Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup berlawanan pada perdagangan Senin, 29 Juni 2026. Rupiah menguat 0,40 persen ke level Rp17.851 per dolar Amerika Serikat (AS), sedangkan IHSG melemah 1,15 persen ke level 5.820.
Nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp9 triliun dengan melibatkan 13,7 miliar saham dalam 1,2 miliar kali transaksi. Sebanyak 228 saham naik, 264 tidak bergerak, dan 467 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser yakni PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) melemah 14,90 persen ke Rp1.770, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) ambruk 14,84 persen ke Rp109, dan PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) melemah 14,71 persen ke Rp145.
Sedangkan saham paling banyak dijual asing atau net foreign diantaranya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp173,95 miliar, PT Merdeka Gold Resources Tbk senilai Rp152,82 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp87,46 miliar.
Biang Kerok Rupiah


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan penguatan rupiah ini karena pelaku pasar masih menunggu sejumlah indikator ekonomi awal bulan Juli, yakni data neraca perdagangan Indonesia serta tingkat inflasi.
Kedua data tersebut diperkirakan menjadi pertimbangan penting dalam membaca kondisi ekonomi nasional dan arah pergerakan rupiah selanjutnya,”
ujar Ibrahim dalam riset hariannya.
Selain itu, keputusan pemerintah yang tidak menerima tawaran bantuan dana sebesar US$30 miliar dari Dana Moneter Internasional (IMF) dinilai menjadi sinyal bahwa pemerintah memiliki keyakinan terhadap kemampuan ekonomi nasional dalam menghadapi tekanan global.
Bagi pelaku pasar, keputusan tersebut mempertegas optimisme pemerintah terhadap kekuatan fundamental ekonomi Indonesia,”
terangnya.
Adapun untuk perdagangan Selasa besok, 30 Juni 2026, rupiah akan dibuka fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp17.800 hingga Rp17.860.























