Langkah pemerintah RI tak mengirim delegasi resmi tingkat tinggi ke prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tengah jadi sorotan. Keputusan itu dinilai jadi ujian konsistensi pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif RI.
Pakar hukum internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana mengatakan sedikitnya ada tiga alasan mengapa pemerintah seharusnya mengirim perwakilan resmi.
Pertama, menurut dia, Indonesia perlu menjaga konsistensi politik luar negeri bebas aktif secara konsisten. Menurut dia, politik luar negeri bebas aktif itu sudah jadi prinsip diplomasi nasional.
Kita seharusnya menjalankan politik luar negeri bebas aktif secara konsisten. Khawatir saya dengan tidak mengirim delegasi maka kita dianggap lebih berpihak kepada AS dan Israel daripada Iran,”
kata Hikmahanto kepada Owrite, Senin, 6 Juli 2026.
Selain itu, Hikmahanto menilai keputusan itu berpotensi memunculkan anggapan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tak menghayati semangat politik luar negeri yang diwariskan Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno.
Dia mengingatkan pesan Bung Karno bahwa kekuatan imperialis dari Eropa dan AS harus diakhiri. Bung Karno ingin semua negara harus mempunyai kesetaraan.
Menurut Hikmahanto, Iran dalam perang melawan AS-Israel adalah pihak yang terzalimi karena mereka bukan yang memulai. Ia menyinggung manuver Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang memulai perang ke Iran.
Salah satu manuver Trump mengajak negara Eropa yang tergabung dalam NATO untuk ikut melawan Iran.
Justru Trump dan Nethanyahu yang memulai bahkan Trump mengajak negara-negara Eropa yang tergabung dalam NATO untuk menyerang Iran. Untungnya ditolak,”
jelasnya.
Adapun Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan pemerintah RI mengutus Dubes RI untuk Iran untuk menghadiri penghormatan terakhir bagi Ali Khamenei.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menjelaskan pemerintah RI menghargai undangan resmi dari Pemerintah Iran. Maka itu, pemerintah RI menunjuk Dubes RI sebagai wakil resmi Indonesia.
Sebagai informasi, rangkaian penghormatan Ali Khamenei berlangsung pada 3-9 Juli 2026 di sejumlah kota di Iran dan Irak. Jenazah Khamenei dijadwalkan dimakamkan di Kota Mashhad pada 9 Juli 2026 setelah seluruh prosesi selesai.

























