Liburan sekolah menjadi momen yang paling dinantikan anak-anak. Kesempatan untuk bebas dari rutinitas belajar sering dimanfaatkan dengan bermain lebih lama, akibatnya, jam tidur anak pun kerap berubah dan menjadi tidak teratur.
Agar anak tetap dapat menikmati masa liburan tanpa mengorbankan kesehatannya, orang tua perlu membantu menjaga pola tidur yang konsisten. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga jam tidur anak tetap sehat selama liburan sekolah.
Panduan Jam Tidur Anak Berdasarkan Usia
Melansir dari laman Kementrian Kesehatan, selain durasi tidur, waktu tidur malam juga perlu diperhatikan agar anak memperoleh istirahat yang berkualitas dan mendukung tumbuh kembangnya. Berikut pola tidur yang bisa disesuaikan dengan usia si kecil.
- Bayi Baru Lahir (0–3 Bulan)
Bayi baru lahir membutuhkan 14–17 jam tidur per hari, termasuk tidur siang. Tidur sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak.
- Bayi Usia 4–12 Bulan
Bayi usia 4–12 bulan membutuhkan 12–16 jam tidur per hari, termasuk tidur siang. Pada usia ini, pola tidur mulai lebih teratur dengan 2–4 kali tidur siang.
- Balita (1–2 Tahun)
Balita membutuhkan 11–14 jam tidur per hari, termasuk 1–2 kali tidur siang. Jadwal tidur yang konsisten membantu menjaga ritme tidur mereka.
- Anak Usia Prasekolah (3–5 Tahun)
Anak usia prasekolah membutuhkan 10–13 jam tidur per hari, termasuk tidur siang. Jika sudah tidak tidur siang, pastikan kebutuhan tidurnya terpenuhi pada malam hari.
Cara Menjaga Jam Tidur Anak Selama Liburan
Agar kebutuhan tidur sesuai usia dapat terpenuhi, orang tua perlu membangun rutinitas tidur yang konsisten. Kebiasaan ini membantu tubuh anak mengenali waktu istirahat sehingga mereka lebih mudah tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.
1. Tetapkan Jam Tidur dan Bangun yang Konsisten
Meski sedang libur sekolah, usahakan jam tidur dan bangun anak tetap teratur setiap hari. Jika ada perubahan, batasi maksimal sekitar 30 menit agar ritme tidur anak tidak terganggu.
2. Buat Rutinitas Sebelum Tidur
Lakukan kegiatan yang sama setiap malam, seperti mandi air hangat, membaca buku, menyikat gigi, atau berdoa. Rutinitas ini membantu anak mengenali bahwa sudah waktunya beristirahat.
3. Ciptakan Kamar Tidur yang Nyaman
Pastikan suhu kamar tidak terlalu panas atau dingin, redupkan lampu menjelang waktu tidur, dan minimalkan kebisingan agar anak lebih mudah terlelap dan tidurnya tidak mudah terganggu.
4. Batasi Penggunaan Gadget Sebelum Tidur
Hindari penggunaan ponsel, tablet, atau televisi setidaknya 1 jam sebelum tidur. Paparan cahaya dari layar dapat menghambat produksi hormon melatonin yang membantu tubuh mengantuk.
5. Tetap Aktif di Siang Hari
Ajak anak bermain atau berolahraga ringan di siang hari serta mendapatkan paparan sinar matahari pagi. Aktivitas fisik membantu anak lebih mudah tidur pada malam hari.
Menerapkan kebiasaan tidur yang baik selama liburan memang membutuhkan konsistensi dari orang tua. Namun, dengan jadwal tidur yang teratur dan lingkungan yang nyaman, anak tetap dapat menikmati masa liburan sekaligus memperoleh istirahat yang cukup untuk mendukung pertumbuhan, kesehatan, dan kesiapan kembali ke sekolah.





















