Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 6 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Megapolitan / Sudah Sepekan Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Ini Alasan Asap Masih Terus Mengepul
Megapolitan

Sudah Sepekan Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Ini Alasan Asap Masih Terus Mengepul

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Juli 6, 2026 11:26 am
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
3 jam lalu
Share
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat (tengah) berbincang dengan Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH Rasio Ridho Sani (kedua kiri) saat meninjau kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat (tengah) berbincang dengan Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH Rasio Ridho Sani (kedua kiri) saat meninjau kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nz)
SHARE

Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, kini telah memasuki hari ketujuh, sejak dilaporkan mulai terjadi kebakaran dan meluas pada Selasa, 30 Juni 2026.

Daftar isi Konten
  • KLH: Api Berada di Bawah Gunungan Sampah
  • Ratusan Warga Terdampak Asap
  • WALHI: Akar Masalahnya Sistem Open Dumping
  • Berupaya Menuntaskan Pemadaman

Meskipun warga setempat sempat melaporkan adanya kepulan asap yang mulai terlihat sejak Minggu, 28 Juni 2026, titik api utama dan kebakaran yang memicu penanganan darurat secara masif baru berkobar pada tanggal 30 Juni.

Mengutip dari data Pemkab Tanggerang, per 5 Juni 2026 titik api yang sebelumnya mencapai sekitar 70 persen kini berhasil ditekan hingga tersisa sekitar 3,6 persen.

Namun, kepulan asap masih terus terlihat dari beberapa titik area tumpukan sampah yang terbakar, yang jadi tanda proses pemadaman belum bisa dinyatakan selesai.

Berdasarkan keterangan Pekab Tangerang, luas TPA Jatiwaringin mencapai 33 hektar dengan area aktif seluas 27 hektar. Dari luas tersebut, sekitar 15 hektar terdampak kebakaran.

Baca juga:
Bukan Mukul Bola Malah Injak Kepala! Polisi Usut Penganiayaan Caddy… Seorang caddy golf perempuan diduga menjadi korban penganiayaan di Modern Golf Tangerang.…
Arus Balik Usai Long Weekend: 70 Ribu Kendaraan 'Ngegas' Serbu… Arus balik kendaraan menuju wilayah Jabodetabek masih mendominasi pergerakan lalu lintas pada…
Belum Ada Sebulan Polda Metro Jaya Tangkap 173 Pelaku Begal,…  Tim Pemburu Begal Polda Metro Jaya mencatat telah mencokok 173 pelaku kriminal…
  • Bukan Mukul Bola Malah Injak Kepala! Polisi Usut Penganiayaan Caddy Golf Tangerang
  • Arus Balik Usai Long Weekend: 70 Ribu Kendaraan 'Ngegas' Serbu Jabodetabek
  • Belum Ada Sebulan Polda Metro Jaya Tangkap 173 Pelaku Begal, Ini Kasus…

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan penanganan kebakaran ini dilakukan melalui kolaborasi antara Pemkab Tangerang bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Manggala Agni, TNI, Polri, serta para relawan.

KLH: Api Berada di Bawah Gunungan Sampah

Merujuk pada laman Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), kebakaran di TPA Jatiwaringin memiliki karakteristik yang berbeda dengan kebakaran biasa sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk dipadamkan.

Hampir 24 Jam Asap Masih Mengepul di TPA Jatiwaringin, 30 KK Terpaksa Mengungsi

Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono menjelaskan api sebenarnya masih menyala di bagian bawah timbunan sampah meski permukaan terlihat telah padam.

Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti kebakaran lahan gambut. Api dapat terus menyala di dalam timbunan sampah dan sewaktu-waktu muncul kembali ke permukaan.

Selain itu, pembusukan sampah menghasilkan gas metana (CH₄) yang mudah terbakar sehingga meningkatkan risiko munculnya kembali titik api, bahkan berpotensi menimbulkan ledakan apabila tidak ditangani secara tepat.

Di atasnya mungkin sudah terlihat padam, tetapi ketika dilihat di bagian bawahnya masih ada apinya. Kapan saja bisa terus terbakar, ada CH4-nya dan bisa ada potensi ledakan juga,”

kata Diaz Dikutip dari laman KLH.

Karena karakteristik tersebut, KLH menilai penyiraman air dari permukaan saja tidak akan cukup untuk memadamkan api yang berada jauh di dalam timbunan sampah.

Merujuk pada laman Pemkab Tanggerang, berbagai metode telah diterapkan untuk mempercepat proses pemadaman.

Selain penyemprotan air dari darat, pemerintah juga telah mengerahkan helikopter untuk melakukan water bombing.

KLH juga memanfaatkan drone untuk memetakan titik panas sehingga proses pemadaman dapat dilakukan lebih tepat sasaran.

KLH meminta bantuan Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan. Tim tersebut memiliki pengalaman menangani kebakaran lahan gambut dengan metode injeksi air hingga ke bagian bawah timbunan sehingga lebih efektif menjangkau bara api yang tidak terlihat dari permukaan.

Selain itu, pemerintah juga merencanakan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna membantu mempercepat proses pemadaman.

KLH telah memasang dua unit mobile monitoring system untuk memantau kualitas udara di sekitar lokasi. Pemantauan meliputi kadar PM2.5, PM10, sulfur dioksida (SO₂), dan nitrogen dioksida (NO₂), yang beberapa di antaranya dilaporkan berada di atas baku mutu akibat kepulan asap kebakaran.

Ratusan Warga Terdampak Asap

Berdasarkan data dari Pemkab Tangerang, dampak kebakaran tidak hanya dirasakan di area TPA, tetapi juga oleh masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

Sebanyak 210 warga telah menjalani pemeriksaan kesehatan di dua posko yang didirikan. Dari jumlah tersebut, ditemukan 72 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ringan. Namun, seluruh pasien telah mendapatkan penanganan di tingkat puskesmas tanpa harus dirujuk ke rumah sakit.

