Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 5 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Jangan Anggap Sepele Darah Tinggi, Begini Cara Mengatasi Hipertensi agar Terhindar dari Komplikasi
Kesehatan

Jangan Anggap Sepele Darah Tinggi, Begini Cara Mengatasi Hipertensi agar Terhindar dari Komplikasi

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Juli 1, 2026 2:55 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ilustrasi saat pemeriksaan hipertensi
Ilustrasi saat pemeriksaan hipertensi (Foto: Pexels/ Pavel Danilyuk)
SHARE

Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat Indonesia. Sayangnya, penyakit ini seringkali datang tanpa tanda-tanda yang jelas.

Daftar isi Konten
  • Kenapa Hipertensi Bisa Terjadi?
  • Haruskah Langsung Minum Obat?
  • Cara Mengatasi Hipertensi

Makanya tak sedikit juga orang yang baru mengetahui dirinya mengidap hipertensi setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, bahkan ada yang baru sadar setelah terjadi komplikasi.

Karena itulah hipertensi dijuluki sebagai the silent killer atau pembunuh senyap.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), seseorang dikatakan mengalami hipertensi apabila tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih.

Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, mulai dari penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan.

Baca juga:
Suka Minum Kopi Hitam? Ini Beragam Manfaatnya bagi Kesehatan Kopi hitam menjadi salah satu minuman yang banyak dikonsumsi untuk menemani aktivitas…
Gen Z Wajib Tahu! Orang Dulu Kuat Ngepel Jongkok, Mengapa… Pernah nggak lihat emak-emak atau nenek-nenek yang usianya sudah senja tapi masih…
Korban Asap Bertambah, DPR Desak Pemerintah Hitung Korban Kesehatan Akibat… Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, meminta pemerintah mengubah cara…
  • Suka Minum Kopi Hitam? Ini Beragam Manfaatnya bagi Kesehatan
  • Gen Z Wajib Tahu! Orang Dulu Kuat Ngepel Jongkok, Mengapa Sekarang Baru…
  • Korban Asap Bertambah, DPR Desak Pemerintah Hitung Korban Kesehatan Akibat Karhutla

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 juga menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1 persen pada penduduk dewasa. Artinya, sekitar satu dari tiga orang dewasa mengalami tekanan darah tinggi.

Kenapa Hipertensi Bisa Terjadi?

Hipertensi dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti usia, keturunan, atau penyakit tertentu seperti gangguan ginjal.

Namun, banyak juga faktor risiko yang sebenarnya bisa dikendalikan. Misalnya, terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi garam, kurang bergerak, merokok, kelebihan berat badan, stres berkepanjangan, hingga kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol.

Benarkah Minum Obat Hipertensi Bikin Ketergantungan? Ini Kata Ahli

Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki, semakin besar pula peluang seseorang mengalami hipertensi.

Haruskah Langsung Minum Obat?

Banyak orang mengira begitu didiagnosis hipertensi, mereka harus langsung mengkonsumsi obat seumur hidup. Padahal, tidak selalu demikian.

Menurut Kemenkes, pada beberapa kasus, terutama hipertensi yang masih tergolong ringan, dokter biasanya akan menyarankan pasien melakukan perubahan gaya hidup terlebih dahulu.

Langkah ini bertujuan membantu menurunkan tekanan darah secara alami sekaligus mencegah kondisi semakin memburuk.

Meski begitu, jika tekanan darah tetap tinggi atau sudah memiliki risiko komplikasi, dokter dapat memberikan obat antihipertensi yang harus dikonsumsi secara rutin sesuai anjuran.

Cara Mengatasi Hipertensi

Kabar baiknya, hipertensi termasuk penyakit yang dapat dikendalikan. Kuncinya adalah konsisten menerapkan pola hidup sehat.

Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:

  • Rutin berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari atau total 150 menit dalam seminggu. Seperti, jalan kaki, bersepeda, berenang, hingga senam aerobik.
  • Kurangi konsumsi garam hingga tidak lebih dari satu sendok teh atau sekitar 5 gram per hari.
  • Perbanyak konsumsi buah, sayur, ikan, dan makanan tinggi serat. Sebaliknya, batasi makanan cepat saji, makanan olahan, makanan tinggi lemak jenuh, dan kolesterol.
  • Jaga berat badan tetap ideal agar kerja jantung tidak semakin berat.
  • Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok.
  • Batasi konsumsi minuman beralkohol.
  • Kelola stres dengan baik melalui olahraga, tidur yang cukup, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan.
  • Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin, terutama jika memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga.
  • Salah satu alasan hipertensi berbahaya adalah karena sering tidak menimbulkan keluhan.

