Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Sefruit

Bukan Karena Bodoh, Ini Alasan Banyak Orang Tetap Terjebak dalam Love Scam

Kasus love scam yang marak di aplikasi kencan sering memanfaatkan kerapuhan emosional korban, mengakibatkan kerugian finansial sekaligus dampak psikologis yang mendalam. Kisah ini menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menjalin relasi baru dan berhenti menyalahkan korban yang dimanipulasi pelaku.

Bukan Karena Bodoh, Ini Alasan Banyak Orang Tetap Terjebak dalam Love Scam
https://www.owrite.id/wp-content/uploads/2026/07/photo_2026-07-06_17-39-41.webp

Kasus love scam atau penipuan bermodus hubungan asmara semakin sering terjadi. Korbannya datang dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, profesional, hingga orang yang sudah mapan secara finansial.

Banyak yang bertanya mengapa bisa tertipu seperti itu, padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.

Salah satu kisahnya berasal dari seorang perempuan yang membagikan pengalamannya ditipu oleh pria yang dikenalnya melalui aplikasi kencan.

Iklan

Ia mengaku bergabung ke dating app bukan untuk bermain-main, tetapi benar-benar ingin mencari pendamping hidup setelah sang suami meninggal dunia.

Aku main aplikasi itu cuma cari suami,”

ujarnya.

Perlahan, hubungan mereka menjadi semakin dekat. Korban mulai mempercayai berbagai cerita perilaku hingga akhirnya memberikan bantuan finansial berkali-kali.

Belakangan, ia baru mengetahui bahwa pria tersebut ternyata telah berbohong tentang status pernikahannya.

Bagi korban, kebohongan itu justru terasa lebih menghancurkan daripada kehilangan uang.

Setelah kasus tersebut mencuat, tekanan yang ia alami justru semakin besar. Ia mengaku mendapat cibiran, dianggap bodoh, bahkan menjadi bahan pembicaraan di lingkungan sekitar.

Padahal menurutnya, kejadian itu menjadi pelajaran bahwa seseorang bisa saja lengah ketidak sedang berada di fase hidup yang rapuh.

Aku terlalu cepat. Aku terlalu terbuai,”

uangkapnya saat menceritakan kembali pengalaman tersebut.

Tekanan setelah kasus itu bahkan membuatnya sempat berada di titik terendah dalam hidup. Ia mengaku pernah berpikir untuk mengakhiri hidup karena merasa malu, hancur, dan takut akan dampaknya terhadap keluarga serta anaknya.

Beruntung, ia masih memiliki orang-orang yang mendukungnya. Dukungan dari keluarga dan tempat kerja membantunya perlahan bangkit hingga bisa menjalani hidup seperti sekarang.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa korban love scam tidak selalu mudah dikenali. Pelaku sering memanfaatkan kondisi emosional seseorang, seperti rasa kesepian, kehilangan, atau keinginan untuk kembali memiliki pasangan.

Karena itu, penting untuk mengenal seseorang secara perlahan, tidak terburu-buru memberikan kepercayaan, apalagi ketika sudah melibatkan uang.

Jika seseorang yang baru dikenal mulai sering meminta bantuan finansial dengan berbagai alasan, itu bisa menjadi salah satu tanda yang patut diwaspadai.

Yang tak kalah penting, berhentilah menyalahkan korban. Di balik setiap kasus penipuan, ada seseorang yang sedang berusaha mempercayai orang lain, tetapi justru dimanfaatkan oleh pelaku.

Kalau kamu ingin menyaksikan cerita lengkapnya, tonton video selengkapnya di sini. Jangan lupa share artikel ini dan follow instagram @sefruitmedia untuk konten menarik lainnya!

Iklan