 tahun ke atas. Peningkatan itu juga diikuti lonjakan 40 persen jumlah orang yang meninggal di rumah.

“Eropa adalah benua yang mengalami pemanasan tercepat di Bumi, memanas dua kali lipat dari rata-rata global,”

ujar Tedros memperingatkan.

Kewalahan

Ia kemudian menambahkan, jutaan orang di seluruh benua saat ini hidup di bawah panas ekstrem, ratusan orang telah meninggal, sekolah-sekolah ditutup, jaringan listrik kewalahan.

Pada 28 Juni, Jerman pun mencatat hari terpanas sepanjang sejarah untuk hari ketiga berturut-turut setelah suhu mencapai 41,7°C di wilayah timur negara itu, berdasarkan data awal.

Stasiun cuaca di Coschen, dekat perbatasan Polandia di Brandenburg timur, mencatat suhu 41,7°C sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

Sementara itu, Republik Ceko kembali mencatat rekor suhu tertinggi dalam dua hari terakhir, dengan suhu mencapai 41,1°C di Doksany, sebelah utara Praha, menurut Institut Meteorologi CHMI.

CHMI memperkirakan gelombang panas mencapai puncaknya pada hari Minggu, sebelum badai diprediksi melanda wilayah barat negara itu.

Polandia juga memecahkan rekor suhu tertinggi sepanjang masa setelah suhu mencapai 40,5°C di Kota Slubice. Hal itu disampaikan juru bicara Instytut Meteorologii i Gospodarki Wodnej (IMGW) atau Institut Meteorologi dan Manajemen Air kepada kantor berita AFP pada Minggu.

Tedros menegaskan perubahan iklim menjadi penyebab cuaca ekstrem tersebut. Ia pun kembali mengingatkan bahwa Eropa mengalami pemanasan dua kali lipat dari rata-rata global.

“Didorong oleh perubahan iklim dan pemanasan global, fenomena gelombang panas ‘sekali dalam satu generasi’ kini terjadi hampir setiap tahun,” ucap Tedros.

ujar Tedros memperingatkan.

Ia juga menyerukan negara-negara Eropa untuk menerapkan rencana aksi kesehatan terkait panas sebagai bagian dari upaya melindungi kesehatan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim.

Sengatan Sang Surya

Cuaca ekstrem pun telah mendorong berbagai otoritas di Eropa mengambil langkah-langkah drastis untuk mencegah penyakit yang berkaitan dengan panas. Pada Kamis, festival musik di Belanda dibatalkan menyusul peringatan merah yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat panas ekstrem.

Di Paris, para pejabat melarang konsumsi alkohol yang dibawa dari luar di tempat umum serta membatalkan pawai kebanggaan kota guna membantu layanan darurat yang kewalahan. Larangan tersebut mulai berlaku pada 26 Juni 2026 waktu setempat menjelang pertandingan Piala Dunia antara Prancis dan Norwegia, dan berlangsung hingga Minggu pagi.

Menurut Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez sedikitnya 74 orang telah tenggelam sejak awal gelombang panas.

“Sebagian besar kematian terjadi di badan air yang tidak diawasi seperti sungai, danau, dan kolam,”

kata dia kepada surat kabar Le Parisien.

Gelombang panas yang memecahkan rekor pada Juni ini dipicu oleh fenomena yang dikenal sebagai “kubah panas”. Pola cuaca tersebut menyebabkan udara turun melalui atmosfer, kemudian terkompresi dan memanas saat mencapai permukaan tanah.

Udara yang turun juga menjadi lebih kering sehingga tidak memungkinkan terbentuknya awan. Akibatnya, sinar matahari dapat memanaskan permukaan bumi secara lebih intens.

Baca juga:
Panas Makin Menyengat, Epidemiolog Ungkap Ancaman Heat Stress di Indonesia Cuaca panas ekstrem di Indonesia bukan lagi sekadar persoalan rasa gerah atau…
Panas Ekstrem Menggila, Warga Miskin Terancam Tak Bisa Berteduh Krisis iklim yang memicu panas ekstrem dan kekeringan mulai memberi dampak serius…
Mengenal Aurora: "Dansa" Cahaya Antariksa Penghias Langit Malam Kutub Bumi Aurora merupakan salah satu fenomena alam paling menakjubkan yang dapat disaksikan di…
  • Panas Makin Menyengat, Epidemiolog Ungkap Ancaman Heat Stress di Indonesia
  • Panas Ekstrem Menggila, Warga Miskin Terancam Tak Bisa Berteduh
  • Mengenal Aurora: "Dansa" Cahaya Antariksa Penghias Langit Malam Kutub Bumi
Tag:belandaeropaGelombang PanasJermanPanas EkstremPrancissuhu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Trending di OWRITE
Doa Menag di Istana Saat HUT RI ke-81 Viral, Netizen: “Kok Ada Persentase?”
By Ani Ratnasari
Menag Nasaruddin Umar dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
1
Prabowo Diapit Jokowi-Gibran di HUT RI, Sinyal Hubungan Kertanegara-Solo Baik-Baik Saja?
By Hardani Triyoga
Presiden RI Prabowo Subianto duduk diapit Presiden ke-7 RI Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Merdeka. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S).
2
BEM UI Demo, Bawa 8 Tuntutan “Merebut Kemerdekaan”
By Rahmat Baihaqi
Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Imawan.
3
BEM UI Gagal Long March ke Bundaran HI, Massa Tertahan di Depan Gedung UOB
By Rahmat Baihaqi
Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI tertahan aparat di depan gedung UOB saat ingin unjuk rasa menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat.
4
Rupiah Melemah ke Rp17.850 per Dolar AS, Ini Proyeksinya Sepanjang Hari Ini 
By Anisa Aulia
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi situasi di Gaza
Internasional

Menteri Israel Blak-blakan Serukan 30-40 Warga Palestina Harus Mati Setiap Hari

Menteri Keamanan Nasional Israel sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, menyerukan agar Israel membunuh…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
5 jam lalu
Ilustrasi serangan drone Houthi.
Internasional

Houthi Serang Armada Arab Saudi dengan Rudal dan Drone, Situasi Yaman Makin Membara

Kelompok bersenjata asal Yaman, Houthi menyerang sejumlah kapal angkatan laut dan depot…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
5 jam lalu
Sejumlah warga terdampak bencana gempa beristirahat di tenda pengungsian di Stadion Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. (ANTARA FOTO/Mega Tokan).
Internasional

Dunia Soroti Gempa M7,7 NTT, AS dan Arab Saudi Kirim Simpati untuk Warga Terdampak

Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah serta masyarakat…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
2 hari lalu
Gambar ilustrasi dibuat oleh AI
Internasional

The Guardian Bongkar Pabrik Meme Indonesia, Raup Cuan dari Politik AS-Australia

Laporan investigasi media asal Inggris, The Guardian berhasil mengungkap keberadaan jaringan ‘pabrik meme’ yang…

Ani RatnasariAmin-Suciady-Owrite
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up