Kalau belakangan kamu sering melihat anak muda memakai earphone kabel, padahal TWS (True Wireless Stereo) semakin canggih, kamu nggak salah lihat. Di tengah perkembangan teknologi tanpa kabel, earphone kabel justru kembali jadi tren di kalangan Gen Z.
Menariknya, alasan di balik tren ini bukan sekadar soal harga atau kualitas suara. Buat banyak orang, earphone kabel kini menjadi bagian dari gaya berpakaian dan cara mengekspresikan diri.
Fenomena ini sejalan dengan tren Y2K fashion, yaitu kembalinya gaya awal tahun 2000-an yang sedang populer di media sosial. Mulai dari kamera digital, MP3 player, hingga earphone kabel, berbagai barang yang dulu dianggap biasa kini justru memberi kesan vintage dan autentik.
Dalam buku Consumer Culture and Postmodernism (1997), Mike Featherstone menjelaskan bahwa barang yang digunakan seseorang sering kali memiliki makna sosial, bukan hanya fungsi. Aksesori dan benda sehari-hari dapat menjadi simbol identitas sekaligus cara seseorang menunjukkan gaya hidupnya.
Bukan cuma itu, earphone kabel juga dianggap lebih praktis oleh sebagian orang. Tidak perlu mengisi daya, tidak khawatir baterai habis, dan tinggal colok untuk langsung digunakan. Di tengah kehidupan yang serba digital, kesederhanaan ini justru menjadi daya tarik tersendiri.
Ada juga alasan yang lebih menarik. Sebagian Gen Z memilih earphone kabel karena ingin mengurangi rasa “ribet” dari teknologi modern.
Dalam buku The Shallows: What the Internet Is Doing to Our Brains (2010), Nicholas Carr menjelaskan bahwa perkembangan teknologi yang semakin kompleks dapat membuat sebagian orang mencari pengalaman yang lebih sederhana dan minim distraksi.
Meski buku ini tidak membahas earphone secara khusus, konsep tersebut membantu menjelaskan mengapa banyak orang mulai kembali menyukai perangkat yang sederhana dan mudah digunakan.
Selain itu, media sosial juga punya peran besar. Foto mirror selfie dengan kabel earphone yang menjuntai, outfit bergaya streetwear, hingga konten “daily vlog” membuat earphone kabel semakin identik dengan estetika yang effortless. Bukan lagi sekadar alat mendengarkan musik, tetapi juga pelengkap penampilan.
Tentu saja, bukan berarti TWS kehilangan penggemar. Banyak orang tetap memilih perangkat nirkabel karena lebih nyaman untuk berolahraga atau beraktivitas.
Namun, tren earphone kabel menunjukkan bahwa keputusan membeli suatu barang tidak selalu didasarkan pada teknologi paling baru, melainkan juga nilai estetika, identitas, dan pengalaman yang ingin dirasakan.
Jadi, kalau sekarang kamu sering melihat earphone kabel muncul lagi di kampus, kafe, atau media sosial, bisa jadi itu bukan karena orang belum beralih ke TWS.
Justru, earphone kabel sedang menjalani “comeback” sebagai salah satu fashion item yang merepresentasikan gaya khas Gen Z.
Suka bahas tren, psikologi, lifestyle, dan fenomena unik lainnya? Yuk, share artikel ini dan jangan follow Instagram @sefruitmedia supaya nggak ketinggalan konten seru setiap harinya!











