Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 10 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Purbaya
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Sefruit / Preloved Branded vs Barang Baru, Mana yang Lebih Worth It?
Sefruit

Preloved Branded vs Barang Baru, Mana yang Lebih Worth It?

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
Last updated: Juli 9, 2026 10:40 pm
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
4 jam lalu
Share
SHARE

Tren membeli barang preloved branded semakin populer, terutama di kalangan Gen Z. Mulai dari tas, sepatu, pakaian, hingga jam tangan, banyak orang memilih berburu barang bekas bermerek di marketplace atau offline store karena harganya jauh lebih terjangkau dibanding membeli baru.

Daftar isi Konten
  • Jawabannya ternyata tidak sesederhana soal harga.
  • Jadi, mana yang lebih worth it?

Tapi, apakah membeli barang preloved branded benar-benar lebih worth it daripada membeli barang baru?

Jawabannya ternyata tidak sesederhana soal harga.

Menurut buku The Luxury Strategy: Break the Rules of Marketing to Build Luxury Brands (2012) karya Jean-Noël Kapferer dan Vincent Bastien, nilai sebuah barang mewah tidak hanya berasal dari fungsinya, tetapi juga kualitas material, daya tahan, serta nilai jangka panjangnya. Karena itulah, banyak produk luxury tetap memiliki nilai jual tinggi meski sudah digunakan.

Hal ini membuat barang preloved branded menjadi pilihan menarik bagi orang yang ingin mendapatkan kualitas premium tanpa harus membayar harga penuh.

Selain lebih hemat, membeli barang preloved juga dianggap lebih ramah lingkungan. Dalam buku Fashionopolis: The Price of Fast Fashion and the Future of Clothes (2019), jurnalis Dana Thomas menjelaskan bahwa memperpanjang umur pakaian melalui pasar barang bekas dapat membantu mengurangi limbah tekstil sekaligus menekan konsumsi produksi baru.

Artinya, membeli barang bekas berkualitas juga bisa menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Namun, bukan berarti barang preloved selalu menjadi pilihan terbaik.

Salah satu tantangan terbesar adalah risiko mendapatkan produk palsu atau kondisi barang yang tidak sesuai dengan deskripsi.

Penelitian berjudul Consumer Behavior in Luxury Resale Markets oleh Irene Consiglio dan Rebecca Walker (2021) menjelaskan bahwa kepercayaan terhadap penjual menjadi faktor utama dalam keputusan membeli barang mewah bekas secara online.

Karena itu, sebelum membeli, penting untuk memeriksa reputasi toko, meminta foto detail, mengecek bukti keaslian (authenticity), hingga membaca ulasan dari pembeli sebelumnya.

Di sisi lain, membeli barang baru tetap memiliki keunggulan tersendiri. Kamu akan mendapatkan garansi resmi, kondisi produk yang benar-benar baru, serta pengalaman membeli yang lebih aman dan minim risiko.

Kalau produk yang diincar bukan termasuk barang yang nilainya bertahan lama atau mudah rusak setelah dipakai, membeli versi baru justru bisa menjadi keputusan yang lebih masuk akal.

Jadi, mana yang lebih worth it?

Kalau tujuanmu adalah mendapatkan kualitas premium dengan harga yang lebih terjangkau dan kamu teliti saat memilih penjual, barang preloved branded bisa menjadi pilihan yang sangat menguntungkan.

Namun, kalau kamu lebih mengutamakan keamanan transaksi, garansi, dan ketenangan saat membeli, barang baru tetap menjadi opsi yang layak dipilih.

Pada akhirnya, keputusan terbaik bukan ditentukan oleh label “baru” atau “preloved”, melainkan apakah barang tersebut benar-benar sesuai kebutuhan, kondisi keuangan, dan memberikan nilai yang sepadan dengan uang yang kamu keluarkan.

Yuk, terus ikuti artikel menarik seputar gaya hidup, tren, dan tips sehari-hari dengan share artikel ini dan follow Instagram @sefruitmedia ya!

Tag:Barang Brandedfashiongen zTren Fashion
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Mbappe Tebus Dosa Penalti: Prancis Hajar Maroko 2-0 dan Segel Tiket Semifinal
By Hadi Febriansyah
Penyerang Timnas Prancis Kylian Mbappe selebrasi usai cetak gol.
1
Lima Gaya Outfit Achraf Hakimi yang Kece Abis, Bek Andalan Maroko Siap Duel Lawan Kylian Mbappe
By Syifa Fauziah
Achraf Hakimi
2
Polisi, Kejaksaan dan TNI Saling Berhadapan, Presiden Dinilai Gagal dan Wajib Bertanggung Jawab
By Rahmat Tunny
TNI jaga kediaman Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, di Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
3
Puluhan Prajurit Jaga Ketat Rumah Jampidsus, Mabes TNI: Permintaan Institusi Kejaksaan
By Rahmat Baihaqi
TNI jaga kediaman Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, di Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
4
Ketua MPR Jadi Utusan Presiden ke Iran, Ada Paradoks Konstitusi di Era Prabowo
By Rika Pangesti
Pakar hukum tata negara sekaligus Pengajar Sekolah Tinggi Hukum Jentera, Bivitri Susanti
5

BERITA LAINNYA

Sefruit

Mulai Lagi dari Nol Terus, Apa Salah Kalau Sering Ganti Hobi?

Sering ganti hobi dari merajut, fotografi, hingga lari dalam waktu singkat? Jangan…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
Sefruit

Kerja Bareng AI atau Tersaingi AI? Ini yang Perlu Kamu Tahu

Apakah AI akan menggantikan pekerjaanmu? Faktanya, masa depan dunia kerja adalah tentang…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Sefruit

Bisa Menyampaikan Cerita Tanpa Bicara, Begini Cara Kerja Pantomim

Bukan sekadar pertunjukan diam dengan riasan putih, seni pantomim ternyata menyimpan makna…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Sefruit

Merasa Berbeda Sejak Kecil, Begini Perjalanan Merlyna Alycia Menerima Diri

Perjalanan inspiratif Merlyna Alycia Soebijanto menunjukkan bahwa menerima identitas diri memerlukan proses…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up