Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 7 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Sefruit / Fenomena War di Kolom Komentar, Sekadar Bercanda atau Sudah Jadi Budaya?
Sefruit

Fenomena War di Kolom Komentar, Sekadar Bercanda atau Sudah Jadi Budaya?

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
Last updated: Juli 3, 2026 11:15 pm
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
SHARE

Belakangan ini, media sosial diramaikan oleh meme bertuliskan “Learn Cyber Bullying in Indonesian in 4 Weeks”.

Meski hanya sebuah lelucon, banyak netizen menganggapnya terasa “relate“. Pasalnya, kolom komentar di media sosial Indonesia memang sering berubah menjadi tempat adu argumen, saling sindir, hingga saling menyerang.

Lalu, kenapa fenomena ini bisa sering terjadi?

Salah satu penjelasannya berasal dari konsep online disinhibition effect. Dalam jurnal The Online Disinhibition Effect (2004), psikolog John Suler menjelaskan bahwa seseorang cenderung lebih berani berkata kasar, menyerang, atau mengutarakan pendapat secara ekstrem ketika berada di dunia maya.

Faktor seperti anonimitas, tidak bertatap muka secara langsung, hingga minimnya konsekuensi membuat orang lebih mudah menulis hal-hal yang mungkin tidak akan mereka ucapkan di kehidupan nyata.

Selain itu, media sosial memang dirancang untuk mendorong interaksi. Sayangnya, komentar yang memicu emosi sering kali mendapat lebih banyak balasan, sehingga terlihat lebih ramai. Akibatnya, perdebatan kecil bisa berkembang menjadi “war” yang melibatkan banyak orang.

Ada juga faktor psikologis lain, yaitu social identity atau identitas kelompok. Dalam buku Rediscovering the Social Group: A Self-Categorization Theory (1987), John C. Turner, Michael A. Hogg, Penelope J. Oakes, Stephen D. Reicher, dan Margaret S. Wetherell menjelaskan bahwa seseorang cenderung membela kelompok atau pandangan yang dianggap mewakili dirinya.

Di media sosial, hal ini bisa terlihat ketika netizen membela idola, komunitas, atau pendapat tertentu, bahkan hingga berdebat dengan orang yang tidak dikenal.

Namun, tidak semua perdebatan di kolom komentar bersifat negatif. Diskusi yang sehat tetap bisa memperluas sudut pandang dan mendorong pertukaran ide.

Masalahnya muncul ketika perbedaan pendapat berubah menjadi ejekan, body shaming, atau serangan personal.

Meme “Learn Cyber Bullying in Indonesian in 4 Weeks” memang mengundang tawa. Tetapi di balik humornya, meme tersebut juga menjadi pengingat bahwa budaya berkomentar di internet masih menjadi tantangan.

Ketika komentar kasar dianggap hiburan atau sesuatu yang biasa, batas antara bercanda dan menyakiti orang lain bisa menjadi semakin kabur.

Karena itu, sebelum ikut membalas komentar yang memancing emosi, mungkin ada baiknya kita berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri, apakah komentar ini benar-benar akan memperbaiki diskusi, atau justru memperpanjang konflik?

Bagaimanapun, media sosial bisa menjadi ruang untuk berbagi pendapat tanpa harus saling menjatuhkan. Setiap komentar yang kita tulis ikut membentuk budaya digital yang kita ciptakan bersama.

Kalau kamu suka artikel seputar psikologi, media sosial, dan fenomena sehari-hari yang dibahas berdasarkan riset, jangan lupa share artikel ini dan follow Instagram @sefruitmedia untuk konten menarik lainnya!

Tag:BullyingKejahatan Cyber
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Abu Vulkanik Anak Krakatau Usik Langit Bali, 17 Penerbangan di Ngurah Rai Terdampak
By Adi Briantika
Sejumlah pesawat terparkir di apron Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Januari 2023.
1
September Belum Beranjak Tenang: Pergolakan 7 Gunung Api Indonesia
By Ossid Duha Jussas Salma
Siswa berangkat sekolah menaiki angkutan umum saat erupsi Gunung Sinabung di Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026).
2
Mata Kena Abu Vulkanik, Jangan Dikucek! Ini Pesan Menkes
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi iritasi mata.
3
Abu Vulkanik Masih Mengadang, Soetta dan 2 Bandara Perpanjang Penutupan
By Adi Briantika
Calon penumpang berada konter lapor diri yang tutup di Terminal 2 keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026).
4
Sidak Karhutla BNPB di Kalbar: 166 Titik Panas Terdeteksi, 61 Dipastikan Jadi Api
By Syifa Fauziah
Tiga personel Daops Manggala Agni Kalimantan VIII/Pontianak menyiapkan water tank atau penampung air di lokasi pemadaman karhutla di Sekunder C, Rasau Jaya 3, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (27/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Sefruit

Rambut Panjang atau Pendek? Begini Cara Tahu Mana yang Lebih Cocok Buat Kamu

Memilih antara rambut panjang atau pendek ternyata tidak hanya soal mengikuti tren…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Sefruit

Tiga Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Bulan Ini, Ada Kamu?

Awal September 2026 diprediksi membawa energi positif bagi zodiak Taurus, Gemini, dan…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
Sefruit

Orang Tua Narsistik Itu Seperti Apa? Kenali Cirinya

Perilaku egois orang tua tidak serta-merta menunjukkan gangguan kepribadian narsistik (NPD) karena…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
Sefruit

Punya Teman Kerja Kayak Gini? Fix, Kamu Butuh Kesabaran Ekstra

Perilaku tidak sopan di kantor (workplace incivility) seperti gemar menyindir atau melempar…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up