Pernah ketemu orang yang usianya masih muda tapi wajahnya kelihatan lebih dewasa? atau ada juga yang sebenarnya sudah masuk usia kepala tiga atau empat tapi tampak awet muda. Kondisi ini ternyata bukan hanya soal umur!
Dokter anti-aging sekaligus kreator konten kesehatan Claris Hayes mengungkapkan bahwa wajah seseorang bisa jadi gambaran dari usia biologis tubuh.
Artinya penampilan wajah dapat mencerminkan seberapa cepat proses penuaan yang terjadi di dalam tubuh.
Melalui unggahan di akun TikTok @clahayes, Claris menjelaskan bahwa fenomena “muka boros” atau wajah yang tampak lebih tua dari usia sebenarnya memiliki kaitan dengan kondisi kesehatan seseorang.
Wajah Cerminan dari Kondisi Tubuh
Dalam kontennya Claris menjelaskan proses penuaan pada kulit wajah bukan hanya dipengaruhi faktor genetik atau usia kronologis, tetapi juga kondisi organ tubuh di dalamnya.
Bahkan sebuah penelitian yang diterbitkan di Jurnal Aging membandingkan saudara kembar identik. Dari penelitian tersebut dihasilkan kesimpulan bahwa saudara yang terlihat lebih tua ternyata memiliki kondisi fisik yang lebih lemah, kemampuan kognitif yang lebih rendah, hingga risiko kematian yang lebih tinggi dibanding saudara kembarnya yang terlihat lebih muda.
Temuan tersebut menunjukkan perubahan pada wajah dapat menjadi indikator bahwa proses penuaan dalam tubuh seperti sel dan fungsi organ juga terjadi lebih cepat.
Telomer Pendek, Tanda Sel Tubuh Menua Lebih Cepat
Ada juga penelitian menemukan hubungan antara wajah yang tampak lebih tua dengan panjang telomer.
Telomer merupakan bagian pelindung di ujung kromosom yang akan semakin memendek seiring bertambahnya usia. Semakin pendek telomer seseorang, semakin tua pula usia biologis sel-sel tubuhnya.
Karena itu, seseorang yang terlihat lebih tua dari usia sebenarnya berpotensi memiliki proses penuaan sel yang berlangsung lebih cepat dibanding orang lain seusianya.
Dengan kata lain, wajah bukan hanya mencerminkan penampilan, tetapi juga dapat menjadi gambaran kebugaran fisik, fungsi kognitif, hingga berbagai penanda kesehatan tubuh.
Bukan Botox, Ini Kunci Awet Muda
Meski demikian, Claris mengingatkan bahwa solusi agar tampak lebih muda bukan sekadar menghilangkan kerutan dengan prosedur estetika.
Menurutnya, konsep anti-aging yang sesungguhnya adalah memperlambat proses penuaan dari dalam tubuh, bukan hanya memperbaiki tampilan luar.
Ia pun membagikan sejumlah kebiasaan yang dapat membantu menjaga usia biologis tetap lebih muda, antara lain:
- Tidur sekitar delapan jam setiap malam.
- Berolahraga minimal tiga kali dalam seminggu.
- Memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
- Menggunakan skincare yang sesuai dengan kondisi kulit.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Mengelola stres dan memperbanyak rasa syukur.
Meski penelitian menunjukkan adanya hubungan antara penampilan wajah dan usia biologis, bukan berarti seseorang yang terlihat lebih tua pasti memiliki kondisi kesehatan yang buruk.
Proses penuaan dipengaruhi banyak faktor, mulai dari genetik, paparan sinar matahari, kebiasaan merokok, pola makan, kualitas tidur, hingga tingkat stres.
Karena itu, penampilan wajah sebaiknya hanya dijadikan pengingat untuk mengubah pola hidup dan mulai beralih untuk menerapkan gaya hidup sehat.
Dengan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, proses penuaan dapat berlangsung lebih optimal sehingga bukan hanya wajah yang tampak lebih segar, tetapi kualitas hidup juga tetap terjaga seiring bertambahnya usia.























