Kelompok bersenjata asal Yaman, Houthi menyerang sejumlah kapal angkatan laut dan depot senjata milik Arab Saudi. Serangan Houthi dilakukan dengan menggunakan rudal serta drone.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui Telegram, juru bicara Houthi Yahya Saree mengatakan pasukannya menargetkan kapal angkut amfibi milik Arab Saudi beserta sejumlah kapal perang yang mengawalnya. Saree mengatakan serangan itu dengan melibatkan sejumlah rudal balistik.
Serangan rudal itu dilakukan secara presisi,”
kata Saree, dikutip dari Anadolu Ajansi, Selasa, 18 Agustus 2026.
Ia mengklaim beberapa kapal yang jadi sasaran sudah tenggelam. Sementara, kapal lainnya terbakar akibat serangan tersebut.
Selain kapal perang, Houthi juga menargetkan sebuah depot senjata Arab Saudi di kamp Sahn al-Jin, Provinsi Marib, Yaman tengah-timur, menggunakan sejumlah drone.
Sementara, pihak berwenang Arab Saudi juga belum memberikan tanggapan terkait klaim serangan tersebut.
Kelompok Houthi yang didukung Iran menguasai sebagian besar wilayah Yaman, termasuk ibu kota Sanaa, pada 2004. Peristiwa itu kemudian memicu perang saudara panjang antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi.
Sejak pecahnya konflik Israel dengan kelompok Hamas Palestina pada 2023, Houthi semakin terlibat dalam ketegangan regional. Houthi membela Hamas dengan melancarkan serangan rudal terhadap Israel serta menyerang kapal-kapal komersial yang terkait dengan Israel di Laut Merah.
Peningkatan pertempuran juga kembali ditambah konflik yang masih berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Ketegangan ini kembali memunculkan kekhawatiran bahwa Yaman bisa terjerumus ke dalam konflik berskala penuh.

























