Suasana konferensi pers Timnas Argentina jelang laga menghadapi Yordania di Piala Dunia 2026 menghadirkan momen yang berbeda dari biasanya. Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni secara terbuka mengungkap informasi yang selama ini selalu ia rahasiakan kepada media.
Keputusan itu diambil karena pertanyaan datang dari Enrique Macaya Marquez, jurnalis legendaris Argentina yang kini berusia 91 tahun.
Dalam sesi tanya jawab, Enrique Marquez langsung mengajukan dua pertanyaan yang menjadi perhatian seluruh awak media.
Saya ingin mengajukan dua pertanyaan yang akan merangkum seluruh konferensi pers ini, dan rekan-rekan saya akan membunuh saya,”
kata Marquez dikutip dari Marca, Selasa, 30 Juni 2026.
Dua pertanyaan dari Enrique Macaya terkait peluang Lionel Messi bermain dan strategi Scaloni.
Tetapi saya ingin Anda menjawabnya. Yang pertama adalah: Apakah Messi bermain? Dan yang lainnya adalah: bagaimana Anda akan menyusun tim?”
tanya Marquez.
Pertanyaan tersebut langsung membuat suasana ruang konferensi berubah karena menyentuh informasi yang biasanya tidak pernah dibahas Scaloni sebelum pertandingan.
Scaloni Beri Penghormatan Khusus
Sebelum menjawab, Scaloni terlebih dahulu menyampaikan rasa hormatnya kepada Macaya Marquez. Pelatih Argentina itu mengaku bangga melihat sang jurnalis masih aktif meliput Piala Dunia setelah puluhan tahun berkarier di dunia jurnalistik olahraga.
Sebelum saya menjawab Anda, Enrique, adalah suatu kegembiraan bagi saya bahwa Anda mengajukan pertanyaan, suatu kegembiraan melihat Anda di sini. Terima kasih telah datang. Kita sekarang berbicara tentang 18 Piala Dunia. Luar biasa,”
puji Scaloni dengan penuh rasa hormat.
Scaloni juga mengenang bagaimana sosok Marquez menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sejak masih berstatus pemain.
Ketika saya bermain di Argentina, saya selalu melihat Anda sepanjang waktu. Dan setiap kali Anda berbicara, itu adalah inspirasi bagi kami. Dan masih tetap demikian,”
kata Scaloni.
Karena rasa hormat tersebut, Scaloni akhirnya memberikan jawaban yang biasanya tidak pernah ia sampaikan kepada media.
Saya hanya akan menjawab pertanyaan ini karena itu Anda. Jika tidak, saya akan menghindarinya. Saya hanya menjawab karena Anda layak mendapatkannya. Messi tidak akan menjadi starter,”
ujar Scaloni.
Scaloni kemudian menjelaskan bahwa keputusan tersebut telah dibahas bersama Messi sebelum pertandingan.
Leo kemungkinan besar akan masuk di babak kedua.”Kami berbicara dan sepakat bahwa itu lebih baik seperti itu,”
tutur Scaloni.
Menurutnya, dengan Messi bermain di babak kedua maka itu juga bagus untuk sang mega bintang.
Itu juga baik baginya untuk tetap berada dalam performa kompetitif,”
lanjut Scaloni.
Strategi tersebut terbukti berjalan baik ketika Argentina akhirnya mengalahkan Yordania dengan skor 3-1.
Enrique Marquez sang Saksi 18 Piala Dunia
Penghormatan Scaloni bukan tanpa alasan. Enrique Marquez dikenal sebagai salah satu jurnalis olahraga paling berpengaruh di Argentina dan dunia. Ia mencatat sejarah dengan meliput 18 edisi Piala Dunia secara beruntun.
Perjalanan panjang itu dimulai sejak Piala Dunia 1958 di Swedia, ketika ia masih berusia 23 tahun dan melakukan perjalanan panjang demi meliput kemunculan Pele muda.
Selama hampir tujuh dekade, Macaya Marquez menjadi saksi berbagai momen bersejarah, mulai dari era Johan Cruyff, kejayaan Diego Maradona pada Piala Dunia 1986, hingga keberhasilan Lionel Messi membawa Argentina menjadi juara dunia pada edisi 2022.
Meski telah menginjak usia 91 tahun, semangat Enrique Macaya Marquez untuk meliput sepak bola dunia tetap tidak berubah.
Ia masih hadir langsung di Piala Dunia 2026 sebagai bagian dari perjalanan panjangnya sebagai jurnalis olahraga.
Marquez mengaku seolah-olah punya kewajiban untuk melakukan peliputan Piala Dunia.
Saya tidak tahu berapa lama lagi ini akan berlanjut, tetapi saya akan mencoba memanfaatkan sebaik-baiknya apa yang ada di depan saya,”
tutur jurnalis veteran tersebut penuh dedikasi.























