Sariawan merupakan luka kecil yang muncul pada jaringan lunak di dalam mulut, seperti bibir bagian dalam, pipi, lidah, atau gusi. Meski umumnya tidak berbahaya, sariawan dapat menimbulkan rasa perih yang mengganggu saat makan, minum, maupun berbicara.
Sariawan yang berkepanjangan bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu yang memerlukan penanganan medis. Lantas, apa saja penyebab sariawan tak kunjung sembuh? Simak penjelasannya berikut ini.
Mengenali Sariawan yang Normal
Melansir dari laman Fakultas Kedokteran Gigi UGM, sariawan umumnya akibat iritasi ringan, misalnya karena tergigit saat makan, menyikat gigi terlalu keras, atau penggunaan kawat gigi. Biasanya, sariawan berbentuk bulat atau oval putih, berwarna putih atau kekuningan dengan tepian kemerahan, dan rasa nyeri.
Sariawan akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7 hingga 14 hari. Kondisi ini sering kali tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun, bila sariawan tidak kunjung sembuh, kondisi tersebut perlu diwaspadai.
Sebab Sariawan Tidak Kunjung Sembuh
Sariawan yang bertahan lebih dari dua minggu bisa disebabkan oleh kekurangan nutrisi, seperti vitamin B12, zat besi, dan asam folat, dapat menghambat proses penyembuhan luka di dalam mulut.
Selain itu, kondisi kesehatan tertentu seperti gangguan autoimun, infeksi jamur, penyakit radang usus, atau efek samping obat-obatan tertentu juga dapat membuat sariawan sulit sembuh. Tak hanya itu, stres berkepanjangan serta kebiasaan mengonsumsi makanan yang terlalu pedas, asam, atau panas juga dapat memperparah iritasi dan memperlambat pemulihan.
Jika tidak ditangani sesuai penyebabnya, sariawan yang berkepanjangan dapat menyebabkan rasa nyeri yang semakin mengganggu sehingga penderitanya kesulitan makan, minum, berbicara, bahkan menyikat gigi.
Sariawan Bisa Menjadi Tanda Kanker Mulut
Dalam beberapa kasus, sariawan yang tidak kunjung sembuh dapat menjadi salah satu tanda awal kanker rongga mulut. Sariawan yang patut dicurigai biasanya mengalami perubahan bentuk atau warna, terasa mengeras, atau membentuk benjolan maupun jaringan abnormal.
Kanker rongga mulut sendiri dapat menyerang berbagai bagian mulut, seperti lidah, dasar mulut, pipi bagian dalam, gusi, hingga langit-langit mulut. Cirinya luka akibat kanker mulut sering kali tidak terlalu nyeri pada tahap awal. Namun, luka tersebut terus menetap, membesar, dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyembuhan.
Langkah Mengatasi Sariawan
Jika sariawan tidak kunjung sembuh, beberapa langkah berikut dapat membantu mempercepat proses penyembuhan, antara lain:
- Jaga kebersihan mulut. Sikat gigi secara rutin menggunakan sikat berbulu lembut dan berkumur dengan obat kumur antiseptik untuk membantu mencegah infeksi serta menjaga luka tetap bersih.
- Gunakan obat sariawan. Oleskan gel atau obat khusus sariawan yang mengandung antiseptik atau pereda nyeri sesuai petunjuk penggunaan.
- Penuhi kebutuhan nutrisi. Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin B12, zat besi, dan asam folat untuk membantu proses perbaikan jaringan mulut.
- Hindari makanan pemicu iritasi. Kurangi konsumsi makanan yang terlalu pedas, asam, panas, atau bertekstur keras agar luka tidak semakin parah.
- Kelola stres dengan baik. Lakukan olahraga ringan, tidur yang cukup, atau teknik relaksasi karena stres dapat memicu dan memperlambat penyembuhan sariawan.
- Segera periksa ke dokter jika sariawan tidak kunjung sembuh. Jika sariawan berlangsung lebih dari dua minggu, sering kambuh, semakin membesar, berdarah, atau disertai benjolan dan kesulitan menelan, segera konsultasikan ke dokte
Mengenali penyebab sejak dini dan mendapatkan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi. Maka itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau dokter gigi apabila sariawan berlangsung lebih dari dua minggu




















