Kunjungan Perdana Menteri India ke Indonesia kembali mengingatkan eratnya hubungan kedua negara yang telah terjalin sejak berabad-abad lalu.
Jauh sebelum hubungan diplomatik modern terbentuk, Nusantara telah menerima pengaruh budaya India, termasuk berkembangnya peradaban Hindu.
Mulai dari candi, prasasti, karya sastra, hingga berbagai tradisi budaya yang tetap dilestarikan. Peninggalan tersebut menjadi bukti bahwa pengaruh Hindu turut mewarnai perjalanan sejarah dan membentuk kekayaan budaya Nusantara.
Masuknya Agama Hindu di Indonesia
Dilansir dari laman Universitas Binus (12 September 2025), di Nusantara, Hindu tidak hanya berkembang sebagai sistem kepercayaan, tetapi juga membentuk berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, pemerintahan, hingga tradisi masyarakat.
Hindu masuk Indonesia sejak abad ke-1 Masehi melalui hubungan perdagangan antara India dan Nusantara.
Pengaruh Hindu terlihat dari berdirinya kerajaan-kerajaan awal seperti Kutai di Kalimantan Timur dan Tarumanegara di Jawa Barat.
Perkembangannya mencapai puncak pada masa Kerajaan Majapahit, yang menjadi salah satu pusat kebudayaan Hindu-Buddha di Asia Tenggara.
Ajaran Pokok Agama Hindu
Agama Hindu di Indonesia berlandaskan tiga kerangka utama, yaitu Tattwa (filsafat), Susila (etika atau moral), dan Yadnya (upacara keagamaan). Selain itu, umat Hindu juga memegang lima keyakinan yang dikenal sebagai Panca Śraddha, yaitu:
- Percaya kepada Brahman sebagai Tuhan Yang Maha Esa.
- Percaya kepada Atman atau roh individu.
- Percaya kepada Karma Phala, yaitu hukum sebab dan akibat.
- Percaya kepada Punarbhawa atau kelahiran kembali (reinkarnasi).
- Percaya kepada Moksha, yaitu terbebas dari siklus kelahiran dan kematian.
Berbeda dengan Hindu di India yang mengenal banyak dewa, Hindu di Indonesia menempatkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai manifestasi Tuhan Yang Maha Esa.
Konsep ini selaras dengan sila pertama Pancasila sehingga agama Hindu diakui secara resmi di Indonesia.
Praktik Keagamaan dalam Hindu
Dalam agama Hindu, upacara keagamaan dikenal sebagai Panca Yadnya, yaitu lima bentuk persembahan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan umat Hindu.
Kelima jenis yadnya tersebut meliputi Dewa Yadnya sebagai persembahan kepada Tuhan, Pitra Yadnya untuk menghormati leluhur, Rsi Yadnya sebagai bentuk penghormatan kepada guru atau orang suci, Manusa Yadnya yang berkaitan dengan siklus hidup manusia seperti kelahiran dan pernikahan, serta Bhuta Yadnya yang bertujuan menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam dan makhluk hidup lainnya.
Hingga saat ini, ritual seperti merayakan Hari Raya Nyepi, Galungan, dan Ngaben masih dijalankan oleh umat Hindu. Ritual tersebut tidak hanya memiliki makna keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia.
Perkembangan Hindu di Indonesia Saat Ini
Setelah Indonesia merdeka, agama Hindu diakui sebagai salah satu agama resmi di Indonesia. Dan menjaga kelestarian ajaran Hindu, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) terus melakukan berbagai upaya, mulai dari penguatan pendidikan agama Hindu, pengembangan kurikulum di sekolah, hingga pemanfaatan media digital untuk memperluas penyebaran ajaran Hindu.
Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun 2024, jumlah penganut agama Hindu di Indonesia mencapai sekitar 4,72 juta jiwa atau sekitar 1,7 persen dari total penduduk.
Mayoritas umat Hindu tinggal di Pulau Bali, yang menjadi pusat perkembangan agama Hindu di Indonesia.
Melestarikan warisan peradaban Hindu menjadi bagian penting dalam menjaga keberagaman budaya Indonesia.
Dengan mengenal sejarah dan nilai-nilai yang diwariskan, masyarakat dapat semakin menghargai kekayaan budaya Nusantara sekaligus memperkuat semangat toleransi antarumat beragama.



















