Pelatih Timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, menepis anggapan bahwa timnya memiliki kelemahan khusus ketika menghadapi negara-negara asal Eropa.
Menurut pelatih asal Argentina tersebut, catatan buruk yang dialami The Stars and Stripes hanyalah sebuah kebetulan dan bukan sesuatu yang harus dijadikan beban.
Saya tidak percaya itu. Mungkin itu hanyalah murni kebetulan semata,”
kata Mauricio Pochettino, dalam konferensi pers sebelum pertandingan.
Pernyataan itu disampaikan menjelang laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Amerika Serikat dengan Bosnia dan Herzegovina.
Pertandingan Amerika Serikat melawan Bosnia dan Herzegovina akan berlangsung pada Kamis 2 Juli 2026. Selain memburu tiket ke babak 16 besar, laga ini juga menjadi kesempatan bagi Christian Pulisic dan rekan-rekannya untuk mengakhiri catatan negatif saat menghadapi tim-tim asal Eropa.
Amerika Serikat datang ke pertandingan ini dengan modal kurang meyakinkan. Mereka tercatat menelan 10 kekalahan beruntun saat berhadapan dengan wakil Benua Biru.
Kekalahan terbaru terjadi saat takluk 2-3 dari Turki pada fase grup Piala Dunia 2026. Meski hasil tersebut tidak memengaruhi kelolosan, rekor buruk melawan tim Eropa kembali bertambah panjang.
Sebelum turnamen dimulai, Amerika Serikat juga kalah 1-2 dari Jerman dalam laga uji coba pada 6 Juni. Selain itu, mereka juga harus mengakui keunggulan Belgia dengan skor 2-5 dan Portugal 0-2.
Pochettino Jadikan Laga Kontra Bosnia Sebagai Tantangan Baru
Meski sadar dengan statistik yang kurang menguntungkan, Pochettino menegaskan bahwa sejarah tidak akan menentukan hasil pertandingan.
Sebaliknya, ia menilai performa tim di lapangan akan menjadi faktor utama dalam menentukan siapa yang berhak lolos ke babak berikutnya.
Jika memang demikian, artinya besok kami memiliki sebuah kesempatan yang bagus untuk melawan sejarah. Bukan hanya lawan Bosnia. Ini situasi yang bagus, tantangan lainnya,”
kata Pochettino.
Menariknya, kemenangan terakhir Amerika Serikat atas tim Eropa justru diraih saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina dalam laga uji coba pada 2021.
Rekor Buruk Terus Menghantui The Stars and Stripes
Sejak bermain imbang tanpa gol melawan Inggris pada Piala Dunia 2022, Amerika Serikat belum lagi mampu mengalahkan wakil Eropa.
Dalam periode tersebut, mereka mengalami kekalahan dari Belanda, Serbia, Slovenia, Swiss, Belgia, Portugal, Jerman, hingga Turki.
Meski demikian, Pochettino memilih untuk tidak terlalu memikirkan catatan tersebut dan lebih fokus menyiapkan timnya menghadapi pertandingan penting di fase gugur.
Amerika Serikat lolos ke babak 32 besar sebagai juara Grup B dengan koleksi enam poin hasil dari dua kemenangan dan satu kekalahan.
Sementara itu, Bosnia dan Herzegovina melaju sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik di grup yang dihuni Swiss dan Kanada.
Meski memiliki keuntungan bermain sebagai tuan rumah, Pochettino menolak menganggap timnya lebih diunggulkan.
Pertama, saya tidak percaya bahwa kami di laga ini sebagai favorit,”
kata Mauricio Pochettino, pelatih yang kini berusia 54 tahun.
Ia juga mengingatkan bahwa babak gugur telah menghadirkan banyak kejutan, termasuk tersingkirnya beberapa tim besar.
Kami harus berhati-hati saat kami mengatakan sesuatu. Saya mengerti, mungkin karena kami adalah tuan rumah Piala Dunia dan kami di sini juga dengan dukungan penuh dari fans. Tapi, saya kira kami juga sangat menghormati Bosnia,”
kata Pochettino.
Bosnia Justru Anggap Amerika Serikat Favorit
Berbeda dengan Pochettino, pelatih Bosnia dan Herzegovina, Sergej Barbarez, justru menilai Amerika Serikat lebih layak menyandang status unggulan.
Menurutnya, posisi sebagai juara grup, keuntungan bermain di kandang, serta kualitas pemain yang dimiliki menjadi alasan utama.
Ya, tentu saja mereka favorit. Mereka di posisi pertama dalam fase grup, mereka adalah tuan rumah dan nama-nama bintang di tim itu,”
kata Sergej Barbarez.
Meski demikian, Barbarez menegaskan bahwa timnya tidak terbebani dengan status tersebut.
Kami tidak keberatan dan bukan sebuah masalah menjadi tim underdog,”
dia menegaskan.
Pertandingan Amerika Serikat melawan Bosnia dan Herzegovina diprediksi berlangsung ketat. Bagi tuan rumah, laga ini bukan hanya soal mengamankan tiket ke babak 16 besar, tetapi juga menjadi kesempatan memutus tren negatif saat menghadapi tim-tim Eropa.
Di sisi lain, Bosnia datang tanpa tekanan sebagai tim nonunggulan dan berambisi menciptakan kejutan berikutnya di Piala Dunia 2026.
10 Laga Terakhir Amerika Serikat Lawan Tim Eropa
- 25/06/2026 Amerika Serikat 2-3 Turki (Piala Dunia)
- 06/06/2026 Amerika Serikat 1-2 Jerman (Uji coba)
- 31/03/2026 Amerika Serikat 0-2 Portugal (Uji coba)
- 28/03/2026 Amerika Serikat 2-5 Belgia (Uji coba)
- 10/06/2025 Amerika Serikat 0-4 Swis (Uji coba)
- 07/06/2025 Amerika Serikat 1-2 Turki (Uji coba)
- 20/01/2024 Amerika Serikat 0-1 Slovenia (Uji coba)
- 14/10/2023 Amerika Serikat 1-3 Jerman (Uji coba)
- 25/01/2023 Amerika Serikat 1-2 Serbia (Uji coba)
- 03/12/2022 Belanda 3-1 Amerika Serikat (Piala Dunia)





















