Baru semangat belajar merajut, eh beberapa minggu kemudian pindah ke fotografi. Setelah itu tertarik lari, lalu tiba-tiba pengen belajar main gitar. Kalau kamu sering mengalami hal seperti ini, tenang, kamu nggak sendirian.
Fenomena sering mencoba hobi baru atau collecting hobbies makin banyak dialami, terutama oleh Gen Z. Tapi, apakah sering ganti hobi berarti kamu tidak konsisten?
Ternyata, belum tentu.
Menurut psikolog Todd B. Kashdan dalam bukunya Curious? Discover the Missing Ingredient to a Fulfilling Life (2009), rasa ingin tahu (curiosity) merupakan dorongan alami manusia untuk mengeksplorasi pengalaman baru. Orang dengan tingkat rasa ingin tahu yang tinggi cenderung senang mencoba berbagai aktivitas sebelum menemukan sesuatu yang benar-benar sesuai dengan dirinya.
Artinya, berpindah dari satu hobi ke hobi lain bisa menjadi bagian dari proses mengenal diri, bukan sekadar mudah bosan.
Kenapa Hobi Baru Terasa Lebih Menarik?
Saat memulai hobi baru, otak biasanya merasakan sensasi antusias karena menemukan pengalaman yang belum pernah dicoba sebelumnya.
Dalam buku The Molecule of More (2018), Daniel Z. Lieberman dan Michael E. Long menjelaskan bahwa dopamin berperan besar dalam mendorong manusia mengejar hal-hal baru.
Rasa penasaran inilah yang membuat membeli perlengkapan hobi atau belajar sesuatu yang baru terasa sangat menyenangkan.
Namun, ketika proses belajar mulai terasa sulit dan membutuhkan latihan yang konsisten, rasa antusias tersebut bisa perlahan menurun.
Sering Ganti Hobi, Apa Berarti Gagal?
Tidak juga.
Penelitian berjudul The Psychology of Interest oleh Suzanne Hidi dan K. Ann Renninger (2006) menjelaskan bahwa minat berkembang melalui beberapa tahapan.
Tidak semua ketertarikan akan bertahan menjadi minat jangka panjang. Ada kalanya seseorang hanya tertarik untuk mencoba, lalu menyadari bahwa aktivitas tersebut memang bukan untuknya.
Jadi, berpindah hobi bukan selalu pertanda gagal. Bisa jadi, kamu sedang menyaring aktivitas yang benar-benar membuatmu menikmati prosesnya.
Kapan Sebaiknya Mulai Menekuni Satu Hobi?
Mencoba banyak hal memang tidak salah. Namun, jika tujuanmu ingin memiliki keterampilan tertentu, ada baiknya memberi waktu lebih lama sebelum memutuskan berhenti.
Alih-alih mengejar hasil yang cepat, fokuslah menikmati proses belajarnya. Siapa tahu, hobi yang awalnya terasa sulit justru menjadi aktivitas favoritmu di kemudian hari.
Di sisi lain, kalau ternyata setelah mencobanya kamu memang tidak menikmatinya, tidak ada salahnya mencari hobi lain yang lebih sesuai.
Menikmati Proses Juga Bagian dari Hobi
Pada akhirnya, hobi bukan perlombaan untuk menjadi yang paling ahli. Hobi hadir untuk memberi ruang bereksplorasi, melepas penat, sekaligus mengenal diri sendiri.
Jadi, kalau saat ini kamu masih sering “mulai lagi dari nol”, bukan berarti ada yang salah. Bisa jadi, kamu hanya sedang mencari aktivitas yang benar-benar membuatmu merasa hidup dan menikmati setiap prosesnya.
Yuk, share artikel ini ke temanmu yang koleksi hobinya lebih banyak daripada koleksi photocard! Jangan lupa juga follow Instagram @sefruitmedia dan sharea artikel ini untuk mendapatkan artikel menarik lainnya seputar gaya hidup, psikologi, dan tren yang relate dengan keseharianmu.