Gejala seperti sakit kepala hebat, nyeri dada, sesak napas, pandangan kabur, mual, atau detak jantung tidak teratur biasanya baru muncul ketika tekanan darah sudah sangat tinggi, bahkan bisa mencapai 180/120 mmHg atau lebih.

Pada kondisi tersebut, penderita berisiko mengalami keadaan darurat medis yang membutuhkan penanganan segera.

Karena itu, memeriksa tekanan darah secara berkala jauh lebih penting daripada menunggu gejala datang.

Kementerian Kesehatan juga mengajak masyarakat menerapkan pola PATUH agar tekanan darah tetap terkendali, yaitu:

  • Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter.
  • Atasi penyakit dengan pengobatan secara teratur.
  • Tetap menjaga pola makan sehat dan gizi seimbang.
  • Upayakan aktivitas fisik yang aman dan rutin.
  • Hindari asap rokok, alkohol, serta zat berbahaya lainnya.
  • Hipertensi memang tidak selalu bisa dicegah, terutama jika dipengaruhi faktor usia atau keturunan. Namun, risiko komplikasinya dapat ditekan dengan menjalani pola hidup sehat dan rutin memantau tekanan darah.

Kemenkes mengingatkan mengendalikan hipertensi sejak dini merupakan langkah penting untuk mencegah komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, hingga penyakit pembuluh darah.

Karena itu, jangan menunggu muncul gejala untuk mulai peduli pada kesehatan. Semakin cepat tekanan darah dikendalikan, semakin besar pula peluang hidup lebih sehat dan berkualitas.

Tag:darah tinggiHipertensiKesehatanKomplikasi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Buku Islam Ala Prabowo Viral Lagi, Judulnya Bikin Warganet Riuh
By Ani Ratnasari
Buku Islam Ala Prabowo.
1
Gempita Blahbatu: Wayan Dipta Membara, Lautan Kembang Api Buka BRI Super League 2026/2027
By Hadi Febriansyah
Opening Ceremony BRI Super League 2026/2027 berlangsung semarak di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat 4, September 2026.
2
Terungkap! 6 Juta Data MBG Ganda, BGN Kembalikan Rp311 Miliar ke Kas Negara
By Rika Pangesti
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) didampingi Wakil Kepala BGN Trenggono (kiri) dan Agustina Arumsari (kanan) menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
3
Raja Ampat Masih Dihantui Tambang Nikel, Masyarakat Adat Desak Gag Nikel Pergi
By Natania Longdong
Raja Ampat
4
Dalih Sudaryono Soal Masih Adanya Keracunan MBG: 80-90 Persen karena SOP Tak Dipatuhi
By Rika Pangesti
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)ÊSudaryono mencoba menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Bantarjati 09 dalam inspeksi mendadak di Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026).
5

BERITA LAINNYA

Menkes Mnekes Budi Gunadi Sadikin
Kesehatan

Maju Jadi Dirjen WHO, PR Domestik BGS Dinilai Bisa Jadi Bumerang

Pencalonan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) sebagai Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
15 jam lalu
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kedua kiri) didampingi Kepala Dinas Kesehatan Jombang Hexawan Tjahja Widada (kiri) menjawab pertanyaan wartawan usai meninjau program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terintegrasi dengan skrining tuberkulosis (TB) massal di SMA A Wahid Hasyim Ponpes Tebuireng Jombang, Jawa Timur
Kesehatan

BGS Hadapi Pesaing Kuat dalam Perebutan Kursi Dirjen WHO, Dicky: Tantangannya Berat

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) menghadapi tantangan berat dalam upaya meraih…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
16 jam lalu
Petugas kesehatan menunjukkan vaksin Human Papillomavirus (HPV) di SLB/E Prayuwana, Kraton, Yogyakarta
Kesehatan

Settlement US$50 Juta Merck Bukan Bukti Gardasil Berbahaya, Epidemiolog Jelaskan Faktanya

Isu pembayaran settlement lebih dari US$50 juta oleh Merck & Co. dalam…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Human Papillomavirus (HPV) kepada pelajar di SLB/E Prayuwana, Kraton, Yogyakarta
Kesehatan

Vaksin HPV untuk Anak Laki-Laki Bukan Cuma Gardasil, Begini Cara Kerjanya

Vaksin Human Papillomavirus (HPV) yang diberikan kepada anak laki-laki bekerja dengan cara…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up