Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta bertemu dengannya di Gedung Putih, dan pertemuan itu bisa berlangsung paling cepat minggu depan.
Kami bergaul dengan sangat baik. (Netanyahu) tahu siapa bosnya,”
kata Trump, dikutip dari Middle East Monitor, Minggu, 5 Juli 2026.
Ini akan menjadi pertemuan pertama antara kedua pemimpin sejak pertemuan mereka pada Februari lalu, ketika Netanyahu mempresentasikan rencananya untuk perang bersama melawan Iran.
Seorang pejabat Israel mengatakan pekan depan mungkin terlalu cepat karena kunjungan Trump ke Turki untuk KTT NATO pada 7-8 Juli, dan mengatakan pertemuan tersebut mungkin akan berlangsung minggu berikutnya.
Kantor Netanyahu juga mengatakan bahwa perdana menteri mereka menelepon Trump pada Jumat, 3 Kuli 2026, untuk mengucapkan selamat atas Hari Kemerdekaan AS ke-250, dan mencatat bahwa kedua pemimpin sepakat untuk segera bertemu di Amerika Serikat.
Lebih jauh Trump menekankan bahwa ia mengikuti upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang dibunuh pada hari pertama perang dalam operasi gabungan AS-Israel.
Trump pun mengklaim bahwa Iran sangat ingin mencapai kesepakatan, tetapi kedua belah pihak memutuskan untuk menunda pembicaraan selama seminggu hingga acara pemakaman Khamenei berakhir. Sementara itu, katanya, tidak ada pihak yang akan saling menyerang.
Mereka semua ada di sana. Satu tembakan (dan kita bisa menyingkirkan mereka semua) tetapi kita tidak akan melakukan itu karena kita tidak akan punya siapa pun untuk diajak bernegosiasi (jika serangan itu terjadi,”
imbuhnya.






















