PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City mulai beroperasi pada 28 September 2026. Integrasi ini dilakukan untuk meningkatkan layanan KRL Jabodetabek melalui penataan alur pelanggan, penguatan keselamatan operasional, serta pembenahan akses di kawasan sekitar stasiun.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan rencana integrasi tersebut disiapkan secara bertahap dengan tetap memperhatikan aktivitas masyarakat yang selama ini bergantung pada kawasan Stasiun Karet. Integrasi stasiun juga disiapkan untuk membuat perjalanan pelanggan lebih aman dan lebih nyaman.
KAI memahami bahwa kawasan ini hidup bersama aktivitas masyarakat, mulai dari pejalan kaki, pengantar dan penjemput, ojek pangkalan, ojek daring, hingga pelaku usaha sekitar. Karena itu, penataannya harus dilakukan dengan baik, bertahap, dan tetap mendengar masukan,”
ujar Bobby dikutip dari keterangannya, Jumat, 10 Juli 2026.
Stasiun Karet Jadi Area Penghubung


Dalam integrasi tersebut, area Stasiun Karet akan difungsikan sebagai concourse atau ruang penghubung menuju Stasiun BNI City. KAI juga menyiapkan fasilitas travelator berpendingin udara untuk mempermudah perpindahan pelanggan.
Sementara itu, aktivitas gate in dan gate out akan dipusatkan di Stasiun BNI City, sedangkan kawasan Stasiun Karet tetap berfungsi sebagai akses pendukung yang lebih tertata.
Menurut Bobby, integrasi ini didorong oleh kebutuhan peningkatan keselamatan dan kualitas pelayanan. Sebab, jarak Stasiun Karet dan Stasiun BNI City yang sangat berdekatan yang memengaruhi pola operasi perjalanan kereta api.
Selain itu, aktivitas naik-turun penumpang, pengantaran, dan penjemputan di sekitar Stasiun Karet juga dinilai perlu ditata agar lebih aman bagi pelanggan maupun pengguna jalan.
Kami ingin menyelesaikan persoalan ini dengan pendekatan yang solutif. Pelanggan membutuhkan akses yang mudah, masyarakat sekitar membutuhkan kepastian ruang, dan operasi kereta api membutuhkan alur yang aman. Integrasi ini harus menjawab ketiganya,”
kata Bobby.
Hampir 10 Juta Aktivitas Penumpang dalam 6 Bulan
KAI mencatat kawasan Stasiun Karet dan BNI City merupakan salah satu titik layanan dengan aktivitas pelanggan yang tinggi.
Sepanjang Semester I-2026, Stasiun Karet melayani 7.257.442 aktivitas gate in dan gate out, sedangkan Stasiun BNI City mencatat 2.688.254 aktivitas. Secara total, kedua stasiun tersebut melayani 9.945.696 aktivitas naik dan turun pelanggan selama Januari hingga Juni 2026.
Pada 2025, jumlah aktivitas pelanggan di kedua stasiun juga cukup besar. Stasiun Karet mencatat 21.956.607 aktivitas naik dan turun pelanggan, sedangkan Stasiun BNI City melayani 7.132.683 aktivitas. Dengan demikian, total aktivitas pelanggan di kedua stasiun mencapai 29.089.290 sepanjang tahun 2025.
Perkuat Konektivitas ke Bandara Soekarno-Hatta


Peran Stasiun BNI City juga semakin strategis karena menjadi salah satu titik layanan Commuter Line Basoetta.
Pada Semester I-2026, layanan tersebut melayani 1.197.413 pelanggan atau meningkat 12,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 1.062.415 pelanggan.
Karena itu, integrasi Karet-BNI City diharapkan dapat memperkuat konektivitas perjalanan komuter, perpindahan antarmoda, serta akses menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Angka pelanggan di kawasan ini besar. Artinya, setiap perubahan harus disiapkan dengan cermat. KAI ingin pelanggan tetap mudah mengakses layanan, sementara lingkungan sekitar juga ditata agar lebih rapi, aman, dan nyaman,”
ujar Bobby.
KAI Siapkan Masa Transisi
Untuk mendukung pelaksanaan integrasi, KAI akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
Selain itu, KAI akan menyiapkan masa transisi melalui penyediaan informasi yang jelas kepada pelanggan. Petunjuk arah, petugas layanan, sosialisasi, hingga pengaturan arus pelanggan akan disiapkan agar perubahan pola perjalanan dapat dipahami dengan baik.
Kami tidak ingin pelanggan kebingungan. Saat integrasi berjalan, informasi harus jelas, akses harus siap, dan petugas harus hadir membantu. KAI ingin perubahan ini terasa sebagai peningkatan layanan, bukan sebagai beban baru bagi pelanggan,”
kata Bobby.
Utamakan Keselamatan dan Kenyamanan
KAI menilai integrasi Stasiun Karet dan BNI City merupakan bagian dari upaya pembenahan layanan transportasi publik di kawasan pusat Jakarta. Melalui fasilitas penghubung yang lebih nyaman, pelanggan diharapkan berpindah antarmoda melalui jalur yang lebih tertata, terlindung dari cuaca, serta memiliki tingkat keselamatan yang lebih baik.
KAI akan terus melakukan perbaikan layanan dengan tetap mendengar suara pelanggan dan masyarakat. Keselamatan menjadi prioritas, pelayanan harus semakin baik, dan penataan kawasan perlu memberi manfaat bagi lebih banyak pihak,”
tutup Bobby.























