Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 30 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Prabowo Subianto
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / IESR Bongkar Sisi Gelap B50, Ingatkan Risiko Harga Pangan hingga Lingkungan
Ekonomi Bisnis

IESR Bongkar Sisi Gelap B50, Ingatkan Risiko Harga Pangan hingga Lingkungan

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Juni 30, 2026 7:22 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
3 jam lalu
Share
Petugas mengisi bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) ke bus di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026).
Petugas mengisi bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) ke bus di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026). (ANTARA FOTO/Abdan Syakura/bar)
SHARE

Rencana pemerintah Indonesia menerapkan mandatori biodiesel 50 persen (B50) mulai 1 Juli 2026 mendapat kritik dari Institute for Essential Services Reform (IESR). Lembaga tersebut mengingatkan bahwa penerapan kebijakan B50 memerlukan evaluasi secara menyeluruh.

Daftar isi Konten
  • B50 Berisiko Tekan Harga Pangan dan Lingkungan
  • Kendaraan Listrik Dinilai Lebih Efektif Tekan Emisi
  • Biodiesel Saja Dinilai Belum Cukup

Kebijakan pencampuran (blending) biodiesel dinilai dapat diterima sebagai strategi transisi, khususnya dalam jangka pendek untuk mengurangi impor solar. Namun, menurut IESR, kebijakan B50 tidak seharusnya menjadi strategi utama transisi energi dalam jangka panjang.

IESR juga menilai bahwa dibandingkan penerapan B50, elektrifikasi sektor transportasi dan penerapan standar efisiensi bahan bakar merupakan strategi yang lebih efektif untuk mencapai ketahanan dan kemandirian energi.

Baca juga:
Mentan Amran Bidik RI Ekspor CPO dan Kakao ke Belarus,… Kementerian Pertanian (Kementan) membuka peluang ekspor komoditas Crude Palm Oil (CPO) dan…
Jangan Asal Kejar B50! Popsi Warning Kebijakan Biodiesel Jadi Petaka… Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (Popsi) bersama Koalisi Transisi Bersih mengingatkan pemerintah…
Ketergantungan Batu Bara Masih Tinggi, IESR: Regulasi RI Terlalu Memihak… Institute for Essential Services Reform (IESR) menjelaskan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap batu…
  • Mentan Amran Bidik RI Ekspor CPO dan Kakao ke Belarus, Ini Alasannya
  • Jangan Asal Kejar B50! Popsi Warning Kebijakan Biodiesel Jadi Petaka Petani Sawit
  • Ketergantungan Batu Bara Masih Tinggi, IESR: Regulasi RI Terlalu Memihak Energi Fosil

Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa, mengatakan setiap kebijakan memiliki konsekuensi berupa biaya dan dampak.

Pemerintah perlu melihat penerapan B50 secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi pengurangan impor solar, tetapi juga dari dampaknya terhadap biaya, pasokan bahan baku, harga pangan, petani kecil, dan lingkungan,”

kata Fabby dalam keterangan resminya, Selasa, 30 Juni 2026.

B50 Berisiko Tekan Harga Pangan dan Lingkungan

B50 Biodiesel
B50 Biodiesel (Foto: Laman ESDM)

Diketahui, kebijakan percepatan penerapan B50 disusun saat terjadi krisis energi akibat penutupan Selat Hormuz pada akhir Februari yang memicu lonjakan harga minyak dunia dan mengganggu impor minyak Indonesia.

IESR mengingatkan adanya konsekuensi (trade-off) lintas sektor dari perluasan mandatori biodiesel. Peningkatan kebutuhan crude palm oil (CPO) untuk B50 berpotensi memengaruhi pasokan bahan baku sektor pangan, harga minyak goreng, inflasi, hingga kesejahteraan petani kecil.

Selain itu, meningkatnya permintaan bahan baku juga perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan tekanan baru terhadap daya dukung lingkungan dan tata kelola lahan.

IESR menilai dasar ekonomi penerapan B50 juga perlu dievaluasi kembali karena kondisi yang melatarbelakanginya telah berubah. Harga minyak dunia mulai turun, risiko gangguan impor minyak mereda, diversifikasi pasokan impor mulai dilakukan, serta produksi solar dari kilang dalam negeri, termasuk Kilang Balikpapan, mulai meningkat.

Di sisi lain, harga CPO masih berada pada level tinggi. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan biaya implementasi B50, terutama apabila selisih harga biodiesel dengan solar semakin lebar.

Untuk itu, pemerintah perlu menghitung ulang beban biaya kebijakan ini serta memastikan strategi mitigasi yang jelas sebelum memperluas penerapannya,”

ujarnya.
Baca juga:
Bahlil Ngaku Dimarahin Pelaku Usaha Karena Pangkas Impor BBM, Tapi… Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa kebijakan…
Prabowo Sebut BBM B50 Diluncurkan Juli 2026, Pede RI Tak… Presiden Prabowo Subianto meyakinkan diri bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat…
Demi Kejar Target Biodiesel B50, RI Bakal Kehilangan Cuan Ekspor… Kebijakan mandatori biodiesel B50 yang akan mulai diterapkan pada 1 Juli berpotensi…
  • Bahlil Ngaku Dimarahin Pelaku Usaha Karena Pangkas Impor BBM, Tapi Ini Jawabnya
  • Prabowo Sebut BBM B50 Diluncurkan Juli 2026, Pede RI Tak Impor Solar…
  • Demi Kejar Target Biodiesel B50, RI Bakal Kehilangan Cuan Ekspor Sawit Rp67…

Kendaraan Listrik Dinilai Lebih Efektif Tekan Emisi

Pengguna kendaraan listrik mengisi daya mobilnya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN UP3, Solo, Jawa Tengah
Pengguna kendaraan listrik mengisi daya mobilnya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN UP3, Solo, Jawa Tengah (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/nym.)

