Candi Prambanan kembali menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto mengajak Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi kompleks candi tersebut di Yogyakarta pada Rabu, 8 Juli 2026.
Kunjungan agenda kenegaraan itu juga sekaligus sebagai momen peresmian dimulainya proyek restorasi Candi Prambanan yang didukung oleh Pemerintah India sebagai bentuk kerja sama pelestarian warisan budaya dan diplomasi Indonesia India.
Tapi apakah sudah pernah dengar sejarah berdirinya Candi Prambanan? Bangunan yang punya makna penting bagi Indonesia ini, menyimpan sejarah panjang.
Melansir dari laman Kementrian Pariwisata Republik Indonesia (13 Januari 2025), berikut penjelasannya.
Sejarah Pembangunan dan Restorasi Candi Prambanan
Candi Prambanan dibangun sekitar tahun 850 Masehi atau abad ke-9 pada masa Kerajaan Medang (Mataram Kuno) dan reruntuhan Candi Prambanan ditemukan kembali pada tahun 1733.
Pemugaran dimulai sejak 1926 hingga akhirnya Pemerintah Indonesia menyelesaikan restorasi utama pada 1993.
Uniknya, fakta sejarah menunjukkan bahwa candi ini dibangun secara bertahap oleh para raja Kerajaan Mataram Kuno, sedangkan kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang yang sering kita dengar merupakan legenda yang berkembang di masyarakat.
Benarkah Candi Prambanan Berjumlah Seribu?
Candi Prambanan sering dijuluki Candi Seribu karena legenda Bandung Bondowoso yang konon membangun 999 candi untuk Roro Jonggrang sebelum sang putri diubah menjadi batu sebagai candi ke-1.000. Namun itu hanya sebuah cerita rakyat karena tidak sesuai dengan hasil penelitian arkeologi.
Berdasarkan rekonstruksi kompleks Candi Prambanan, jumlah bangunan di kawasan ini mencapai 240 candi.
Kompleks tersebut terdiri atas 3 Candi Trimurti (Siwa, Wisnu, dan Brahma),3 Candi Wahana (Nandi, Garuda, dan Angsa), 2 Candi Apit, 4 Candi Kelir, 4 Candi Patok, serta224 Candi Perwara yang mengelilingi candi utama.
Dan perlu diketahui juga, dekat lokasi Candi Prambanan juga ada candi bernama Candi Sewu. Namun candi tersebut adalah candi Buddha yang berbeda dengan Candi Prambanan, serta tidak memiliki jumlah seribu candi juga.
Candi Hindu Terbesar di Indonesia
Kawasan candi ini memiliki luas sekitar 39,8 hektare dengan ukuran kompleks utama sekitar 390 × 390 meter. Dengan skala tersebut, Candi Prambanan menjadi kompleks candi Hindu terluas di Indonesia dan termasuk salah satu yang terbesar di Asia Tenggara setelah Angkor Wat Kamboja.
Termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO
Kompleks Candi Prambanan diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1991. Status tersebut ditetapkan oleh Komite Warisan Dunia UNESCO (World Heritage Committee) dalam Sidang ke-15 yang berlangsung di Kartago, Tunisia.
Kawasan yang diakui tidak hanya mencakup Candi Prambanan, tetapi juga Candi Sewu, Candi Lumbung, dan Candi Bubrah yang berada dalam satu kompleks warisan budaya.
Meski telah berstatus sebagai Situs Warisan Dunia, Candi Prambanan masih menghadapi berbagai tantangan pelestarian, seperti ancaman gempa bumi akibat kedekatannya dengan Sesar Opak, paparan abu vulkanik Gunung Merapi, serta kerusakan akibat ulah pengunjung.
Karena itu, menjaga kelestarian Candi Prambanan menjadi tanggung jawab bersama agar warisan budaya ini tetap lestari bagi generasi mendatang.



















