Kalau mendengar kata pantomim, mungkin yang langsung terbayang adalah wajah penuh riasan putih, baju bergaris hitam putih, lalu seseorang yang bergerak tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Padahal, pantomim memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar pertunjukan diam.
Hal itulah yang dirasakan oleh Rizkyana, seorang pantomim perempuan Indonesia. Baginya, pantomim bukan hanya seni pertunjukan, tetapi juga cara untuk mengekspresikan emosi dan menyampaikan cerita tanpa harus berbicara.
Pantomim Sudah Dilakukan Sejak Kita Kecil
Menurut Rizkyana, tanpa disadari setiap orang sebenarnya pernah “melakukan” pantomim sejak masih bayi.
Sebelum bisa berbicara, manusia lebih dulu berkomunikasi melalui gerakan tubuh. Bayi mengangkat tangan saat ingin digendong, menangis sambil merentangkan tangan kepada ibunya, atau menunjukkan ekspresi wajah ketika merasa senang maupun takut. Semua itu merupakan bentuk komunikasi nonverbal.
Karena itulah, Rizkyana menyebut pantomim sebagai “bahasa ibu”, yaitu cara manusia berkomunikasi menggunakan tubuh dan ekspresi sebelum mengenal kata-kata.
Pantomim adalah cara kita berkomunikasi menggunakan tubuh dan ekspresi untuk menyampaikan pesan tanpa berbicara,”
jelasnya.
Berawal dari Anak Kantoran
Menariknya, perjalanan Rizkyana di dunia pantomim tidak dimulai sejak kecil.
Selama hampir 10 tahun, ia bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan. Rutinitas berangkat pagi, pulang malam, hingga lembur membuatnya merasa ada sisi emosional dalam dirinya yang belum tersalurkan.
Awalnya ia sempat tertarik dengan teater dan monolog. Namun, proses latihan yang melibatkan banyak orang cukup sulit disesuaikan dengan jadwal pekerjaannya.
Hingga akhirnya, sekitar tiga tahun lalu, seorang mentor memperkenalkannya pada dunia pantomim. Berbeda dengan pertunjukan lain, pantomim memungkinkan Rizkyana berlatih secara mandiri sekaligus mengeksplorasi dirinya melalui gerakan tubuh.
Sejak saat itulah ia mulai jatuh cinta pada seni yang mengandalkan ekspresi tanpa dialog ini.
Menyuarakan Isu Perempuan Lewat Gerakan
Salah satu penampilan yang paling membekas bagi Rizkyana adalah ketika tampil di Gedung Erasmus Huis dalam sebuah pertunjukan yang dihadiri delegasi dari Indonesia dan Belanda.
Dalam pertunjukan tersebut, ia mengangkat tema kekerasan terhadap perempuan, mulai dari kekerasan verbal hingga kekerasan seksual.
Tanpa mengucapkan satu kalimat pun, Rizkiana berusaha menyampaikan rasa sakit, keberanian, dan harapan para perempuan melalui ekspresi wajah serta gerakan tubuh.
Ia mengaku penampilan itu menjadi salah satu momen paling emosional karena membuatnya kembali mengingat berbagai pengalaman yang pernah dialami, baik oleh dirinya sendiri maupun perempuan lain.
Diam Bukan Berarti Tidak Berkomunikasi
Bagi sebagian orang, diam sering dianggap tidak menyampaikan apa pun. Namun, pantomim justru membuktikan hal yang sebaliknya.
Dalam seni ini, setiap gerakan memiliki makna. Cara berjalan, arah pandangan, posisi tangan, hingga ekspresi wajah menjadi “bahasa” yang dapat dipahami penonton.
Rizkyana bahkan percaya bahwa diam merupakan salah satu bentuk komunikasi yang paling murni karena seseorang dipaksa menyampaikan pesan hanya melalui tubuhnya.
Menurutnya, ketika seseorang lebih peka terhadap bahasa tubuh, mereka juga akan lebih mudah mengenali emosi diri sendiri maupun orang lain.
Seni yang Mengajak Mengenal Diri
Bagi Rizkyana, pantomim bukan hanya soal tampil di atas panggung. Seni ini membantunya lebih jujur terhadap perasaan sendiri sekaligus menjadi ruang untuk melepaskan emosi yang selama ini dipendam.
Ia berharap semakin banyak orang mengenal pantomim, bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai seni yang mengajarkan pentingnya memahami tubuh, emosi, dan cara berkomunikasi tanpa kata-kata.
Sebab, terkadang sebuah gerakan sederhana mampu menyampaikan pesan yang tidak bisa dijelaskan oleh ribuan kata.
Kalau kamu ingin mendengar cerita lengkap perjalanan Rizkyana menjadi pantomim perempuan Indonesia, kamu bisa menonton video selengkapnya di sini.
Jangan lupa juga share artikel ini ke temanmu yang penasaran dengan dunia pantomim dan follow Instagram @sefruitmedia untuk mendapatkan cerita inspiratif serta konten menarik lainnya!