Pemerintah Kabupaten Tangerang juga membuka posko pengungsian di Kantor Desa Tanjakan Mekar dan Perumahan Rajeg Hills.

Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah bersama anggota DPRD Provinsi Banten, DPRD Kabupaten Tangerang, camat, kapolsek, kepala desa, dan sejumlah perangkat daerah juga meninjau langsung kedua posko tersebut.

Menurut Intan, kunjungan dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan dengan baik sekaligus mendengarkan langsung kondisi masyarakat yang terdampak asap.

Ia menjelaskan jumlah pengungsi sempat mengalami perubahan setiap hari mengikuti kondisi di lapangan.

Pada 30 Juni tercatat 62 jiwa mengungsi, kemudian meningkat hingga mencapai 302 orang pada 4 Juli. Sementara pada 5 Juli jumlah warga yang masih berada di pengungsian menurun menjadi 20 orang.

WALHI: Akar Masalahnya Sistem Open Dumping

Sementara itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menilai kebakaran TPA Jatiwaringin bukan sekadar bencana biasa, melainkan akibat dari buruknya sistem pengelolaan sampah yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Menurut WALHI, TPA Jatiwaringin menerima sekitar 1.366 hingga 2.700 ton sampah setiap hari. Besarnya volume sampah tersebut menyebabkan timbunan organik terus membusuk dan menghasilkan gas metana dalam jumlah besar.

Pengkampanye Urban Berkeadilan WALHI Nasional Wahyu Eka Styawan mengatakan praktik open dumping menjadi penyebab utama tingginya risiko kebakaran di TPA.

Selama metana terus diproduksi dalam sistem open dumping dan penumpukan sampah organik bercampur dengan jenis lainnya, kebakaran seperti ini bukan sekadar kemungkinan, melainkan keniscayaan,”

ujarnya seperti dikutip dari laman WALHI.

WALHI juga menilai penyiraman air hanya mampu memadamkan api di permukaan. Sementara itu, sumber panas di bagian bawah gunungan sampah tetap menyala sehingga asap terus muncul selama bara api belum benar-benar padam.

Berupaya Menuntaskan Pemadaman

Menurut laman Pemkab Tangerang, pemerintah telah menerapkan status tanggap darurat selama 14 hari agar seluruh proses penanganan dapat dilakukan secara maksimal.

Tim gabungan juga terus melakukan pemadaman, pemantauan titik panas, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan logistik, hingga pengawasan terhadap keselamatan petugas di lapangan.

Meski titik api kini tinggal menyisakan sekitar 3,6 persen, pemerintah mengakui proses penuntasan kebakaran membutuhkan waktu karena karakteristik api yang berada jauh di bawah timbunan sampah.

Tag:JabodetabekKebakaran TPA JatiwaringinTangerangTPA Jatiwaringin
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Magis Firaun Siap Bikin Messiah Menangis?
By Hadi Febriansyah
Messi vs Salah dalam Piala Dunia 2026.
1
Pakar Kritik Langkah Utus Dubes ke Pemakaman Khamenei: Publik Bisa Curiga Pemerintah Memihak AS-Israel
By Natania Longdong
Warga Iran berduka saat mengikuti proses pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei (Foto: WANA).
2
Derbi Iberia Piala Dunia 2026: Laga Terakhir Ronaldo atau Panggung Bocah Ajaib Lamine Yamal?
By Hadi Febriansyah
Cristiano Ronaldo vs LAmine Yamal dalam derbi Iberia Piala Dunia 2026.
3
KPK Endus Dugaan Aliran Uang ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Kasus Abdul Wahid Melebar
By Rahmat Baihaqi
Gubernur Riau Abdul Wahid (tengah), Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M Nursalam (kiri), dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP) Provinsi Riau M Arief Setiawan (kanan)
4
Sudah Sepekan Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Ini Alasan Asap Masih Terus Mengepul
By Ani Ratnasari
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat (tengah) berbincang dengan Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH Rasio Ridho Sani (kedua kiri) saat meninjau kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten
5

BERITA LAINNYA

Tampang "Bang Jago" inisal FRS setelah ditangkap kepolisian.
Megapolitan

Senggol Spakbor Malah Nampol, ‘Bang Jago’ Jagakarsa Resmi Jadi Tersangka

Sempat viral karena memukul pengendara lain, pria berinisial FRS pemilik motor Ninja…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
30 menit lalu
Ruas jalan sekitar Patung Pancoran, Jakarta.
Megapolitan

Pengendara Harap Bersabar: PM India Hadir, Belasan Jalan Protokol Jakarta Kena Rekayasa Lalin

Polisi akan merekayasa sejumlah ruas jalan di Jakarta karena kunjungan kenegaraan Perdana…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
1 jam lalu
penyerahan penghargaan dan rekor MURI kepada Pemprov DKI atas capaian hasil panen urban farming terbanyak di Indonesia. Sumber Foto/ Berita Jakara.
Megapolitan

JKF 2026 Raup Transaksi Rp55 Miliar, Ribuan Pelaku UMKM dan Ekonomi Kreatif Panen Peluang

Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 mencatatkan capaian positif dengan membukukan nilai transaksi…

Ani RatnasariRahmat Tunny OWRITE
By
Ani Ratnasari
Rahmat Tunny
2 jam lalu
Rekayasa lalu lintas karena kunjungan kenegaraan.
Megapolitan

Ada Kunjungan PM Singapura, Rekayasa Lalu Lintas Berlaku di Sejumlah Jalan Utama Jakarta

Polisi menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan protokol di Jakarta…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
22 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up