Analisis IESR menunjukkan elektrifikasi transportasi mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar, menekan emisi, sekaligus memperkuat kemandirian energi apabila pasokan listrik semakin banyak berasal dari energi terbarukan.

Berdasarkan pemodelan IESR, adopsi kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle atau BEV) berpotensi mengurangi emisi hingga 46 juta ton karbon dioksida pada 2060.

Dampaknya akan semakin besar apabila dikombinasikan dengan kebijakan pembatasan usia kendaraan. Langkah tersebut diproyeksikan mampu mendorong penggunaan sekitar 66 juta mobil listrik dan 143 juta sepeda motor listrik, sekaligus menekan emisi hingga 210 juta ton karbon dioksida pada 2060.

Selain itu, peningkatan penggunaan transportasi umum dari 16 persen menjadi 40 persen pangsa perjalanan diperkirakan mampu mengurangi emisi hingga 101 juta ton karbon dioksida pada tahun yang sama.

Biodiesel Saja Dinilai Belum Cukup

Di sisi lain, analisis IESR menunjukkan peningkatan mandatori biodiesel hingga B60 diproyeksikan mampu menurunkan emisi sekitar 88 juta ton karbon dioksida pada 2060. Namun, estimasi tersebut belum memperhitungkan emisi akibat perubahan penggunaan lahan.

Temuan ini menegaskan bahwa implementasi biodiesel saja akan memberikan dampak yang lebih kecil bagi penurunan emisi,”

jelasnya.

Lebih lanjut, Fabby menekankan pemerintah perlu memastikan kebijakan biodiesel tidak mengalihkan fokus dari agenda transisi energi yang lebih struktural.

Dalam jangka panjang, dekarbonisasi sektor transportasi membutuhkan kombinasi kebijakan yang lebih komprehensif, mulai dari percepatan kendaraan listrik, peningkatan kualitas transportasi publik, standar efisiensi kendaraan, pengembangan energi terbarukan, hingga penyediaan infrastruktur pengisian daya yang merata.

IESR mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi terbuka terhadap manfaat, biaya, dan risiko penerapan B50,”

ujar Fabby.

Menurut IESR, evaluasi tersebut penting agar kebijakan energi tidak hanya merespons kebutuhan jangka pendek, tetapi juga selaras dengan target dekarbonisasi, ketahanan energi, stabilitas harga, serta perlindungan masyarakat.

Kebijakan energi harus dirancang agar tidak menimbulkan beban baru bagi masyarakat maupun sektor lain,”

tegas Fabby.
Jangan Asal Kejar B50! Popsi Warning Kebijakan Biodiesel Jadi Petaka Petani Sawit
Tag:B50BiodieselCPOIESRmobil ListrikTransisi energi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Comeback Gila Brasil! Jepang Dipukul KO Lewat Gol Telat Martinelli, Tiket 16 Besar Aman
By Hadi Febriansyah
Gabirel Martineli jadi pembeda Brasil lawan Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026 (Foto: Dok. FIFA)
1
PSI Bantah ‘Magnet’ Jokowi Sudah Luntur: Lucu Aja Pengamat, Gak Apple to Apple
By Hardani Triyoga
Presiden ke-7 RI Jokowi di Lampung. (Foto: ANTARA FOTO/Ardiansyah).
2
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara Kasus Chromebook
By Rahmat Baihaqi
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim (tengah) didampingi para pendukung saat memasuki Gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026).
3
Jelang Putusan: 177 Hari Berkutat di Sidang Chromebook, Nadiem Makarim Sentil Sistem Hukum Nasional
By Rahmat Baihaqi
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim selesai membacakan duplik saat sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
4
Panas! PSI Sindir PDIP Tak Punya Hak Ceramahi soal Dinasti Politik, Ini Alasannya
By Rahmat Tunny
Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri saat peresmian renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur, Senin, 15 Juni 2026.
5

BERITA LAINNYA

Pelayaran Kapal Pelni. (Sumber: Dok. Pelni)
Ekonomi Bisnis

Resmi Berlaku 1 Juli! Pelni Naikkan Tarif Angkutan Muatan, Ini yang Terdampak

PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) melakukan penyesuaian tarif layanan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
2 jam lalu
Menteri Pertanian Amran Sulaiman
Ekonomi Bisnis

Mentan Amran Bidik RI Ekspor CPO dan Kakao ke Belarus, Ini Alasannya

Kementerian Pertanian (Kementan) membuka peluang ekspor komoditas Crude Palm Oil (CPO) dan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede. (Sumber: Owrite)
Ekonomi Bisnis

Pemerintah Guyur Perbankan Rp100 T Lagi, Ekonom: Bukan Karena Bank Sedang Krisis

Pemerintah akan kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke sejumlah perbankan,…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
BPJS Ketenagakerjaan
Ekonomi Bisnis

Kabar Baik! Kemenkeu Ungkap 1,6 Juta Pensiunan Dapet Pembebasan Pencairan JHT

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan pemerintah memberikan fasilitas tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up