Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 24 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Cari Tahu / Disorganized Attachment, Pola Keterikatan yang Bikin Hubungan Serba Salah, Ini Penjelasannya
Cari Tahu

Disorganized Attachment, Pola Keterikatan yang Bikin Hubungan Serba Salah, Ini Penjelasannya

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Juli 9, 2026 1:59 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ilustrasi Pola Keterikatan yang Bikin Hubungan Serba Salah
Ilustrasi Pola Keterikatan yang Bikin Hubungan Serba Salah (Foto: Pexels/ Tima Miroshnichenko)
SHARE

Apakah kamu pernah ketemu orang yang terlihat banget ingin dicintai, tapi waktu hubungan mulai serius dia malah pilih menjauh, atau kamu pernah lihat orang yang takut banget buat kehilangan pasangannya, tapi disisi lain dia juga punya perasaan nggak nyaman saat hubungan terjalin begitu dekat.

Daftar isi Konten
  • Apa Itu Disorganized Attachment?
  • Kenapa Ini Bisa Terjadi?
  • Tanda-Tanda Disorganized Attachment Saat Dewasa
  • Kenapa Hubungan Terasa Push-Pull?
  • Apakah Bisa Diperbaiki?

Kondisi ini memang membingungkan, namun dalam dunia psikologi kondisi ini bisa berkaitan dengan disorganized attachment atau pola keterikatan tidak terorganisasi.

Ada yang menyebut ini terjadi karena anak tumbuh dari kombinasi ayah yang tidak hadir secara emosional dan ibu yang emosinya tidak stabil.

Baca juga:
Ketakutan Naik Berat Badan Bisa Jadi Tanda Anoreksia, Ini Penjelasannya Ketakutan terhadap kenaikan berat badan terkadang membuat seseorang membatasi makanan secara berlebihan.…
Survei AOM: 76 Persen Orang Tua Jadi yang Pertama Sadari… Orangtua ternyata jadi orang pertama yang sadar adanya perbedaan dalam tumbuh kembang…
Dokter Internsip Siti Zahra Meninggal, Kemenkes Temukan Penyakit Penyerta Terkait… Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap hasil investigasi terkait meninggalnya peserta Program Internsip Dokter…
  • Ketakutan Naik Berat Badan Bisa Jadi Tanda Anoreksia, Ini Penjelasannya
  • Survei AOM: 76 Persen Orang Tua Jadi yang Pertama Sadari Anak Alami…
  • Dokter Internsip Siti Zahra Meninggal, Kemenkes Temukan Penyakit Penyerta Terkait Kesehatan Mental

Gabungan itulah yang kemudian membuat anak tumbuh dengan membawa perasaan aman yang tidak utuh. Akibatnya, saat dewasa mereka kerap mengalami kebingungan dalam menjalin hubungan.

Lantas, apakah ini bisa diubah atau cegah? Berikut penjelasannya!

Apa Itu Disorganized Attachment?

Sebelum membahas mengenai cara pencegahannya, mari kita bahas terlebih dulu pengertian dari disorganized attachment.

Mengutip dari The Secure Relationship, disorganized attachment adalah pola keterikatan ketika seseorang menginginkan kedekatan emosional, tetapi pada saat yang sama ada rasa takut untuk menghadapi kedekatan tersebut.

Dengan kata lain, sistem emosinya mengirimkan dua sinyal yang bertolak belakang. Hal inilah yang membuat seseorang bisa sangat membutuhkan pasangannya hari ini juga, tetapi besok ia justru menarik diri tanpa alasan yang jelas.

Kenal Istilah Backburner? Posisi Paling Menyakitkan dalam Hubungan

Kalau di kalangan Gen Z, kondisi ini sering disebut punya hubungan yang mixed signals atau push-pull relationship.

Kenapa Ini Bisa Terjadi?

The Secure Relationship menyebut ada pola keterikatan yang membuat attachment style ini ada. Salah satunya adalah masa kecil yang tidak memberikan rasa aman secara konsisten.

Misalnya, anak tumbuh dengan orang tua yang sulit hadir secara emosional, sering berubah-ubah dalam menunjukkan kasih sayang, mengalami penolakan ketika mencari kenyamanan, hingga mengalami kekerasan atau penelantaran.

Sementara itu, ada juga teori attachment yang dikembangkan oleh psikolog John Bowlby yang menjelaskan bahwa hubungan anak dengan pengasuh utama akan menjadi fondasi cara mereka membangun hubungan ketika dewasa.

Artinya, jika sejak kecil anak sudah disuguhkan dengan rasa cinta yang membingungkan, otaknya bisa saja merasa asing dengan hubungan yang sehat.

Tanda-Tanda Disorganized Attachment Saat Dewasa

Mengutip dari penjelasan The Secure Relationship, ada beberapa ciri yang sering diindikasikan sebagai disorganized attachment, di antaranya:

  • Takut ditinggalkan (fear of abandonment).
  • Takut terlalu dekat secara emosional.
  • Sulit percaya pada pasangan meski sangat menyayanginya.
  • Sering overthinking terhadap hubungan.
  • Mudah merasa triggered oleh konflik kecil.
  • Menjauh ketika pasangan mulai menunjukkan perhatian yang konsisten.

