Tren menikmati hiburan digital mulai mengalami pergeseran. Jika sebelumnya penonton terbiasa menghabiskan waktu berjam-jam mengikuti serial dengan banyak episode, kini drama vertikal berdurasi singkat semakin diminati, terutama oleh pengguna ponsel.
Perubahan tersebut terlihat dari semakin banyaknya platform streaming yang menghadirkan konten berformat vertikal dengan rasio 9:16. Format ini dinilai lebih sesuai dengan kebiasaan masyarakat yang kini terbiasa mengonsumsi video pendek melalui berbagai platform digital.
CEO Catchplay Group Daphne Yang mengatakan perubahan tersebut tak lepas dari bergesernya pola konsumsi masyarakat terhadap konten digital.
Dia mengatakan sepuluh tahun terakhir tak akan terwujud tanpa kepercayaan dan dukungan dari para mitra serta pelanggan di Indonesia.
Saat melihat kembali perjalanan ini dengan rasa syukur, kami percaya bahwa masa depan dunia hiburan dan storytelling baru saja dimulai,”
ujar Daphne kepada awak media, baru-baru ini.
Daphne menambahkan pihaknya tengah bertransformasi dari sekadar ‘kurator butik’ menjadi destinasi hiburan yang menyeluruh.
Kami menawarkan konten yang lebih beragam serta aksesibilitas yang lebih luas agar selaras dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia,”
jelas Daphne.
Sebagai langkah awal, platform itu menggandeng sejumlah perusahaan hiburan asal Korea Selatan, seperti CJ ENM HK dan b.able untuk menghadirkan serial vertikal premium yang ditujukan bagi generasi mobile-first.
Sejumlah judul pun mulai tersedia dalam format tersebut. Salah satunya On Your Wedding Day yang dibintangi Park Bo-young serta Double Patty yang menampilkan Irene Red Velvet.
Melalui format vertikal, penonton bisa menikmati alur cerita dalam durasi yang lebih ringkas. Hal itu tanpa mengurangi kualitas penyajian yang tetap sinematik dan mudah diikuti.
Daphne menilai perubahan kebiasaan penonton mendorong industri hiburan untuk menyesuaikan diri dengan pola konsumsi konten yang kini semakin cepat.
Format tayangan vertikal kini telah mengubah cara masyarakat menikmati konten,”
lanjut Daphne.
Menurut Daphne, perubahan format ini mungkin memengaruhi dinamika. Tapi, menurutnya kekuatan cerita tetap menjadi esensi utamanya.
Dia menyampaikan pihaknya sedang mengembangkan drama vertikal dengan proses produksi yang lebih dinamis dibandingkan dengan serial format panjang tradisional.
Namun, jika dibandingkan dengan micro drama biasa, kami menyajikan cerita lebih baik dan nilai produksi lebih tinggi yang akan diapresiasi oleh audiens kami,”
tuturnya.
























