Arab Saudi mengirimkan delegasi resmi untuk menghadiri rangkaian pemakaman kenegaraan mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei yang berlangsung di Teheran. Kehadiran utusan Kerajaan Saudi jadi perhatian di tengah dinamika hubungan kedua negara yang dalam beberapa tahun terakhir.
Mengutip dari laporan Arab News, Minggu, 5 Juli 2026, delegasi Saudi dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Waleed Elkhereiji. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan belasungkawa dari Raja Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan penyampaian belasungkawa tersebu saat Elkhereiji menghadiri prosesi penghormatan terakhir bagi Khamenei di ibu kota Iran pada Sabtu, Waktu setempat.
Prosesi pemakaman kenegaraan Khamenei diperkirakan berlangsung selama beberapa hari. Upacara diawali dengan penghormatan di Grand Mosalla, Teheran.
Di Grand Mosalla, ada peti jenazah Khamenei yang diselimuti bendera ditempatkan bersama peti jenazah sejumlah anggota keluarganya yang juga tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel pada 28 Februari 2026.
Suasana duka menyelimuti berbagai wilayah Iran. Televisi pemerintah menayangkan ribuan warga yang berkumpul di sejumlah kota sejak malam hari.
Mereka meneriakkan slogan-slogan yang mendukung sistem pemerintahan Republik Islam Iran serta mengecam AS dan Israel.
Pemerintah Iran memperkirakan jutaan warga akan memadati jalan-jalan di Teheran sepanjang rangkaian pemakaman berlangsung.
Besarnya jumlah pelayat diperkirakan menghadirkan suasana yang mengingatkan pada prosesi pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989, yang juga dihadiri lautan manusia.
Kehadiran delegasi Saudi dalam prosesi tersebut menjadi salah satu sorotan dunia internasional. Hal itu mengingat hubungan diplomatik Riyadh dan Teheran yang sempat memburuk selama bertahun-tahun. Salah satunya saat serangan balasan Iran yang menargetkan aset fasilitas militer AS di sejumlah negara Timur Tengah termasuk Saudi.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir hubungan diplomatik kedua negara mulai membaik. Di tengah prosesi penghormatan terakhir bagi Ali Khamenei, langkah Riyadh mengirim utusan resmi juga dinilai sebagai bagian dari komunikasi diplomatik antara kedua negara.
