Mungkin sebagian orang menganggap perilaku ini sebagai red flag. Padahal, dalam banyak kasus respons tersebut merupakan mekanisme perlindungan diri yang sudah terbentuk sejak kecil.

Kenapa Hubungan Terasa Push-Pull?

The Secure Relationship menjelaskan bahwa orang dengan disorganized attachment hidup di antara dua ketakutan sekaligus.

Mereka ingin dicintai, tetapi ketika benar-benar mendapatkan kasih sayang, muncul rasa curiga atau takut terluka.

Karena itu, pasangannya biasa merasa hubungan mereka seperti permainan tarik-ulur dan jelas situasi ini bisa sangat membingungkan.

Hari ini hubungan terasa hangat, tetapi keesokan harinya pasangan mendadak menjaga jarak tanpa penjelasan yang jelas.

Apakah Bisa Diperbaiki?

Kabar baiknya, jawabannya adalah bisa. Proses penyembuhannya bisa dimulai dari menyadari pola attachment yang dimiliki.

Setelah itu, seseorang dapat belajar membangun rasa percaya, mengelola emosi, memperbaiki cara berkomunikasi, hingga mengikuti terapi bila diperlukan.

Proses healing ini memang tidak instan. Namun, seiring waktu seseorang dapat membangun secure attachment, yakni pola hubungan yang lebih sehat dan stabil.

Disorganized attachment bukan berarti seseorang tidak mampu mencintai atau sengaja membuat hubungan menjadi rumit.

Sebaliknya, pola ini sering kali merupakan dampak dari pengalaman masa kecil yang penuh ketidakpastian.

Dengan mengenali akar masalahnya dan mendapat dukungan yang tepat, seseorang tetap bisa membangun hubungan yang aman, sehat, dan minim drama.

Tag:Attachment StyleHubunganKecerdasan EmosionalKesehatan Mental
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Saham Bank Mandiri Melemah di Tengah Isu Rekening Donasi Demo Diblokir
By Anisa Aulia
Saham Bank Mandiri Melemah usai isu Pemblokiran Rekening AMPB. (Gambar dibuat AI)
1
Karhutla Semester I 2026 Naik 366 Persen, 202 Ribu Hektare Dilalap Api
By Ani Ratnasari
Petugas BPBD Kabupaten Batang Hari dan Manggala Agni Daops Muara Bulian memadamkan api yang membakar lahan di Jalan Pramuka, Muara Bulian, Batang Hari, Jambi, Minggu (23/8/2026).
2
Polda Metro Blokir Rekening Bank Mandiri Koordinator AMPB Supriyono Selama 5 Hari
By Rahmat Baihaqi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
3
Polda Metro Akui Blokir Rekening Koordinator AMPB Supriyono, Selidiki Asal Muasal Saldo
By Rahmat Baihaqi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan pemblokiran rekening koordinator Aliansi Masyrakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok. (Sumber: Istimewa)
4
Trofi Melayang, Mental Juang Menyala: Timnas Putri Indonesia U-16 Runner-up Srikandi Merdeka Cup 2026
By Hadi Febriansyah
Sejumlah pesepak bola, staf pelatih, dan ofisial Timnas Putri Garuda Pertiwi U16 Indonesia berfoto dengan medali runner up Piala Srikandi Merdeka 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (23/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Petugas BPBD Kabupaten Batang Hari dan Manggala Agni Daops Muara Bulian memadamkan api yang membakar lahan di Jalan Pramuka, Muara Bulian, Batang Hari, Jambi, Minggu (23/8/2026).
Cari Tahu

Karhutla Semester I 2026 Naik 366 Persen, 202 Ribu Hektare Dilalap Api

Tren kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sepanjang semester I 2026…

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
By
Ani Ratnasari
Adi Briantika
5 jam lalu
Ilustrasi pegawai mengundurkan diri.
Cari Tahu

Resign Tanpa Drama: 7 Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Cabut

Resign dari pekerjaan bukan sekadar menyampaikan surat pengunduran diri kepada atasan. Keputusan…

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
21 jam lalu
Ilustrasi anak homeschooling.
Cari Tahu

Homeschooling Bukan Sekadar “Pindah Kelas” ke Rumah, Ini Tantangannya Versi UNESCO

Homeschooling menjadi salah satu pilihan pendidikan. Berbeda dari sekolah formal yang berlangsung…

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
21 jam lalu
Ilustrasi gangguan kepribadian narsistik atau Narcissistic Personality Disorder.
Cari Tahu

Bukan Sekadar Suka Dipuji, Ini “Wajah” NPD dan Ciri Gangguan Kepribadian Narsistik

Istilah narsistik sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terkesan egois, suka mencari…

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
21 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up