Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima permintaan resmi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait anggaran Rp4 triliun. Anggaran itu akan digunakan untuk membangun perlintasan kereta imbas tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
Adapun Presiden Prabowo Subianto sudah mengatakan bahwa akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp4 triliun, yang akan digunakan untuk membangun flyover dan memperbaiki ribuan perlintasan kereta.
Sampai sekarang belum ada pengusulan dari Kementerian Perhubungan ke kami. Jadi kalau ada ya kami follow up segera,”
ujar Purbaya di Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.
Usulan Rp4 Triliun Dianggarkan pada 2027
Purbaya mengatakan bahwa usulan tambahan Rp4 triliun itu akan dianggarkan pada 2027. Namun, bila dibutuhkan percepatan maka akan ditindaklanjuti dengan segera.
Kami akan perhatikan masukan tersebut dan tahun depan akan kita anggarkan mungkin, tapi saya belum tahu berapa yang diusulkan. Yang jelas kami akan buat ini menjadi prioritas kita,”
jelasnya.


Perbaiki Ribuan Perlintasan
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan membenahi sekitar 1.800 titik perlintasan kereta api sebidang di Pulau Jawa yang merupakan warisan peninggalan Belanda.
Di Jawa ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini. Ini dari zaman, kira-kira dari zaman Belanda ya, sudah berapa puluh tahun. Sekarang lah segera kita selesaikan semua itu,”
ujar Prabowo.
Prabowo menyoroti, pentingnya pembaruan infrastruktur di perlintasan kereta yang dinilai sudah usang dan minim pengamanan. Maka dari itu, pemerintah akan anggaran besar untuk merealisasikan proyek tersebut.
Pelaksanaannya kita tunjuk, mari kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 triliun ya, Rp4 triliun. Demi keselamatan, karena itu sangat penting, kita sangat perlu kereta api, ya kita harus keluarkan itu,”
tegasnya.
























