Pernah bertanya-tanya kenapa ada orang yang tetap sehat dan aktif meski usianya sudah lebih dari 100 tahun?
Fenomena itu ternyata benar-benar ada. Di beberapa wilayah dunia, banyak penduduk yang tidak hanya berumur panjang, tetapi juga tetap memiliki kualitas hidup yang baik hingga usia lanjut. Kawasan-kawasan tersebut dikenal dengan sebutan Blue Zone.
Lantas, apa sebenarnya Blue Zone dan apa yang membuat penduduknya bisa hidup lebih lama?
Berawal dari Penelitian di Italia
Mengutip WellBeing International (9 Januari 2024), istilah Blue Zone pertama kali muncul dari penelitian Michel Poulain dan timnya di Pulau Sardinia, Italia, pada 2004.
Saat itu, wilayah dengan angka harapan hidup tertinggi ditandai menggunakan tinta berwarna biru pada peta. Dari situlah lahir istilah Blue Zone.
Konsep tersebut kemudian dipopulerkan oleh jurnalis sekaligus peneliti National Geographic, Dan Buettner, untuk menyebut kawasan dengan penduduk yang berumur panjang dan tetap sehat di usia tua.
Ada Lima Blue Zone di Dunia
Menurut Dan Buettner, terdapat lima wilayah yang dikenal memiliki banyak penduduk berusia panjang, yaitu Sardinia (Italia), Okinawa (Jepang), Ikaria (Yunani), Nicoya (Kosta Rika), dan Loma Linda (Amerika Serikat).
Menariknya, meski berada di negara yang berbeda, masyarakat di lima wilayah tersebut memiliki sejumlah kebiasaan hidup yang hampir serupa.
Kebiasaan yang Diyakini Jadi Rahasia Umur Panjang
Dan Buettner kemudian merangkum pola hidup masyarakat Blue Zone dalam konsep Power 9.
Kebiasaan tersebut meliputi rutin bergerak setiap hari, memiliki tujuan hidup, mampu mengelola stres, makan secukupnya, memperbanyak makanan berbasis tumbuhan, menghindari kebiasaan berlebihan, aktif dalam komunitas yang positif, mengutamakan keluarga, serta memiliki lingkungan pertemanan yang mendukung gaya hidup sehat.
Menurut World Health Organization (WHO), pola makan sehat, aktivitas fisik yang rutin, hubungan sosial yang baik, dan kemampuan mengelola stres memang menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan serta meningkatkan kualitas hidup seiring bertambahnya usia.
Konsep Blue Zone bahkan telah diterapkan di sejumlah kota di Amerika Serikat sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat dan dilaporkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menurunkan faktor risiko penyakit.
Benarkah Blue Zone Masih Relevan?
Meski populer, konsep Blue Zone juga tidak lepas dari kritik. Sejumlah peneliti menilai data usia penduduk di beberapa wilayah masih dipengaruhi keterbatasan pencatatan kelahiran maupun dokumen kependudukan.
Meski begitu, banyak ahli tetap sepakat bahwa pola hidup masyarakat Blue Zone sejalan dengan prinsip kesehatan modern.
Menjaga pola makan seimbang, rutin bergerak, memiliki hubungan sosial yang baik, serta mampu mengelola stres merupakan kebiasaan sederhana yang dapat membantu meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup dalam jangka panjang.





















