Menteri Keamanan Nasional Israel sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, menyerukan agar Israel membunuh 30 hingga 40 warga Palestina setiap hari.
Ben-Gvir, pemimpin partai sayap kanan Jewish Power, menyampaikan pernyataan tersebut dalam podcast “October 8”. Pada Senin, 17 Agustus 2026, Jerusalem Post menerbitkan kutipan dari wawancara tersebut, di mana Ben-Gvir mengatakan Israel seharusnya tidak membatasi serangannya hanya pada mereka yang menimbulkan ancaman langsung, melainkan menyerukan serangan udara yang luas di seluruh Jalur Gaza.
Beberapa orang tidak layak untuk hidup… mereka sama sekali bukan manusia,”
kata Ben-Gvir, dikutip dari Middle East Monitor, Selasa, 18 Agustus 2026.
Seruan Dirikan Pemukiman Israel


Dia juga mengatakan bahwa warga Palestina yang tidak terlibat dalam pertempuran tidak boleh dikecualikan dari serangan Israel.
Selain itu, Ben-Gvir juga memperbarui seruannya agar permukiman Israel didirikan kembali di Gaza.
Saya menganggap seluruh Gaza sebagai milik kita,”
ujarnya.
Dia menambahkan bahwa permukiman tidak boleh terbatas pada bekas blok permukiman Gush Katif, yang dievakuasi Israel pada tahun 2005, tetapi harus meluas ke seluruh wilayah kantong tersebut.
Ia juga mendorong warga Palestina di Gaza untuk secara sukarela meninggalkan tanah leluhur mereka, dan menyerukan emigrasi sebanyak mungkin.
Warga Palestina di Tahanan Israel


Mengenai warga Palestina yang ditahan di penjara Israel, Ben-Gvir dengan bangga menyatakan bahwa mereka sangat menderita, dan menambahkan bahwa ia senang dengan kondisi tidak manusiawi yang para tahanan hadapi.
Ia pun menyerukan pelarangan terhadap kelompok-kelompok hak asasi manusia Israel yang mempromosikan koeksistensi antara Palestina dan Israel, seperti Peace Now dan Standing Together, dengan menuduh kelompok-kelompok tersebut mendukung terorisme.
Menurut kelompok hak asasi manusia Palestina dan Israel, sekitar 9.500 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak saat ini mendekam di penjara-penjara Israel.
























