Iran sudah mulai rangkaian upacara pemakaman kenegaraan selama enam hari untuk mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Rakyat Iran memadati Teheran untuk mengikuti prosesi yang digelar lebih dari empat bulan setelah Khamenei tewas terbunuh imbas serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel di Iran, 28 Februari 2026.
Melansir dari Middle East Eye, Minggu, 5 Juli 2026, prosesi pemakaman akan berlangsung selama enam hari. Rangkaian itu termasuk sejumlah acara di Irak sebelum Khamenei dimakamkan di kota Mashhad, Iran timur laut.
Pihak berwenang memperkirakan antara 15 hingga 20 juta orang akan menghadiri rangkaian upacara di Teheran saja. Sementara itu, para pejabat yang berasal lebih dari 100 negara juga diperkirakan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Di antara tamu yang dijadwalkan hadir adalah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Angkatan Darat Marsekal Lapangan Asim Munir, yang memainkan peran kunci dalam memediasi pembicaraan dengan AS selama perang.
Selain itu, para pejabat senior dari Rusia, Tiongkok, India, dan Afghanistan juga diperkirakan menghadiri pemakaman.
Di Teheran, peti jenazah Khamenei yang diselimuti kain dan diletakkan di bawah sorban hitamnya ditempatkan di Grand Mosalla. Adapun para pelayat yang sebagian besar mengenakan pakaian hitam, mulai berdatangan bahkan sebelum fajar.
Televisi pemerintah mengumumkan dimulainya upacara pemakaman kenegaraan resmi tak lama setelah pukul 06.00 waktu setempat.
Banyak pelayat membawa bendera merah bertuliskan ‘Martir’. Di tengah kerumunan, terdengar teriakan “Matilah Amerika”, “Matilah Israel”, dan “Balas dendam, balas dendam”.
Perhatian publik juga tertuju pada kemungkinan kemunculan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei, yang belum pernah tampil di depan umum sejak dia menggantikan ayahnya. Mojtaba dikabarkan terluka selama konflik sejak menggantikan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi pada Maret lalu.
Mojtaba sejauh ini hanya menyampaikan pernyataan tertulis yang kemudian disiarkan media Iran.
Bagi banyak warga Iran, Ali Khamenei merupakan satu-satunya pemimpin tertinggi yang pernah mereka kenal. Khamenei menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini setelah sebelumnya menjabat sebagai presiden selama Perang Iran-Irak.
Hampir empat dekade kepemimpinan Khamenei, hubungan Iran dengan AS panas.
Para pejabat Iran juga sudah menyerukan masyarakat untuk menghadiri prosesi pemakaman sebagai bentuk penghormatan kepada Khamenei, yang meninggal dunia pada usia 86 tahun.





















