Survei Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun pada Juni 2026 ke level 117,8, dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 120,9 persen. Proporsi konsumen untuk konsumsi juga naik, dibandingkan untuk yang disimpan.
Kepala Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso mengatakan meski turun, keyakinan konsumen masih berada pada level optimis. Hal ini ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).
Survei Konsumen Bank Indonesia pada Juni 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga. Hal ini tercermin dari IKK Juni 2026 yang berada pada level optimis,”
ujar Denny dalam keterangannya Rabu, 8 Juli 2026.
Persepsi Kondisi Ekonomi Saat Ini Masih Optimis


Adapun persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini tetap kuat tercermin dari IKE Juni 2026 sebesar 109,2 berada pada level optimis, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 112,2.
Tetap kuatnya IKE ditopang oleh Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) yang tercatat masing-masing sebesar 119,8, 101,8, dan 105,9. Meskipun lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya masing-masing sebesar 123,2, 105,0, dan 108,3.
Untuk ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diprakirakan tetap kuat. Hal ini tercermin dari IEK Juni 2026 sebesar 126,4, namun lebih rendah dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 129,7.
Upah Buat Konsumsi Naik Tapi Tak Bisa Nabung
Berdasarkan laporan BI, pada Juni 2026 rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi tercatat sebesar 73,0 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 72,3 persen.
Sementara itu, proporsi pembayaran cicilan atau utang sebesar 10,0 persen, atau relatif stabil dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 10,2 persen.
Lebih lanjut, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan sebesar 17,0 persen, lebih rendah dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 17,5 persen.























