Saat mencari pekerjaan, banyak orang fokus pada gaji, jabatan, atau nama perusahaan. Padahal, ada satu hal yang sering terlupakan, yaitu sistem kerja. Remote, hybrid, atau work from office (WFO) ternyata bisa memberikan pengalaman kerja yang sangat berbeda, tergantung pada kepribadian dan gaya kerja masing-masing.
Itulah mengapa sistem kerja yang cocok untuk temanmu belum tentu cocok untukmu.
Dalam psikologi kerja, ada konsep person-environment fit, yaitu kesesuaian antara karakter seseorang dengan lingkungan kerjanya.
Dalam buku Work in the 21st Century: An Introduction to Industrial and Organizational Psychology (2019), Frank J. Landy dan Jeffrey M. Conte menjelaskan bahwa semakin sesuai lingkungan kerja dengan kebutuhan dan preferensi seseorang, semakin tinggi kepuasan kerja, motivasi, dan performanya.
Kalau kamu termasuk orang yang nyaman bekerja mandiri, mampu mengatur waktu sendiri, dan tidak terlalu membutuhkan interaksi sosial setiap hari, sistem remote bisa menjadi pilihan yang cocok.
Kamu memiliki keleluasaan mengatur ritme kerja tanpa harus menghabiskan waktu di perjalanan.
Sebaliknya, jika kamu merasa lebih bersemangat ketika bisa berdiskusi langsung, bertukar ide, atau mendapatkan energi dari keberadaan rekan kerja, sistem WFO mungkin terasa lebih nyaman.
Lingkungan kantor dapat membantu sebagian orang tetap fokus dan merasa lebih terhubung dengan tim.
Sementara itu, sistem hybrid menawarkan kombinasi keduanya. Bekerja beberapa hari dari rumah dan beberapa hari di kantor memberi fleksibilitas sekaligus kesempatan untuk tetap berinteraksi dengan rekan kerja.
Penelitian Timothy D. Golden dan John F. Veiga dalam jurnal The Impact of Extent of Telecommuting on Job Satisfaction (2005) menunjukkan bahwa bekerja secara fleksibel dapat meningkatkan kepuasan kerja. Namun, manfaat tersebut sangat dipengaruhi oleh karakter individu, tingkat interaksi sosial, dan jenis pekerjaan yang dilakukan.
Karena itu, jangan memilih sistem kerja hanya karena sedang tren atau dianggap paling nyaman oleh orang lain. Cobalah bertanya pada diri sendiri: apakah kamu lebih produktif saat bekerja sendiri, atau justru berkembang ketika berada di tengah tim?
Tidak ada sistem kerja yang paling baik untuk semua orang. Yang terpenting adalah menemukan lingkungan yang membuatmu bisa bekerja dengan nyaman, berkembang, dan tetap menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Jadi, sebelum mengirim lamaran kerja berikutnya, jangan hanya membaca deskripsi pekerjaannya. Perhatikan juga apakah sistem kerjanya sesuai dengan kebutuhan dan kepribadianmu.
Kalau kamu suka artikel seputar karier, psikologi, dan pengembangan diri, jangan lupa share artikel ini dan follow Instagram @sefruitmedia untuk konten menarik lainnya!










