Teh menjadi salah satu minuman yang paling sering menemani waktu makan. Mulai dari sarapan, makan siang, hingga makan malam, banyak orang merasa hidangan terasa kurang lengkap tanpa segelas teh.
Namun, tahukah kamu? Kebiasaan minum teh saat atau sesaat setelah makan ternyata bisa memengaruhi penyerapan zat gizi tertentu di dalam tubuh.
Lantas, benarkah minum teh setelah makan tidak dianjurkan? Berikut penjelasannya.
Kandungan Teh Bisa Menghambat Penyerapan Zat Besi
Mengutip laman Halodoc (10/3/2022), teh mengandung senyawa tanin dan polifenol yang dapat menghambat penyerapan zat besi, terutama zat besi non-heme yang berasal dari makanan nabati seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Kedua senyawa tersebut dapat berikatan dengan zat besi sehingga lebih sulit diserap oleh usus.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa minum teh bersamaan atau sesaat setelah makan dapat menurunkan penyerapan zat besi.
Meski begitu, kondisi ini umumnya tidak menjadi masalah bagi orang yang memiliki status gizi baik dan asupan zat besi yang cukup.
Sebaiknya Beri Jeda Sebelum Minum Teh
Agar penyerapan zat besi dari makanan tetap optimal, para ahli menyarankan memberi jeda sekitar 1–2 jam setelah makan sebelum mengonsumsi teh.
Selama jeda tersebut, air putih menjadi pilihan yang lebih dianjurkan karena tidak mengganggu penyerapan zat gizi dari makanan.
Minuman Apa yang Lebih Baik?
Selain air putih, minuman yang mengandung vitamin C juga bisa menjadi pilihan. Vitamin C diketahui dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh.
Nutrisi ini bisa diperoleh dari buah-buahan seperti jeruk, jambu biji, dan kiwi, atau minuman tanpa tambahan gula yang dibuat dari buah-buahan tersebut.
Perhatikan juga Kandungan Kafein dan Gula
Bukan hanya soal penyerapan zat besi, teh juga perlu dikonsumsi dengan bijak, terutama bagi orang yang memiliki riwayat penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).
Kandungan kafein dalam teh dapat memicu atau memperburuk gejala seperti nyeri ulu hati, sensasi panas di dada, hingga asam lambung yang naik ke tenggorokan.
Selain itu, jika teh dikonsumsi dalam bentuk teh manis, kandungan gula tambahannya juga patut diperhatikan.
Konsumsi gula berlebih secara terus-menerus dapat meningkatkan asupan kalori harian dan berisiko memicu kenaikan berat badan, resistensi insulin, hingga diabetes tipe 2.
Boleh Minum Teh, Asal Waktunya Tepat
Meski memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan, bukan berarti teh harus dihindari sepenuhnya.
Teh tetap bisa menjadi bagian dari pola makan yang sehat selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan tidak diminum bersamaan dengan waktu makan.
Dengan mengatur waktu konsumsi, kamu tetap bisa menikmati secangkir teh tanpa mengganggu penyerapan zat gizi yang dibutuhkan tubuh.





















